• Home
  • Bisnis
  • Dialog Walikota Global di Wuhan Berfokus pada Inovasi dan Kerja Sama Perkotaan

Dialog Walikota Global di Wuhan Berfokus pada Inovasi dan Kerja Sama Perkotaan

Kamis, 24 September 2026 | 12:10
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Keterangan Foto: Global Mayors Dialogue dan 2026 Wuhan International Friendship Cities Cooperation Conference resmi dimulai pada 20 September. (Foto oleh Chen Liang)

WUHAN, TIONGKOK - Media OutReach Newswire - 23 September 2026 - Global Mayors Dialogue · Wuhan dan 2026 Wuhan International Friendship Cities Cooperation Conference, yang berlangsung pada 18-21 September, mempertemukan 80 tamu internasional dari 24 kota di 22 negara, menurut penyelenggara.

Dalam acara tersebut, para wali kota dan perwakilan kota dari enam kota kembar internasional Wuhan menyerukan kerja sama yang lebih erat di bidang teknologi, industri, pendidikan, dan kebudayaan.

Perwakilan dari Manchester, Inggris; Kemi, Finlandia; Cape Town, Afrika Selatan; Yangon, Myanmar; Rzeszów, Polandia; dan Turkistan, Kazakhstan turut berpartisipasi dalam diskusi mengenai inovasi perkotaan, kerja sama industri, dan pertukaran budaya.

Manchester: Awal Baru Setelah 40 Tahun Persahabatan

Tahun ini menandai peringatan 40 tahun hubungan kota kembar antara Wuhan dan Manchester.

Shaukat Ali, Lord Mayor Manchester, mengatakan bahwa kotanya siap memperdalam kerja sama dengan Wuhan dalam bidang pendidikan, kebudayaan, urusan kepemudaan, inovasi, dan industri.

"Manchester berkomitmen untuk mendorong transformasi perkotaan melalui kerja sama terbuka, berbagi peluang, dan mendorong pembangunan bersama dengan kota-kota kembar internasional seperti Wuhan," ujarnya.

Ali mengatakan Manchester telah berkembang dari kota pascaindustri menjadi ekonomi yang berorientasi pada inovasi, dengan fokus pada manufaktur maju, kecerdasan buatan, ilmu hayati, dan teknologi hijau.

Menurutnya, kedua kota dapat berbagi pengalaman dalam transformasi perkotaan, kawasan inovasi, kerja sama antara universitas dan industri, serta pembangunan rendah karbon, sembari mendorong terjalinnya hubungan antara universitas, perusahaan, dan lembaga penelitian.

Ia juga menyoroti hubungan pendidikan dan kebudayaan yang telah terjalin, termasuk kerja sama antara Hubei University dan Manchester Metropolitan University, serta pertukaran antara Royal Northern College of Music dan Wuhan Conservatory of Music.

Kemi: Menyeimbangkan Pertumbuhan dengan Perlindungan Lingkungan

Mikko Koivulehto, Ketua Dewan Kota Kemi, mengatakan bahwa kota di Finlandia tersebut berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.

"Kami percaya bahwa melindungi alam dan membangun kota yang makmur dapat berjalan beriringan," ujarnya.

Kemi, sebuah kota pelabuhan di wilayah Lapland, Finlandia, telah mengembangkan industri yang berbasis pada bahan baku terbarukan, energi bersih, dan ekonomi bio. Kota tersebut juga berupaya mengembangkan sektor pariwisata dan meningkatkan kelayakan huni.

Tahun ini menandai 10 tahun hubungan pertukaran persahabatan antara Wuhan dan Kemi. Kedua kota telah bekerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, ekonomi sirkular, pariwisata, dan pertukaran pemuda.

Cape Town: Teknologi dan Lapangan Kerja Menjadi Kunci Transformasi Perkotaan

Lungelo Mbandazayo, City Manager Cape Town, mengatakan bahwa inovasi teknologi, pengembangan talenta, infrastruktur, dan pembaruan hijau merupakan kunci transformasi Wuhan.

Cape Town, yang merupakan UNESCO City of Design, berupaya memperluas sektor teknologi dan digital sekaligus mendorong teknologi hijau dan ekonomi yang inklusif.

Mbandazayo mengatakan bahwa pengangguran kaum muda masih menjadi tantangan utama bagi Cape Town dan bahwa perkembangan teknologi perlu menciptakan lapangan kerja.

Setelah mengunjungi sejumlah perusahaan dan fasilitas teknologi di Wuhan, ia mengatakan Cape Town berharap dapat memperdalam pertukaran dengan Wuhan dalam bidang teknologi dan pengembangan talenta.

Yangon: Mencari Kerja Sama Praktis dengan Wuhan

Wali Kota Yangon Myo Myint Aung mengatakan bahwa kotanya ingin belajar dari pengalaman Wuhan dalam pengembangan kota pintar, tata kelola digital, transportasi cerdas, dan ketahanan perkotaan.

Wuhan dan Yangon menandatangani surat pernyataan niat untuk pertukaran dan kerja sama persahabatan dalam acara tersebut.

Yangon sedang mengembangkan rencana jangka panjang untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk serta memperluas infrastruktur perkotaan, industri, dan transportasinya.

Dalam kunjungannya ke Wuhan pada 19 September, Myo mengunjungi monorel gantung "Photon" di Optics Valley, HGTECH, serta sebuah pabrik peralatan rumah tangga pintar Xiaomi.

"Kami datang ke Wuhan bukan sekadar untuk mengamati, tetapi untuk belajar dan bekerja sama," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Yangon berharap dapat mengembangkan manufaktur pintar dan memperkuat kerja sama di bidang teknologi informasi.

Rzeszów: Peluang di Bidang Dirgantara dan Teknologi

Wali Kota Rzeszów Konrad Fijołek mengatakan bahwa kota di Polandia tersebut berharap dapat bekerja sama dengan Wuhan dalam bidang dirgantara, teknologi sensor, keanekaragaman hayati, dan aksi iklim.

Rzeszów merupakan rumah bagi "Aviation Valley", salah satu klaster industri dirgantara utama di Eropa Tengah.

"Mengeksplorasi kerja sama dengan Wuhan adalah alasan saya datang ke sini," ujar Fijołek.

Setelah mengunjungi HGTECH dan sebuah pabrik peralatan rumah tangga pintar Xiaomi, ia mengatakan bahwa manufaktur otomatis Wuhan serta teknologi sensor dan sistem satelit yang dikembangkan di kota tersebut memberikan kesan yang kuat baginya.

Ia mengatakan bahwa kota dapat membantu menghubungkan universitas, perusahaan, dan lembaga penelitian sekaligus mendorong kerja sama internasional.

Turkistan: Lima Bidang Kerja Sama

Wali Kota Turkistan Azimbek Pazylbekuly mengatakan bahwa kotanya berharap dapat memperluas kerja sama dengan Wuhan dalam lima bidang, yaitu pariwisata dan kebudayaan; pendidikan dan sains; investasi dan kewirausahaan; digitalisasi dan inovasi; serta transportasi dan logistik.

Wuhan dan Turkistan menandatangani memorandum niat untuk pertukaran dan kerja sama persahabatan dalam acara tersebut.

Turkistan, kota kuno di Jalur Sutra dan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO, telah mengembangkan berbagai industri, termasuk pengolahan makanan, tekstil, furnitur, dan bahan bangunan.

Pazylbekuly mengatakan bahwa kerja sama antara pemerintah, perusahaan, universitas, dan lembaga penelitian dapat membantu mengubah pertukaran antara kedua kota menjadi proyek-proyek nyata.

Konferensi tersebut juga mencakup perayaan hari jadi hubungan kota persahabatan serta upacara penandatanganan 10 proyek kerja sama. Selain itu, daftar digital mengenai peluang kerja sama dan sebuah inisiatif kerja sama internasional antarkota persahabatan turut diluncurkan.

Selama berada di Wuhan, para wali kota yang berkunjung meninjau berbagai fasilitas teknologi, manufaktur, dan ekologi di kota tersebut, termasuk monorel gantung Optics Valley, pusat konservasi pesut tak bersirip Sungai Yangtze, serta fasilitas Xiaomi, HGTECH, dan Dongfeng Motor.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top