HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 7 Oktober 2026 - Hong Kong kembali dinobatkan sebagai ekonomi paling bebas di dunia, berdasarkan Economic Freedom of the World 2026 Annual Report yang diterbitkan pada 6 Oktober oleh Fraser Institute yang berbasis di Kanada. Hong Kong tetap menempati posisi teratas di antara 165 yurisdiksi di seluruh dunia, sementara Swiss berada di peringkat kedua.
Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) menyambut baik laporan terbaru tersebut, seraya mencatat bahwa dari lima bidang penilaian, Hong Kong kembali menempati peringkat pertama dunia dalam kategori "Kebebasan untuk berdagang secara internasional" dan peringkat kedua dalam kategori "Regulasi".
"Laporan Fraser Institute sekali lagi menegaskan keunggulan Hong Kong sebagai ekonomi pasar bebas serta lingkungan bisnisnya yang terbuka, efisien, dan adil," ujar juru bicara Pemerintah HKSAR. "Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan semakin maraknya proteksionisme perdagangan, Hong Kong tetap berkomitmen kuat untuk mempertahankan statusnya sebagai pelabuhan bebas, kebijakan tarif nol, serta sistem perpajakan yang sederhana dan rendah. Hal ini memberikan lingkungan bisnis dan investasi yang aman, stabil, adil, dapat diprediksi, dan berorientasi internasional bagi para investor dan pelaku usaha dari seluruh dunia."
Keunggulan "satu negara, dua sistem"
Pemerintah HKSAR menegaskan bahwa, dalam kerangka "satu negara, dua sistem", Hong Kong memperoleh dukungan kuat dari Tiongkok Daratan sekaligus mempertahankan hubungan yang erat dengan berbagai negara di dunia.
"Selain memberikan akses yang mudah ke pasar Tiongkok Daratan maupun pasar internasional, Hong Kong terus menerapkan sistem hukum common law dalam bahasa Mandarin dan Inggris," ujar juru bicara tersebut. "Hong Kong juga menyediakan layanan keuangan, pelayaran, perdagangan, dan jasa profesional yang selaras dengan standar terbaik internasional, serta didukung oleh struktur pemerintahan yang efisien dan aparatur sipil yang bersih serta profesional."
Berbagai keunggulan tersebut memungkinkan Hong Kong untuk memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai "penghubung super" (super connector) dan "pencipta nilai super" (super value-adder), menjadikannya pintu gerbang terbaik bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok Daratan untuk memasuki pasar internasional, serta bagi perusahaan luar negeri untuk memasuki pasar Tiongkok Daratan.
Menarik investasi dan talenta
Hingga tahun ini, Hong Kong terus mencatat pencapaian baru dalam berbagai pemeringkatan daya saing internasional yang mencakup bidang keuangan, inovasi dan teknologi (I&T), pendidikan, serta talenta. Hal ini mencerminkan pengakuan luas dari komunitas internasional terhadap keunggulan utama Hong Kong serta upaya Pemerintah HKSAR dalam mendorong pembangunan sosial dan ekonomi berkualitas tinggi.
Lingkungan bisnis dan kehidupan yang kondusif di Hong Kong, ditambah dengan upaya proaktif dan terpadu dari Pemerintah HKSAR serta seluruh lapisan masyarakat, terus menarik perusahaan dan talenta dari berbagai penjuru dunia.
Pada tahun lalu, jumlah perusahaan di Hong Kong yang perusahaan induknya berada di luar negeri atau di Tiongkok Daratan melampaui 11.000 perusahaan, meningkat 11 persen dibandingkan 2024 sekaligus mencapai rekor tertinggi.
Office for Attracting Strategic Enterprises (OASES), yang didirikan oleh Pemerintah HKSAR pada 2022, hingga kini telah berhasil menarik lebih dari 120 perusahaan strategis, termasuk banyak pemimpin industri global dengan kapitalisasi pasar atau valuasi lebih dari US$100 miliar serta memiliki teknologi mutakhir.
Dalam hal menarik talenta, sejak akhir 2022 hingga Agustus tahun ini, lebih dari 670.000 permohonan telah diterima dan lebih dari 470.000 permohonan telah disetujui melalui berbagai skema penerimaan talenta. Dari jumlah tersebut, lebih dari 310.000 orang telah tiba di Hong Kong.
Dalam satu tahun terakhir, Hong Kong mencatat pertumbuhan yang signifikan dalam dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana (IPO), simpanan bank, serta aset yang dikelola dalam sektor pengelolaan aset dan kekayaan. Hal ini mencerminkan kepercayaan dan pengakuan investor internasional terhadap Hong Kong.
Melangkah ke depan
Bulan lalu, Kepala Eksekutif HKSAR, John Lee, mengumumkan Rencana Lima Tahun Pertama untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Daerah Administratif Khusus Hong Kong (2026-2030) (Hong Kong's First Five-Year Plan) serta Policy Address 2026.
Rencana Lima Tahun Pertama Hong Kong menegaskan bahwa Hong Kong akan tetap berkomitmen pada sistem ekonomi yang bebas dan terbuka serta kebebasan arus modal, barang, masyarakat, dan informasi. Seluruh aspek tersebut merupakan keunggulan utama Hong Kong dalam kerangka "satu negara, dua sistem".
"Upaya-upaya tersebut akan memberikan dorongan yang lebih kuat bagi pembangunan sosial dan ekonomi, membuka prospek pembangunan yang lebih luas bagi perusahaan lokal dan masyarakat, serta memberikan peluang yang lebih besar bagi perusahaan, investor, dan talenta dari seluruh dunia," ujar juru bicara tersebut.
https://www.linkedin.com/company/brand-hong-kong
https://www.facebook.com/brandhk.isd
https://www.instagram.com/brandhongkong
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.