BANGKOK, THAILAND - Media OutReach Newswire - 26 Oktober 2026 - Bangkok berkomitmen menjadikan WorldPride 2030 sebagai wadah untuk meningkatkan visibilitas dan solidaritas LGBTQIA+ di seluruh Asia. Kehadiran ajang ini untuk pertama kalinya di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunitas, tidak hanya di kota tuan rumah. Sebagai pihak yang secara resmi mengajukan pencalonan sekaligus calon tuan rumah, Bangkok Pride berkomitmen memberikan peran yang bermakna kepada para aktivis dan organisasi dari berbagai negara di Asia dalam WorldPride, sekaligus membangun hubungan dengan mitra global guna memperkuat dukungan yang berkelanjutan setelah acara berakhir.
Di seluruh Asia, komunitas LGBTQIA+ menghadapi kondisi yang sangat beragam. Pencalonan Bangkok bertujuan menyediakan wadah bagi komunitas-komunitas tersebut untuk menyuarakan aspirasi, berkontribusi dalam diskusi internasional, dan memperkuat kerja sama lintas negara.
"Penyelenggaraan WorldPride di Asia untuk pertama kalinya akan menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ini akan menjadi momen penting bagi masyarakat LGBTQ+ Asia untuk melihat diri mereka terwakili di panggung global, sekaligus memberi kesempatan kepada dunia untuk mendengar beragam suara, kisah, dan perjuangan komunitas kami," ujar Raymond Phang, salah satu pendiri ShanghaiPRIDE.
"Dari Shanghai hingga Bangkok, dari para penggerak komunitas akar rumput hingga generasi baru LGBTQ+ Asia, gerakan kami selalu bertujuan menciptakan ruang agar setiap orang dapat hidup secara terbuka, aman, dan bermartabat. Saya berharap Bangkok 2030 dapat menjadi ajang WorldPride yang merayakan sejauh mana Asia telah berkembang, sekaligus mengingatkan kita akan berbagai upaya yang masih harus dilakukan demi kesetaraan, penerimaan, dan hak asasi manusia."
Pencalonan ini mencakup langkah-langkah konkret untuk memperluas partisipasi. Program Bangkok WorldPride Activist Fellowship yang diusulkan akan menyediakan sedikitnya 150 tempat yang seluruh biayanya ditanggung bagi para aktivis garis depan. Setidaknya 70 persen dari tempat tersebut akan dialokasikan bagi peserta dari negara-negara Global South atau kawasan Selatan Global, guna mengurangi hambatan terkait biaya akomodasi dan akreditasi.
Perspektif regional juga akan turut membentuk Forum Hak Asasi Manusia selama satu pekan, yang akan menjadi landasan bagi Bangkok Action 2030. Inisiatif ini merupakan kerangka kerja sama yang diusulkan untuk mendorong pengakuan hukum dan keluarga, otonomi atas tubuh, perlindungan bagi para pembela hak asasi manusia, kesetaraan akses terhadap layanan kesehatan, serta hak-hak digital.
Selain itu, Bangkok WorldPride 2030 akan membentuk pusat komunitas Pride City Network Asia. Inisiatif ini akan dikembangkan berdasarkan jaringan penyelenggara lokal dan otoritas yang telah ada di Thailand, sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi organisasi Pride di seluruh kawasan.
Membangun Warisan yang Berkelanjutan Setelah 2030
Pencalonan Bangkok bertumpu pada perjalanan Thailand yang terus berlanjut menuju kesetaraan. Undang-undang kesetaraan pernikahan mulai berlaku pada Januari 2025, menjadikan Thailand negara pertama di Asia Tenggara yang mengakui pernikahan sesama jenis. Pada 2030, Thailand akan memperingati lima tahun berlakunya undang-undang tersebut, di tengah perubahan lanskap global sejak kebijakan itu diterapkan.
Ann Chumaporn, Ketua Tim Inti WorldPride 2030 untuk Kota Kandidat Bangkok, menambahkan, "Pada saat kesetaraan gender dan hak-hak LGBTQIA+ menghadapi penolakan keras di berbagai belahan dunia, sekadar mempertahankan posisi kita tidak lagi cukup. Kita harus terus bergerak maju dengan keberanian dan solidaritas. Perjalanan Thailand menuju kesetaraan pernikahan membuktikan bahwa perubahan transformatif dapat terwujud ketika kepemimpinan komunitas tetap menjadi inti perjuangan."
"Membawa WorldPride 2030 ke Bangkok berarti membuka gerbang penting bagi Asia-sebuah tempat perlindungan bagi para aktivis garis depan untuk bernapas lega, menjalin hubungan, dan mengambil kembali kendali atas narasi mereka sendiri. Pencalonan ini merupakan janji bersama bahwa Asia tidak akan dibungkam, tetapi akan bangkit sebagai kekuatan besar yang membawa harapan, ketangguhan, dan kemajuan berkelanjutan bagi hak asasi manusia di seluruh dunia."
Pencalonan ini mengusulkan warisan yang akan terus berlanjut setelah acara berakhir. Sebagian dari surplus operasional akan dialokasikan untuk membentuk Pride City Network Fund secara permanen. Dana ini akan menyediakan hibah berskala kecil, sumber daya untuk pengembangan kapasitas, serta bantuan relokasi darurat bagi para pembela hak asasi manusia di seluruh Asia.
Pencalonan tersebut juga mengusulkan pendirian Museum dan Arsip Orientasi Seksual, Identitas dan Ekspresi Gender, serta Karakteristik Seks (SOGIESC) untuk melestarikan sekaligus meningkatkan visibilitas sejarah komunitas queer di Asia.
Bangkok berharap komunitas-komunitas di seluruh Asia dapat mengakhiri WorldPride 2030 dengan kemitraan yang lebih kuat, akses yang lebih luas terhadap dukungan internasional, serta sumber daya yang lebih memadai untuk memperjuangkan kesetaraan pada tahun-tahun mendatang.
https://www.businesseventsthailand.com/
https://www.facebook.com/miceinthailand
Tentang Thailand Convention and Exhibition Bureau (TCEB)
Thailand Convention and Exhibition Bureau (TCEB) adalah lembaga resmi pemerintah yang bertanggung jawab mempromosikan Thailand sebagai destinasi unggulan untuk penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konvensi, pameran, acara berskala besar, dan festival internasional.
Melalui kerja sama erat dengan pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional, TCEB mendukung berbagai acara yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat industri-industri utama, mendorong inovasi, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di seluruh Thailand.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.businesseventsthailand.com.
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.