Seiring dengan transformasi dunia investasi dan peran penasihat keuangan akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), WMI menargetkan 21.000 peserta untuk mengikuti pelatihan AI praktis yang dirancang sesuai dengan kebutuhan peran masing-masing bagi para profesional di bidang pengelolaan kekayaan dan manajemen aset selama tiga tahun ke depan.
SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 6 Oktober 2026 - Investor dan penasihat keuangan harus belajar memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara efektif agar tetap kompetitif di tengah transformasi pengambilan keputusan dan makin luasnya akses terhadap kemampuan teknologi canggih ini, ungkap Ray Dalio dalam acara WMI Global-Asia Family Office Summit hari ini.
Beliau menyampaikan: "Anda bisa memilih untuk berada di puncak gelombang AI ini, atau Anda akan tenggelam di bawahnya. Hal ini sangat berlaku di pasar keuangan, di mana menghasilkan alfa berarti membuat keputusan yang lebih baik daripada sekadar kebetulan dan lebih unggul dari kompetitor. Penasihat keuangan perlu bekerja secara efektif dengan AI untuk tetap kompetitif. Anda harus masuk ke dalam permainan tersebut dan mampu melakukannya dengan mahir. Jika tidak, Anda akan tersingkir."
Saat berbicara pada sesi Partners Forum tentang Investing in the Age of AI, Dalio, yang merupakan Pendiri Bridgewater Associates dan Chairman Dalio Family Office, menjelaskan bahwa AI dapat mendukung seluruh proses investasi, mulai dari mengumpulkan informasi dan menentukan kriteria keputusan hingga pengujian ulang (back-testing), penyusunan portofolio, dan eksekusi. Beliau menegaskan bahwa investor tetap membutuhkan kriteria yang jelas serta rencana permainan, dan harus kritis terhadap AI, bukan menerima hasilnya begitu saja.
Menurut Ray Dalio, investor sebaiknya mengembangkan AI "versi mereka sendiri" yang mencerminkan nilai-nilai, pilihan, dan pola pikir pribadi. Beliau menggambarkan masa depan sebagai wujud "Anda dan mitra AI Anda", di mana gagasan secara terus-menerus diuji, ditantang, dan disempurnakan melalui pertukaran intelektual yang berkualitas tinggi. Alih-alih mengandalkan teknologi secara buta, investor harus memahami hubungan sebab-akibat di balik keputusan mereka dan menggunakan AI untuk memperkuat pola pikir maupun eksekusi.
WMI Siapkan Tenaga Profesional untuk Peran Berbasis AI
Di tengah perkembangan ini, Wealth Management Institute (WMI) menargetkan 21.000 pendaftaran dalam pelatihan AI selama tiga tahun ke depan. Pelatihan ini akan menyediakan pembelajaran praktis yang spesifik sesuai peran bagi para profesional manajemen kekayaan dan aset, dengan penerapan penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab di setiap materinya.
Foo Mee Har, CEO WMI, mengatakan: "AI telah mengubah cara kita berinvestasi dan memberikan nasihat. Profesional investasi dapat menggunakannya untuk menyintesis riset dalam jumlah besar, mengeksplorasi kerentanan portofolio, dan memperkuat analisis risiko."
Foo menambahkan bahwa penggunaan AI secara aman menuntut para profesional untuk melindungi informasi rahasia klien, mengenali bias serta hasil yang tidak andal, dan mempertahankan pengawasan manusia yang tepat. Beliau menegaskan: "AI dapat menghasilkan jawaban, tetapi penasihat keuangan tetap bertanggung jawab atas nasihat yang diberikan."
"Ketika AI mengambil alih lebih banyak analisis dan pekerjaan rutin, nilai dari hubungan antarmanusia justru makin meningkat. Penasihat keuangan yang tahu cara menggunakan AI dengan baik akan lebih siap untuk berkembang-dengan wawasan yang lebih dalam, persiapan yang lebih matang, dan waktu yang lebih banyak untuk memahami perhatian keluarga, membangun kepercayaan, serta mempererat hubungan."
Pelatihan ini mendukung inisiatif industri yang lebih luas oleh IBF AI Workforce Co-Lab, yang baru-baru ini diluncurkan oleh Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong untuk menyiapkan sektor keuangan menghadapi perubahan pekerjaan melalui pelatihan dan perancangan ulang peran kerja. Tujuan WMI adalah membantu para profesional mengubah kemampuan AI menjadi produktivitas yang lebih tinggi, nasihat yang lebih baik, dan hubungan klien yang lebih erat.
Penasihat Memiliki Peluang untuk Meraih Kepercayaan yang Lebih Dalam
Di hadapan lebih dari 400 peserta, termasuk pemilik family office, bankir privat, manajer kekayaan dan aset, pengacara, serta penasihat pajak dan trust yang mendampingi berbagai keluarga lintas generasi, Foo menyampaikan bahwa penasihat keuangan harus melangkah lebih jauh dari sekadar menawarkan produk individu menuju pemahaman kebutuhan keluarga secara menyeluruh dan menyusun nasihat berdasarkan kebutuhan tersebut.
Temuan baru dari studi WMI berjudul Stewardship by Design: Preparing Asia's Next Generation for Leadership and Impact menegaskan peluang besar yang sedang dihadapi profesi ini.
Studi tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan akademisi dari Harvard Business School dan University of Chicago Booth School of Business. Riset ini mengompilasi tanggapan dari sekitar 150 family office yang utamanya berbasis di Asia, lalu membandingkannya dengan tanggapan family office di seluruh dunia, yang mayoritas berasal dari Benua Amerika.
Hanya 32 persen family office dalam sampel utama Asia milik WMI yang mengidentifikasi penasihat keuangan sebagai sumber panduan saat mempertimbangkan keputusan strategis mengenai kekayaan dan warisan mereka. Angka ini sekitar seperlima lebih rendah dibandingkan sampel internasional.
Foo mengatakan: "Hal ini menunjukkan peluang signifikan bagi penasihat keuangan untuk meraih peran yang lebih besar dalam pengambilan keputusan keluarga. Untuk mewujudkannya, mereka perlu memahami bagaimana investasi, tata kelola, suksesi, dan tujuan suatu keluarga saling terhubung. Ini adalah kemampuan yang harus kita bangun."
Meningkatkan Kemampuan Filantropi dan Warisan
WMI dan Private Banking Industry Group juga sedang memperluas kemitraan mereka. Selama tiga tahun ke depan, mereka memperkirakan ada 1.200 pendaftaran dari para bankir privat yang ingin dibekali pengetahuan dan rasa percaya diri untuk membimbing keluarga dalam hal filantropi, warisan, dan tujuan hidup.
Foo mengungkapkan: "Kami melihat minat yang kuat dari para penasihat keuangan untuk membangun pengetahuan di bidang filantropi. Filantropi memberi keluarga cara praktis untuk mewujudkan nilai-nilai mereka ke dalam tindakan nyata. Hal ini dapat menyatukan lintas generasi di sekitar tujuan bersama dan memberikan pengalaman bagi anggota yang lebih muda dalam membuat keputusan serta mengambil tanggung jawab."
Partners Forum merupakan hari kedua dari gelaran kelima WMI Global-Asia Family Office Summit, yang diusung dengan tema Legacy in Action: Capital for the New Horizon. Forum ini juga mengeksplorasi investasi generasi mendatang, tata kelola family office, filantropi, modal jangka panjang, serta dampak teknologi baru dan AI terhadap pengambilan keputusan investasi.
Selama dua hari, KTT ini menyambut lebih dari 630 peserta dari ekosistem family office, mencerminkan pertumbuhan komunitas family office WMI sejalan dengan ekosistem family office di Singapura.
Untuk pidato lengkap Foo Mee Har, klik di sini.
Untuk mengunduh laporan, klik di sini.
Tentang WMI
Didirikan pada tahun 2003, Wealth Management Institute (WMI) berkomitmen untuk membangun kemampuan berinvestasi demi masa depan yang lebih baik. Didirikan oleh GIC dan Temasek, visi kami adalah menjadi Pusat Keunggulan Asia untuk pendidikan dan riset manajemen kekayaan serta aset.
WMI menyediakan serangkaian program sertifikasi dan diploma berbasis praktik yang komprehensif serta bekerja sama dengan universitas-universitas terkemuka untuk program magister. Dengan lebih dari 20.000 pendaftaran tahunan, WMI melayani komunitas profesional yang beragam di seluruh Asia-termasuk manajer kekayaan dan aset, family office, serta profesional di bidang pajak, hukum, kepatuhan, dan regulasi keuangan melalui lebih dari 160 program. WMI diakui sebagai penyedia pelatihan utama di Singapura untuk perbankan privat dan manajemen kekayaan.
WMI memimpin Global-Asia Family Office (GFO) Circle, sebuah platform jaringan terpercaya yang membangun kemampuan dan memupuk komunitas di dalam sektor family office. GFO Circle didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB) dan Monetary Authority of Singapore (MAS). WMI juga memimpin Asia Centre for Changemakers (ACC), yang didukung oleh Temasek Trust dan Philanthropy Asia Alliance (PAA). ACC bertujuan untuk membangun kapasitas dan membina jaringan changemaker yang aktif serta terinformasi dengan fokus di kawasan Asia.
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.