BANGKOK, THAILAND - Media OutReach Newswire - 4 Agustus 2026 - Selama enam dekade, Thailand Board of Investment (BOI) telah menjadi arsitek utama lanskap ekonomi Thailand dengan menerjemahkan ambisi nasional menjadi pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Didirikan pada tahun 1966, perjalanan panjang BOI ditandai oleh visi kelembagaan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebijakan. Dari membangun fondasi industri substitusi impor pada masa awal berdirinya hingga menjadikan Thailand sebagai pusat manufaktur dan mampu menghadapi berbagai perubahan ekonomi global, BOI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan teknologi serta pembangunan sosial.
Perjalanan tersebut tercermin dalam hubungan investasi jangka panjang yang terjalin dengan banyak perusahaan paling berpengaruh di dunia. Perusahaan-perusahaan global seperti Toyota, Minebea, Delta Electronics, Cargill, Western Digital, Seagate, Microchip, dan Analog Devices (ADI), bersama banyak pemimpin industri lainnya, tidak hanya berinvestasi di Thailand, tetapi juga berkembang, berekspansi, dan berinovasi dalam ekosistem yang dibangun melalui arah kebijakan yang konsisten serta dukungan kuat dari pemerintah. Keberadaan mereka yang berkelanjutan menunjukkan stabilitas makroekonomi Thailand, posisi strategis negara tersebut, serta peran BOI sebagai institusi yang andal dalam mendukung investasi asing.
Memperingati hari jadinya yang ke-60, BOI memanfaatkan pengalaman panjang tersebut untuk merancang tahap berikutnya dari transformasi ekonomi Thailand. Dengan mengusung tema "Shaping Thailand's Future Through Strategic Investment" (Membentuk Masa Depan Thailand Melalui Investasi Strategis), fokus BOI kini bergeser menuju penguatan posisi Thailand sebagai basis produksi bernilai tambah tinggi yang didorong oleh inovasi, keberlanjutan, dan industri masa depan yang sejalan dengan tren struktural jangka panjang. Strategi ini juga menempatkan integrasi regional dan kemitraan lintas negara sebagai prioritas utama, mencerminkan ambisi Thailand untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin terfragmentasi.
Kepercayaan Global yang Semakin Kuat: Kinerja Luar Biasa Thailand pada 2025
Respons para investor sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa penyesuaian strategi tersebut mulai membuahkan hasil. Rekor nilai investasi yang berhasil dicapai menjadi sinyal awal meningkatnya kepercayaan terhadap arah kebijakan baru Thailand sekaligus kredibilitas institusional yang telah dibangun BOI selama enam dekade.
Sepanjang tahun 2025, total permohonan investasi mencapai US$60,23 miliar (1,87 triliun baht) dari 3.370 proyek, meningkat 67% dari sisi nilai investasi dan 11% dari jumlah proyek dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan fokus BOI terhadap investasi berbasis teknologi sekaligus memperkuat peran Thailand sebagai pusat investasi regional. Momentum tersebut berlanjut pada tahun 2026. Selama semester pertama (Januari-Juni), nilai permohonan investasi telah mencapai US$47,47 miliar (1,47 triliun baht) melalui 1.299 proyek, meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, permohonan investasi asing langsung (FDI) melonjak 80% menjadi US$44,08 miliar (1,37 triliun baht), meskipun kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan. Proyek-proyek yang disetujui selama periode tersebut diperkirakan akan menciptakan lebih dari 82.000 lapangan kerja, mendorong penggunaan bahan baku lokal senilai lebih dari US$12,46 miliar (386,9 miliar baht) setiap tahun, serta menghasilkan nilai ekspor tahunan lebih dari US$39,94 miliar (1,24 triliun baht).
Tren investasi sektoral, khususnya pada industri berteknologi tinggi dan kecerdasan buatan (AI), semakin menegaskan percepatan transformasi tersebut. Sektor digital, elektronik dan peralatan listrik, serta rantai pasok AI mengalami pertumbuhan pesat dalam manufaktur berteknologi tinggi, termasuk perangkat fotonik, papan sirkuit cetak (PCB), dan industri semikonduktor. Di sektor otomotif, Thailand semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin regional melalui produksi komponen bernilai tambah tinggi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) yang lengkap. Sementara itu, sektor pertanian dan pengolahan pangan terus naik ke rantai nilai yang lebih tinggi, sedangkan industri petrokimia dan kimia semakin berfokus pada produk-produk khusus serta penerapan ekonomi sirkular. Seluruh perkembangan ini menunjukkan reposisi bertahap Thailand dalam jaringan produksi global.
Sekretaris Jenderal BOI, Narit Therdsteerasukdi, mengatakan, "Selama enam dekade, BOI telah memainkan peran penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Thailand, mulai dari industrialisasi pada tahap awal hingga menjadi pelopor masa depan yang berbasis teknologi dan berkelanjutan. Peran kami tidak hanya menarik investasi, tetapi juga membentuk arah ekonomi secara strategis agar mampu merespons perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Capaian investasi pada 2025 dan semester pertama 2026 menjadi bukti nyata atas visi jangka panjang tersebut, sekaligus memperlihatkan kepercayaan global terhadap arah strategi kami dan komitmen kuat untuk membangun ekonomi yang stabil, inovatif, dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang."
Visi BOI: Membangun Fondasi untuk Dekade Berikutnya
Melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai, strategi BOI bertujuan memperkokoh posisi Thailand dalam peta investasi ASEAN. Dalam sepuluh tahun ke depan, BOI ingin menjadikan Thailand sebagai pusat kegiatan bisnis kawasan ASEAN, mampu menghadapi ketidakpastian geopolitik sekaligus memperkuat kolaborasi di berbagai rantai pasok global yang strategis.
Pilar utama dari visi tersebut meliputi:
Mengangkat Thailand ke Panggung Global sebagai Pusat Kolaborasi dan Peluang
Narit menegaskan bahwa Thailand menargetkan diri menjadi destinasi investasi yang menarik sekaligus "safe haven" bagi investor di tengah dinamika geopolitik global. Menurutnya, posisi Thailand yang netral secara geopolitik menjadikannya basis manufaktur ideal untuk melayani pasar ekspor dunia. Keunggulan tersebut, didukung kerja sama aktif di bidang regulasi digital, keamanan siber, dan ekonomi hijau, akan memperkuat pertumbuhan ASEAN yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan akan diselenggarakannya Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Kelompok Bank Dunia 2026 pada Oktober mendatang, Thailand diperkirakan semakin memperkuat kepemimpinannya di tingkat global melalui komitmen terhadap keterbukaan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Berinvestasi di Thailand: Keunggulan Strategis di Jantung Asia
Pesan Pemerintah Thailand sangat jelas: Thailand terbuka bagi dunia usaha dan berkomitmen mendukung keberhasilan para investor. Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, Thailand menawarkan stabilitas, akses strategis ke berbagai pasar, serta dukungan kebijakan yang konsisten.
Peran BOI kini telah berkembang, tidak lagi sekadar menawarkan berbagai insentif investasi, melainkan menjadi mitra strategis yang mendampingi investor sejak awal hingga operasional berjalan. BOI mendukung investasi bernilai tambah tinggi melalui insentif yang kompetitif, menghubungkan dunia usaha dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, memperluas akses ke mitra global serta rantai pasok internasional, sekaligus menyediakan layanan terpadu agar investasi dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
Ketika para pemimpin dunia berkumpul di Thailand, perhatian internasional kini tertuju pada besarnya potensi negara tersebut. Thailand mengajak para investor untuk bersama-sama memanfaatkan peluang ekonomi digital, mengembangkan manufaktur berkelanjutan, dan memimpin inovasi dari salah satu pusat investasi terdepan di Asia.
Temukan bagaimana bisnis Anda dapat berkembang di Thailand. Hubungi Thailand Board of Investment (BOI) dan bangun masa depan investasi Anda bersama Thailand.
Suara Keyakinan: Para Investor Mendukung Visi Thailand
Momentum pertumbuhan Thailand tidak hanya tercermin dari angka investasi, tetapi juga dari keyakinan kuat para investor yang menjadi penggeraknya.
"Komunitas bisnis secara konsisten memandang BOI sebagai platform yang terbuka dan mudah diakses, yang berperan penting dalam meningkatkan daya saing Thailand. Fokus BOI pada pengembangan tenaga kerja terampil, riset dan pengembangan (R&D), serta kemudahan regulasi memberikan jalur investasi yang jelas sekaligus menyelaraskan kebutuhan industri dengan prioritas pembangunan nasional. Dukungan terhadap energi terbarukan dan manufaktur hijau semakin menegaskan komitmen BOI dalam memastikan Thailand tetap menjadi pusat investasi regional bagi investor saat ini maupun di masa depan," ujar Heidi Gallant, Executive Director AMCHAM Thailand.
"Bagi perusahaan Jepang, BOI merupakan mitra yang sangat berharga sekaligus jembatan penting yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dunia usaha. Kepemimpinan BOI dalam mendorong transformasi hijau dan digital sangat penting untuk memperkuat rantai pasok global serta membuka peluang bisnis baru, sehingga semakin mengukuhkan posisi Thailand sebagai pusat ekspor dan inovasi. Kami berkomitmen memperdalam kerja sama strategis ini," kata ABE Ichiro, Presiden JETRO Bangkok.
"BOI lebih dari sekadar fasilitator. BOI adalah mitra strategis yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan investor sehingga mendorong pertumbuhan kami secara berkelanjutan. Tanpa BOI, kami tidak akan mampu melakukan investasi secara stabil. Visi BOI yang sejalan dengan langkah kami menuju industri masa depan seperti server AI dan robot humanoid, serta didukung kerangka ESG yang kuat, telah menjadikan Thailand sebagai basis produksi utama kami di kawasan. Kami berkomitmen melanjutkan kemitraan ini selama 60 tahun ke depan dan seterusnya," ujar Yoshihisa Kainuma, Chairman dan CEO MinebeaMitsumi Inc.
"Dukungan BOI selama bertahun-tahun telah memungkinkan Nestlé Thailand terus bertumbuh. Kami mengapresiasi kepemimpinan BOI dalam mendorong investasi berbasis ESG, yang sejalan dengan filosofi Creating Shared Value milik Nestlé. Pendekatan ini bertujuan membangun bisnis yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Thailand, lingkungan, dan para pelaku usaha lokal. Nestlé akan terus berinvestasi di Thailand serta menciptakan nilai bagi konsumen, petani, dan mitra usaha di seluruh rantai nilai kami," kata Victor Seah, Chairman dan CEO Nestlé Indochina.
Fondasi Berbasis Visi: Enam Dekade Evolusi Strategis
Keberhasilan investasi Thailand bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari strategi pemerintah yang dirancang secara matang dan terus disempurnakan selama enam dekade. Sejak dibentuk melalui Industrial Promotion Act pada tahun 1966, BOI secara konsisten menunjukkan kemampuan beradaptasi dan memimpin perubahan melalui berbagai tahapan kebijakan ekonomi.
Perjalanan kebijakan investasi Thailand berkembang melalui beberapa fase utama sebagai berikut:
Berbagai kebijakan yang diterapkan saat ini, seperti insentif transformasi hijau, visa Long-Term Resident (LTR), serta program retensi dan relokasi investasi, merupakan kelanjutan dari arah kebijakan tersebut. Langkah-langkah ini menjadi fondasi penting bagi upaya Thailand membangun ekonomi yang semakin berkelanjutan, berbasis teknologi, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.
Thailand Board of Investment/BOI
Didirikan pada tahun 1966, Kantor Dewan Investasi (Board of Investment/BOI) telah secara konsisten memainkan peran penting selama lebih dari 60 tahun dalam mendorong investasi yang memberikan nilai tambah bagi negara, baik dari investor asing maupun investor Thailand. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing nasional serta mendorong Thailand menuju era baru pertumbuhan yang berkelanjutan dan seimbang.
Pusat Layanan Investasi - Bagian Hubungan Masyarakat
Kantor Dewan Investasi (Board of Investment/BOI)
555 Vibhavadi-Rangsit Road, Chatuchak, Bangkok 10900, Thailand
Telepon: +66 (0) 2553 8111
Faks: +66 (0) 2553 8222