• Home
  • Bisnis
  • Memilih Universitas: SIM Tekankan Pentingnya Mempertimbangkan Dukungan Aksesibilitas Sebelum Pendaftaran

Memilih Universitas: SIM Tekankan Pentingnya Mempertimbangkan Dukungan Aksesibilitas Sebelum Pendaftaran

Senin, 26 Oktober 2026 | 11:41
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 26 Oktober 2026 - Program studi, biaya pendidikan, pengakuan universitas, dan prospek karier sering kali menjadi beberapa pertimbangan utama ketika mahasiswa membandingkan pilihan pendidikan tinggi. Namun, bagi mahasiswa yang mungkin membutuhkan dukungan aksesibilitas, ada pertanyaan praktis lain yang juga tidak kalah penting, yaitu apakah mereka dapat berpartisipasi secara efektif dalam proses pembelajaran dan kehidupan kampus setelah terdaftar sebagai mahasiswa. Aksesibilitas dalam pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik. Aspek ini juga mencakup bagaimana mahasiswa mengakses pembelajaran, berpartisipasi dalam perkuliahan dan penilaian, menjelajahi lingkungan kampus, serta menyampaikan kebutuhan khusus mereka kepada institusi pendidikan.

Di Singapura, Enabling Masterplan 2030 (EMP2030) menetapkan visi nasional untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif pada 2030. Rencana tersebut mencakup 29 rekomendasi yang terbagi dalam tiga tema strategis, termasuk memperkuat dukungan terhadap pembelajaran sepanjang hayat. Salah satu tujuan yang dinyatakan dalam rencana tersebut adalah memberikan akses yang lebih luas kepada penyandang disabilitas terhadap kesempatan dan sumber daya pembelajaran sepanjang hayat pada 2030. Dalam konteks ini, SIM Global Education (SIM GE) menyoroti pentingnya menjadikan aksesibilitas sebagai salah satu pertimbangan ketika mahasiswa dan keluarga mengevaluasi pilihan pendidikan tinggi.

Pertimbangan aksesibilitas dapat dimulai sebelum perkuliahan berlangsung

Mahasiswa yang memperkirakan akan membutuhkan dukungan aksesibilitas dapat memperoleh manfaat dengan menyampaikan kebutuhan mereka sebelum memulai studi, alih-alih menunggu hingga masalah muncul selama semester perkuliahan. SIM GE mendorong mahasiswa penyandang disabilitas untuk menghubungi tim Student Development sejak dini guna mengetahui layanan aksesibilitas yang tersedia, termasuk ketika dokumen pendukung resmi atau diagnosis belum tersedia. Institusi ini bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk mengurangi berbagai hambatan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Diskusi sejak dini bukan berarti setiap bentuk penyesuaian yang diminta akan otomatis diberikan. SIM GE menjelaskan bahwa pengaturan aksesibilitas yang tersedia bergantung pada universitas yang menjadi mitra penyelenggara program studi mahasiswa tersebut. Hal ini sangat relevan ketika membandingkan program studi yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan universitas mitra yang berbeda. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami bagaimana pengaturan aksesibilitas diterapkan pada kualifikasi pendidikan tertentu yang sedang mereka pertimbangkan, alih-alih berasumsi bahwa ketentuan yang sama berlaku untuk semua program studi.

Aksesibilitas fisik merupakan salah satu bagian dari pengalaman mahasiswa

Lingkungan fisik tetap menjadi pertimbangan penting, khususnya bagi mahasiswa dengan keterbatasan mobilitas atau kebutuhan akses lainnya. Fasilitas aksesibilitas yang saat ini tersedia di kampus SIM meliputi jalur landai untuk akses masuk gedung, pintu geser otomatis di pintu masuk utama Blok A dan B, alat bantu naik tangga (stair lift), toilet dan tempat parkir yang dapat diakses penyandang disabilitas, tulisan Braille pada tombol lift, serta layanan lift di jembatan penyeberangan di seberang kampus. SIM juga mengakui melalui halaman informasi aksesibilitasnya bahwa masih mungkin terdapat kekurangan dalam aksesibilitas fisik. Karena itu, SIM menyediakan saluran bagi mahasiswa untuk melaporkan hambatan yang mereka temui saat beraktivitas di lingkungan kampus.

Bagi calon mahasiswa, hal ini menunjukkan bahwa kunjungan ke kampus tidak hanya bertujuan untuk melihat ruang kuliah dan fasilitas rekreasi. Mahasiswa dengan kebutuhan aksesibilitas tertentu juga dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami bagaimana mereka akan berpindah dari satu ruang kelas ke ruang lainnya, mengakses layanan mahasiswa dan ruang belajar, serta menjangkau berbagai area kampus yang sering digunakan.

Pembelajaran inklusif tidak hanya bergantung pada infrastruktur kampus

Kampus yang aksesibel secara fisik saja belum tentu menjamin bahwa keseluruhan pengalaman belajar dapat diakses oleh semua mahasiswa. UNESCO menyoroti bahwa mahasiswa penyandang disabilitas dapat menghadapi berbagai hambatan dalam pendidikan tinggi yang melampaui akses fisik, termasuk hambatan yang berkaitan dengan lingkungan pembelajaran dan partisipasi. UNESCO juga menyerukan kolaborasi yang lebih luas untuk memperkuat inklusi dan kesetaraan dalam pendidikan tinggi.

Bagi institusi pendidikan, hal ini berarti perhatian tidak hanya perlu diberikan pada fasilitas, tetapi juga pada bagaimana proses pengajaran dan pembelajaran menanggapi kebutuhan mahasiswa yang beragam. Pada 2026, Centre for Teaching & Learning di SIM memperkenalkan serangkaian pelatihan yang bertujuan membantu para dosen memahami kebutuhan mahasiswa berkebutuhan khusus dan mahasiswa dengan profil pembelajaran yang beragam, serta memberikan respons yang lebih tepat terhadap kebutuhan tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pengembangan profesional Divisi Akademik SIM untuk mendorong penerapan praktik pembelajaran di kelas yang lebih inklusif.

Upaya tersebut mencerminkan pertimbangan yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menentukan tempat belajar, yaitu apakah aksesibilitas hanya ditangani melalui penyediaan fasilitas fisik atau juga diperhatikan dalam lingkungan pembelajaran.

Pengaturan aksesibilitas khusus untuk setiap program perlu dipahami sejak dini

Kebutuhan aksesibilitas dapat sangat berbeda antara satu mahasiswa dan mahasiswa lainnya. Kebutuhan tersebut juga dapat dipengaruhi oleh struktur program studi, persyaratan penilaian, serta kebijakan institusi yang berwenang memberikan kualifikasi pendidikan. Oleh karena itu, SIM GE menyarankan mahasiswa untuk menghubungi pihak institusi sejak dini agar mereka dapat mengetahui layanan aksesibilitas yang mungkin sesuai dengan kondisi masing-masing. Panduan yang dipublikasikan SIM menegaskan bahwa pengaturan aksesibilitas yang tersedia bergantung pada universitas yang menyelenggarakan program studi terkait.

Bagi mahasiswa dan keluarga yang membandingkan berbagai pilihan pendidikan tinggi, beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan antara lain siapa yang bertanggung jawab mengoordinasikan dukungan aksesibilitas, seberapa awal kebutuhan tersebut harus disampaikan, apakah pengaturannya melibatkan institusi pendidikan, universitas pemberi gelar, atau keduanya, serta prosedur apa yang berlaku apabila kebutuhan mahasiswa berubah selama masa studi. Memastikan berbagai hal tersebut sebelum pendaftaran dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dukungan yang mungkin tersedia dan langkah-langkah yang perlu dilakukan mahasiswa untuk memperolehnya.

Aksesibilitas semakin menjadi bagian dari agenda inklusi yang lebih luas

Pendekatan Singapura melalui EMP2030 menempatkan pembelajaran sepanjang hayat sebagai bagian dari upaya nasional yang lebih luas untuk memungkinkan penyandang disabilitas berpartisipasi secara lebih penuh dalam masyarakat. Pembaruan yang disampaikan pemerintah pada 2025 terkait Masterplan tersebut juga mencakup upaya meningkatkan ketersediaan program pelatihan yang aksesibel, bersama berbagai inisiatif untuk menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang lebih inklusif.

Institusi pendidikan tinggi merupakan salah satu bagian dari ekosistem pembelajaran yang lebih luas tersebut.

Bagi calon mahasiswa, memilih universitas akan tetap melibatkan berbagai pertimbangan, seperti kualitas akademik, kesesuaian program studi, biaya, dan peluang masa depan. Namun, bagi mereka yang membutuhkan dukungan aksesibilitas, memahami lingkungan pembelajaran dan pengaturan dukungan yang tersedia dapat menjadi informasi penting lainnya sebelum mengambil keputusan.

SIM GE berpandangan bahwa pembicaraan mengenai hal-hal tersebut sebaiknya dimulai sejak dini. Dengan memahami dukungan yang tersedia, bagaimana dukungan tersebut diterapkan pada program studi tertentu, serta kemungkinan adanya hambatan, mahasiswa dapat menilai secara lebih tepat apakah suatu lingkungan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mereka sebelum memulai perjalanan pendidikan di universitas.

Referensi:

  1. Ministry of Social and Family Development - Enabling Masterplan 2030 - https://www.msf.gov.sg/what-we-do/enabling-masterplans/emp2030
  2. Ministry of Social and Family Development - EMP2030 Strategic Themes. - https://www.msf.gov.sg/what-we-do/enabling-masterplans/strategic-themes
  3. SIM Global Education - Student Accessibility - https://www.sim.edu.sg/degrees-diplomas/life-at-sim/student-care
  4. SIM Global Education - Student Care - https://www.sim.edu.sg/degrees-diplomas/life-at-sim/student-care
  5. SIM - Academic Development - https://www.sim.edu.sg/academics/teach
  6. UNESCO - Breaking Barriers in Higher Education for Students with Disabilities. Discusses accessibility and inclusion challenges faced by students with disabilities in higher education - https://www.unesco.org/en/articles/breaking-barriers-higher-education-and-students-disabilities

https://www.sim.edu.sg


Tentang SIM Global Education

SIM Global Education (SIM GE) merupakan salah satu institusi pendidikan swasta terkemuka di Singapura dan kawasan regional. SIM GE menawarkan lebih dari 170 program akademik, mulai dari program diploma dan diploma pascasarjana hingga program gelar sarjana dan magister, yang diselenggarakan bersama sejumlah universitas paling bereputasi di dunia dari Australia, Kanada, Eropa, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. SIM GE memiliki sekitar 17.000 mahasiswa penuh waktu dan paruh waktu serta peserta didik dewasa, dengan sekitar 41% di antaranya merupakan mahasiswa internasional yang berasal dari lebih dari 50 negara.

Pendekatan pembelajaran holistik dan lingkungan belajar yang beragam secara budaya di SIM GE bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan industri, kompetensi yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja, serta wawasan global. Berbagai bekal tersebut diharapkan dapat membantu mereka meraih kesuksesan sebagai pemimpin masa depan di dunia yang terus berubah dengan pesat dan semakin digerakkan oleh teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai SIM Global Education, kunjungi www.sim.edu.sg.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top