• Home
  • Bisnis
  • Allianz: Booming Pusat Data Membuka Era Baru Risiko dan Peluang Infrastruktur bagi Industri Asuransi

Allianz: Booming Pusat Data Membuka Era Baru Risiko dan Peluang Infrastruktur bagi Industri Asuransi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:54
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 12 Agustus 2026 - Kecerdasan buatan (AI) mendorong salah satu siklus investasi infrastruktur terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Namun, pembangunan pusat data secara cepat di seluruh dunia juga menciptakan era baru risiko konstruksi, operasional, iklim, dan asuransi, menurut laporan terbaru Allianz Commercial berjudul The data center construction boom: risks and claims trends. Investasi tahunan pada pusat data diproyeksikan meningkat dua kali lipat, dari sekitar US$500 miliar pada 2024 menjadi lebih dari US$1 triliun pada awal 2027. Peluang investasi tersebut mencakup jauh lebih banyak daripada sekadar gedung server, tetapi juga meliputi pembangkit listrik, infrastruktur jaringan listrik, sistem pendingin, jaringan komunikasi, serta semikonduktor. Menurut Allianz Research, Amerika Serikat dan China diperkirakan menyumbang sekitar 62% dari penambahan kapasitas global baru hingga 2030. Namun, gelombang investasi berikutnya semakin bersifat global. Di Eropa, Jerman, Inggris, dan Irlandia tetap menjadi pasar utama, tetapi ekspansi yang lebih cepat diperkirakan terjadi di Spanyol, Finlandia, dan Denmark, di mana ketersediaan listrik serta kondisi perizinan dapat lebih menguntungkan. Di kawasan Asia Pasifik, tidak termasuk China, kapasitas terpasang diproyeksikan meningkat dari sekitar 9 GW saat ini menjadi lebih dari 28 GW pada 2030, dengan Malaysia diperkirakan mengalami pertumbuhan lebih dari sepuluh kali lipat.

"AI mengubah generasi terbaru pusat data, dari aset real estat khusus menjadi infrastruktur yang sangat penting bagi kelangsungan operasional," ujar Thomas Lillelund, CEO Allianz Commercial. "Skala investasinya luar biasa besar dan, seiring pusat-pusat data ini berkembang dari sekadar penyimpanan data tradisional menjadi fasilitas yang membutuhkan komputasi berperforma tinggi, keberhasilan akan semakin bergantung pada ketahanan: akses terhadap listrik, rantai pasokan yang andal, pengendalian konstruksi yang kuat, serta pemilihan lokasi yang mempertimbangkan faktor iklim dan program asuransi yang mencerminkan risiko akumulasi yang sebenarnya. Memang, perlindungan asuransi yang komprehensif telah menjadi prasyarat untuk pembiayaan banyak proyek infrastruktur AI berskala besar."

Ketahanan Harus Menjadi Pusat Operasional Pusat Data

Kendala terbesar yang dihadapi sektor ini semakin bersifat fisik, bukan lagi finansial. Keunggulan kompetitif semakin ditentukan oleh akses terhadap listrik, koneksi jaringan listrik, perizinan, peralatan khusus, dan tenaga kerja terampil. Di Amerika Serikat saja, industri konstruksi menghadapi kekurangan sekitar 439.000 pekerja terampil, sementara diperkirakan diperlukan tambahan 349.000 pekerja pada 2026. Ketahanan terhadap perubahan iklim juga semakin menjadi pertimbangan strategis, bukan sekadar persoalan operasional yang dipikirkan belakangan. Sekitar 79% kapasitas pusat data global saat ini berada di wilayah yang terpapar peningkatan risiko bencana alam, sementara 54% terpapar tekanan kronis akibat panas dan kekeringan. Beberapa pasar infrastruktur AI yang tumbuh paling cepat juga termasuk wilayah yang paling rentan terhadap dampak iklim, antara lain Northern Virginia di Amerika Serikat, Johor di Malaysia, dan Marseille di Prancis. Paparan terhadap banjir, kebakaran hutan, dan angin ekstrem paling tinggi terjadi di kawasan Amerika, yang memengaruhi 86% kapasitas, sedangkan tekanan kronis akibat panas dan kekeringan paling besar terjadi di Asia Pasifik, di mana 89% kapasitas terpapar risiko tersebut.

Pasar Asuransi Pusat Data Global Diproyeksikan Lebih dari Dua Kali Lipat pada 2030

Asuransi berkembang seiring dengan pertumbuhan sektor ini. Ketika pusat data mengambil peran yang semakin penting dalam infrastruktur, perlindungan asuransi yang komprehensif telah menjadi prasyarat untuk pembiayaan banyak proyek infrastruktur AI berskala besar. Biaya pembangunan satu kampus pusat data AI dapat melampaui US$20 miliar, dengan nilai yang diasuransikan meningkat secara signifikan setelah peralatan komputasi berperforma tinggi dipasang. Pasar asuransi pusat data global diproyeksikan tumbuh dari sekitar US$11 miliar saat ini menjadi lebih dari US$24 miliar pada 2030, yang mencerminkan ekspansi kapasitas yang cepat, peningkatan nilai yang diasuransikan, serta kompleksitas operasional yang semakin tinggi. Permintaan diperkirakan tidak lagi terbatas pada perlindungan properti tradisional, tetapi akan berkembang menuju solusi terpadu yang mencakup konstruksi, teknik, properti, gangguan bisnis, siber, dan tanggung gugat. Perkembangan ini juga menciptakan peluang baru di bidang ketahanan energi, kesinambungan operasional, dan risiko teknologi.

Tren Risiko dan Klaim: Kebakaran Mendorong Tingkat Keparahan Kerugian, Kerusakan Air Paling Sering Terjadi

Analisis Allianz Commercial terhadap data industri mengenai klaim yang berkaitan dengan pusat data menunjukkan bahwa kebakaran merupakan faktor utama yang mendorong tingkat keparahan kerugian, dengan kontribusi jauh di atas 50% dari total kerugian sekitar €700 juta (US$800 juta). Aktivitas bencana alam menempati posisi kedua, diikuti tindakan yang disengaja, yang mencakup kejahatan dan insiden siber, kemudian kegagalan pasokan listrik. Sementara itu, kerusakan akibat air merupakan penyebab klaim pusat data yang paling sering terjadi, disusul tindakan yang disengaja, kebakaran, dan kerusakan peralatan. Gangguan bisnis merupakan faktor utama yang menentukan tingkat keparahan klaim berdasarkan lini asuransi, yang menunjukkan besarnya dampak finansial akibat terhentinya operasional.

Profil risiko pusat data berubah seiring fasilitas menjadi semakin besar, kompleks, dan saling bergantung satu sama lain. Kampus pusat data berskala hiperskala dan colocation dapat menggabungkan banyak penyewa, pekerjaan konstruksi, server, utilitas pendukung, serta infrastruktur di lokasi yang sama, baik secara fisik maupun operasional. Oleh karena itu, satu kejadian dapat memicu klaim di berbagai lini, termasuk properti, konstruksi, gangguan bisnis, tanggung gugat, siber, dan keuangan. Studi kasus klaim nyata menunjukkan bahwa pada fasilitas hiperskala, kerusakan pada sistem pendingin eksternal, kerusakan akibat kebakaran yang berkaitan dengan pekerjaan panas (hot works), serta keterlambatan dimulainya operasional akibat gangguan listrik, masing-masing dapat menimbulkan kerugian dalam kisaran US$50 juta hingga US$100 juta.

"Bagi perusahaan asuransi, pertanyaan utamanya bukan hanya mengenai nilai bangunan, tetapi juga konsentrasi nilai dan ketergantungan yang terdapat di dalam maupun di sekitar bangunan tersebut. Listrik, sistem pendingin, baterai, jalur serat optik, pengujian dan komisioning, serta perencanaan kesinambungan bisnis semuanya merupakan bagian dari gambaran risiko yang sama. Mitigasi risiko yang efektif harus dimulai sejak tahap awal dan terus dilakukan sepanjang siklus hidup pusat data. Ketahanan harus dirancang sejak tahap perencanaan paling awal," jelas Christian Kolbe, Global Head of Construction Claims di Allianz Commercial.

Kejelasan Antarpolis Asuransi Sangat Penting untuk Menghindari Ambiguitas

Proyek pusat data mencakup berbagai tahapan proyek dengan banyak pemangku kepentingan dan kepentingan yang terlibat, sehingga dapat menimbulkan sejumlah komplikasi. Selama tahap konstruksi, para pemangku kepentingan meliputi pemilik, pengembang, kontraktor, dan subkontraktor. Sementara itu, pada tahap operasional, pemangku kepentingannya mencakup pemilik sekaligus operator, serta kemungkinan banyak penyewa atau pengguna akhir. Sebagai contoh, beberapa polis asuransi yang berbeda dapat memberikan perlindungan terhadap kebakaran akibat pekerjaan panas (hot works) yang menyebabkan kerusakan pada pusat data yang hampir selesai dibangun. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pemangku kepentingan yang berbeda.

"Kejelasan sangat penting dalam menangani klaim asuransi," ujar Charlotte Field, Regional Head of Short-tail Claims, Asia, di Allianz Commercial. "Dokumentasi serah terima yang jelas sangat penting dalam proses peralihan antara polis construction all-risk dan polis operasional. Tidak boleh ada ambiguitas mengenai penyelesaian praktis (practical completion), sehingga dapat menghindari perselisihan mengenai polis mana yang memberikan perlindungan terhadap suatu kejadian tertentu dan sejauh mana cakupan perlindungannya."

https://commercial.allianz.com/
https://www.linkedin.com/company/allianz-commercial/


Tentang Allianz Commercial

Allianz Commercial merupakan pusat keahlian dan lini bisnis global Allianz Group yang menyediakan perlindungan asuransi bagi perusahaan menengah, perusahaan besar, serta risiko-risiko khusus. Nasabah kami mencakup merek konsumen terbesar di dunia, lembaga keuangan dan pelaku industri, industri penerbangan dan pelayaran global, serta perusahaan keluarga dan perusahaan menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian. Kami juga memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko unik, seperti taman pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, proyek infrastruktur, dan produksi film.

Dengan didukung oleh para karyawan, kekuatan finansial, serta jaringan dari merek asuransi nomor satu di dunia, kami bekerja sama untuk membantu nasabah mempersiapkan diri menghadapi berbagai hal yang akan datang. Mereka mempercayai kami untuk menyediakan berbagai solusi pengalihan risiko tradisional maupun alternatif, layanan konsultasi risiko yang unggul, layanan multinasional, serta penanganan klaim yang lancar.

Allianz Commercial menyatukan bisnis asuransi korporasi besar milik Allianz Global Corporate & Specialty (AGCS) dengan bisnis asuransi komersial dari entitas Allianz Property & Casualty nasional yang melayani perusahaan-perusahaan menengah. Kami hadir di lebih dari 200 negara dan wilayah, baik melalui tim kami sendiri maupun melalui jaringan dan mitra Allianz Group.

Pada 2025, bisnis terintegrasi Allianz Commercial menghasilkan premi bruto global sekitar €17,3 miliar.

https://commercial.allianz.com



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
Hansgrohe Group Peringati 125 Tahun Inovasi
Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:38
BERIKAN KOMENTAR
Top