• Home
  • Bisnis
  • Uzbekistan Dorong Asia Tengah yang Lebih Terhubung dan Berdaya Saing

Uzbekistan Dorong Asia Tengah yang Lebih Terhubung dan Berdaya Saing

Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:45
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

Bank Sentral Republik Uzbekistan dan GFTN yang berkantor pusat di Singapura mempertemukan lebih dari 6.000 peserta dari 74 negara di Tashkent untuk mempercepat investasi, inovasi keuangan, dan konektivitas regional.

TASHKENT, UZBEKISTAN - Media OutReach Newswire - 24 Agustus 2026 - Uzbekistan hari ini memaparkan agenda reformasi keuangannya kepada masyarakat global, dengan mempertemukan para pembuat kebijakan, regulator, investor, dan pendiri perusahaan untuk mewujudkan ambisinya menjadi gerbang bagi modal, teknologi, dan konektivitas keuangan di seluruh Asia Tengah.

Silk Road Finance & Technology Forum 2026, yang diselenggarakan oleh Central Bank of the Republic of Uzbekistan bersama Global Finance & Technology Network (GFTN) yang berkantor pusat di Singapura, serta digelar bersama Ant International, mempertemukan lebih dari 6.000 peserta dari 74 negara, hampir 200 pembicara, dan lebih dari 25 investor yang mewakili aset kelolaan senilai US$4 miliar.

Diselenggarakan di CAEx pada 24-25 Agustus, Forum ini kemudian berlanjut di Islamic Civilisation Centre pada 26 Agustus melalui The Azimuth, sebuah program khusus yang berfokus pada keuangan syariah dan kewirausahaan.

Dorongan Reformasi Uzbekistan Membuka Pintu bagi Investasi Global

Dalam pembukaan Forum, H.E. Jamshid Kuchkarov, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Uzbekistan, memaparkan tahap berikutnya dari transformasi ekonomi negaranya: mengubah satu dekade reformasi menjadi pasar yang lebih berkembang, partisipasi sektor swasta yang lebih besar, serta investasi jangka panjang.

"Selama 10 tahun terakhir, sebagai hasil dari reformasi struktural, perekonomian kami telah menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan stabil. Dalam periode tersebut, ukuran perekonomian kami telah meningkat tiga kali lipat. Ke depan, kami akan berupaya mencapai peringkat kredit investment grade, menyelesaikan proses aksesi ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), terus mengurangi peran negara dalam perekonomian, serta melanjutkan reformasi yang berorientasi pada pasar. Upaya ini akan memperkuat peran sektor swasta, memperdalam integrasi Uzbekistan ke dalam perekonomian global, dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi investor domestik maupun internasional," ujar H.E. Jamshid Kuchkarov.

Uzbekistan memasuki Forum dengan momentum ekonomi dan regulasi yang kuat. PDB tumbuh 8,5% pada paruh pertama 2026, investasi asing mencapai US$8,3 miliar pada kuartal pertama, dan Moody's menaikkan peringkat utang negara Uzbekistan menjadi Ba2 pada Juni. Dekret Presiden PQ-359 dan National FinTech Strategy mendorong pengembangan open banking, pembayaran digital, dan inovasi keuangan, dengan target investasi fintech sebesar US$1 miliar pada 2030. Adopsi pembayaran digital meningkat dari 39% pada 2021 menjadi 71% pada 2025.

Dalam pidato pembukaannya yang bertajuk The Silk Road Initiative: Turning a Socio-Economic Heritage into Central Asia's Financial Innovation Corridor, H.E. Timur Ishmetov, Gubernur Central Bank of the Republic of Uzbekistan, memaparkan strategi fintech negara tersebut melalui lima pilar yang terinspirasi dari warisan intelektual dan komersial kawasan: Al-Jabr, memulihkan hal-hal yang masih kurang; Al-Muqabala, menyeimbangkan berbagai elemen dalam ekosistem keuangan yang berkelanjutan; Zarkaynar, menciptakan pasar tempat inovasi bertemu dengan peluang; Saroy, membangun infrastruktur keuangan bersama; dan Madrassa, mengembangkan talenta.

Dengan 57% pembayaran kini dilakukan secara nontunai, kontribusi UKM yang mencakup lebih dari separuh perekonomian, serta target melatih 5.000 generasi muda di bidang teknologi keuangan pada 2030, Bank Sentral menerjemahkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam regulatory sandbox, API open banking, infrastruktur pembayaran, dan kerangka kerja inovasi.

"Skala saja tidaklah cukup. Tujuannya haruslah menerjemahkan adopsi teknologi dan pertumbuhan transaksi menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan, persaingan, serta perkembangan sektor keuangan yang lebih luas, sembari mempertahankan stabilitas keuangan, ketahanan, dan kepercayaan publik," ujar Gubernur Ishmetov.

Sopnendu Mohanty, Group CEO, Global Finance & Technology Network, menambahkan:

"Uzbekistan memiliki berbagai modal yang diperlukan untuk menjadi gerbang keuangan digital Asia Tengah: komitmen politik yang kuat, reformasi regulasi yang berani, adopsi digital yang terus berkembang, serta ambisi yang jelas untuk menarik investasi internasional. Langkah berikutnya adalah mengubah fondasi tersebut menjadi investasi, kemitraan, dan koridor keuangan yang menghubungkan Asia Tengah dengan dunia. Inilah yang dirancang untuk dipercepat oleh Silk Road Finance & Technology Forum."

Peluang tersebut hadir ketika fintech semakin kokoh menjadi bagian dari arus utama sistem keuangan global. Pada 2025, pendapatan fintech global mencapai US$504 miliar, tumbuh 22% dan lebih dari empat kali lebih cepat dibandingkan lembaga keuangan konvensional. Sementara itu, 74% perusahaan fintech publik terbesar telah membukukan keuntungan, menurut 2026 Global Fintech Report yang diterbitkan BCG dan FT Partners.

Bagi Asia Tengah, peluangnya adalah menangkap lebih banyak pertumbuhan tersebut dengan memadukan inovasi keuangan, inklusi, dan konektivitas regional dengan fondasi regulasi serta kelembagaan yang diperlukan untuk menarik modal jangka panjang.

Dari Reformasi Domestik Menuju Jalur Sutra Keuangan

Forum ini mengkaji bagaimana transformasi domestik Uzbekistan dapat mendukung sistem keuangan Asia Tengah yang lebih terhubung, dengan prioritas yang mencakup pasar yang dapat menjadi tujuan investasi, sistem pembayaran yang saling terhubung, identitas digital, API terbuka, tokenisasi, uang digital, penyelesaian transaksi lintas batas, serta modal institusional jangka panjang.

Infrastruktur keuangan Asia Tengah yang relatif masih muda menciptakan peluang untuk membangun sistem yang saling terhubung tanpa harus mewarisi seluruh keterbatasan arsitektur lama. Langkah berikutnya adalah beralih dari digitalisasi domestik menuju konektivitas lintas batas, dengan penyelesaian transaksi yang lebih cepat, biaya remitansi yang lebih rendah, serta infrastruktur yang mampu menghubungkan sistem keuangan nasional.

Ambisi yang lebih luas adalah mengadaptasi kembali Jalur Sutra bersejarah untuk ekonomi digital, dengan memperluas perannya dari sekadar pergerakan barang menjadi pergerakan uang, modal, dan data antara Asia Tengah dan berbagai pasar di Timur Tengah, Tiongkok, Asia Selatan, serta Asia Tenggara.

Namun, konektivitas yang lebih luas membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Regulasi yang dapat diprediksi, pasar yang lebih berkembang, modal institusional, keamanan siber, serta tata kelola yang tepercaya akan menentukan apakah jalur pembayaran baru, AI, tokenisasi, dan aset digital dapat berkembang dengan aman melintasi batas negara.

Undang-Undang Perbankan Syariah Baru Membuka Akses Uzbekistan ke Pasar US$6 Triliun

Undang-undang perbankan syariah baru Uzbekistan, yang mulai berlaku pada Juni 2026, menciptakan kerangka hukum pertama di negara tersebut untuk perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah sekaligus membuka potensi akses ke pasar keuangan syariah global dengan total aset yang mendekati US$6 triliun.

Forum ini mencapai puncaknya pada 26 Agustus melalui The Azimuth di Islamic Civilisation Centre, yang berfokus pada standar, tata kelola syariah, likuiditas, infrastruktur digital, serta modal lintas batas yang diperlukan untuk mengembangkan sektor tersebut. Peluang ini tidak hanya mencakup pengembangan perbankan syariah domestik, tetapi juga menempatkan Uzbekistan sebagai jembatan antara Asia Tengah dan pasar keuangan syariah di kawasan Teluk, Türkiye, Asia Selatan, serta Asia Tenggara.

Gubernur Ishmetov menyampaikan undangan langsung kepada investor dan inovator internasional: "Uzbekistan terbuka bagi investasi, teknologi, keahlian, dan kemitraan jangka panjang. Bangun bisnis di sini. Uji solusi-solusi baru di sini. Berinvestasilah di sini. Kembangkan talenta di sini. Dengan kemitraan yang tepat, Asia Tengah dapat menjadi kawasan keuangan yang lebih terhubung, kompetitif, dan terintegrasi secara internasional."

Tentang Silk Road Finance & Technology Forum

Silk Road Finance & Technology Forum perdana diselenggarakan di Tashkent pada 24-26 Agustus 2026 dan digelar bersama oleh Central Bank of the Republic of Uzbekistan serta Global Finance and Technology Network (GFTN). Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, regulator, investor, dan pendiri perusahaan untuk membentuk koridor keuangan Asia Tengah berikutnya melalui lima tema strategis: pembayaran dan infrastruktur digital; keuangan syariah dan koridor baru; AI dan teknologi berkembang; tokenisasi dan aset digital; serta keuangan dan regulasi lintas batas.

LinkedIn: Global Finance & Technology Network di LinkedIn
Situs web: Silk Road Finance & Technology Forum

Tentang Global Finance & Technology Network (GFTN)

Global Finance & Technology Network (GFTN) adalah organisasi nirlaba yang berkantor pusat di Singapura dan didirikan pada 2024. Dengan kantor di Tokyo, Berlin, dan India, GFTN memiliki misi untuk menjembatani kebijakan, modal, dan teknologi guna membangun sistem keuangan yang tangguh, efisien, dan inklusif. GFTN Services menyelenggarakan forum-forum global di lima benua, yang mempertemukan inovator, pengusaha, investor, dan pembuat kebijakan dari lebih dari 130 negara. Organisasi ini memberikan masukan kebijakan kepada pemerintah untuk mendorong inovasi teknologi keuangan, inklusi, dan pengembangan kapasitas. GFTN Capital akan menjadi perusahaan modal ventura yang berinvestasi pada perusahaan fintech tahap pertumbuhan di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gftn.co.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top