• Home
  • Bisnis
  • Seniman Tempera asal China, Li Xiaogang, Tampil dalam Pameran Seni di Venesia

Seniman Tempera asal China, Li Xiaogang, Tampil dalam Pameran Seni di Venesia

Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:59
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Li Xiaogang, Gadis Tajik, 2023

Karya Lukisan Tangan yang Menghadirkan Ketenangan dan Martabat yang Bersahaja Dipamerkan di Ca' Foscari Esposizioni dalam Biennale Venesia ke-61

VENESIA, ITALIA - Media OutReach Newswire - 14 Oktober 2026 - Pelukis, pendidik, dan Wakil Presiden Akademi Lukis Li Keran yang terkenal asal Beijing, Li Xiaogang (lahir 1958), tampil dalam pameran riset berjudul "Metamorfosis: Melampaui Kenyataan - Mencari Victoria Lu. Saat Manusia dan AI Berpikir Bersama, Cerita Dimulai." Diselenggarakan di Ca' Foscari Esposizioni (Dorsoduro 3246) selama Biennale Seni Venesia ke-61, pameran ini-yang dikuratori oleh Kurator Kepala Angelo Maggi bersama Co-kurator Fei Jun, Fu Sen, dan Chuang Cheng-chi-menelaah kehidupan kritikus sekaligus kurator Victoria Lu, sekaligus mengeksplorasi kepenulisan (authorship), memori, dan subjektivitas di era kecerdasan buatan.

Menampilkan karya-karyanya (yang dapat disaksikan di https://www.youtube.com/watch?v=jSy-HJuSXYc) dalam ruang naratif berbasis teknologi, Li memadukan lukisannya dengan kesabaran, martabat yang tenang, dan sentuhan manusiawi. Dibangun secara perlahan dengan tangan, lapis demi lapis, permukaan tempera berteksturnya menghadirkan potret, alam benda (still life), dan pemandangan pedesaan ke dalam bentuk kehadiran yang tenang dan tak lekang oleh waktu. Pandangan artistiknya mensintesis estetika mono no aware-kesadaran penuh nuansa akan kefanaan-dengan pengaruh dari Piero della Francesca, Andrew Wyeth, dan Balthus.

Merefleksikan fokus pameran pada kecerdasan buatan, Li menekankan bahwa emosi manusia dan kehadiran taktil tetap tidak dapat tergantikan. Meskipun AI unggul dalam pembuatan yang cepat, teknik tempera menuntut kelambatan yang disengaja, menciptakan kontras memikat yang menegaskan kembali nilai dari keterampilan tangan (craftsmanship).

Bagi Li, keikutsertaannya dalam pameran ini adalah sebuah kepulangan ke akar sejarah dari medium yang digelutinya. Setelah mempelajari tempera dan fresko Renaisans di Italia pada tahun 1992 pasca studi pascasarjana di Jepang di bawah bimbingan maestro tempera Ritsuo Maeda, Li terus melanjutkan misi seumur hidupnya untuk memperkenalkan praktik tempera Tiongkok kepada khalayak global. "Seni pada akhirnya berhadapan dengan kondisi universal umat manusia. Di luar batasan label regional atau teknik historis, saya berharap penonton global dapat merasakan bagaimana tempera-sebuah medium kuno Barat-dapat dibayangkan ulang melalui sudut pandang Timur untuk mengekspresikan pengalaman manusia yang bersama tentang waktu, memori, dan emosi." - Li Xiaogang

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perjalanan seni Li Xiaogang dan melihat koleksi karyanya yang lebih luas, kunjungi https://atelierxg.com/li-xiaogang.

Tentang Atelier XG

Atelier XG mewakili seniman Li Xiaogang secara global, menghubungkan karyanya dengan para kolektor, institusi, dan mitra budaya di seluruh dunia.

Instagram: https://www.instagram.com/lixiaogang_xg/

YouTube: https://www.youtube.com/@Atelier_XG

Xiao Hong Shu: https://www.xiaohongshu.com/user/profile/62dccfa1000000001f005831

Website: https://atelierxg.com/li-xiaogang.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top