Pedagang kaki lima (hawker), kafe, dan restoran dapat mengklaim halaman bisnis mereka serta menyiapkan program loyalitas dan referral tanpa aplikasi, tanpa biaya awal.
SINGAPURA ? Media OutReach Newswire ? 23 Juli 2026 ? Seiring Singapura mengalokasikan lebih dari S$1 miliar untuk riset kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan talenta sepanjang periode 2025?2030, platform loyalitas pelanggan lokal STAMPEDE membantu pelaku usaha F&B (makanan dan minuman) berskala kecil memanfaatkan AI tanpa harus mempelajari teknologi yang rumit atau merekrut tim pemasaran khusus.
STAMPEDE telah membuat lebih dari 11.000 halaman bisnis gratis yang dapat diklaim oleh berbagai usaha F&B di seluruh Singapura. Halaman tersebut memberikan titik awal kehadiran digital bagi pedagang kaki lima (hawker), kafe, restoran, maupun jaringan usaha kecil, sehingga pelanggan dapat menemukan informasi penting seperti lokasi, penilaian (rating), dan detail setiap gerai.
Pemilik usaha dapat mengklaim atau membuat halaman bisnis mereka secara gratis, menyiapkan program loyalitas digital, serta meninjau sistemnya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengaktifkan paket berbayar.
Inisiatif ini hadir di tengah tekanan yang masih terus dihadapi sektor F&B di Singapura. Dalam periode 1 Januari hingga 23 Oktober 2025, sebanyak 2.431 usaha makanan ritel telah tutup. Dari jumlah tersebut, 63% merupakan bisnis yang telah terdaftar selama lima tahun atau kurang, sementara 82% dari kelompok tersebut tidak pernah mencatatkan keuntungan dalam laporan pajak tahunan mereka.
Dalam situasi tersebut, STAMPEDE berfokus pada aspek yang dapat dikendalikan langsung oleh para pelaku usaha, yaitu mendorong pelanggan untuk kembali berkunjung, menukarkan hadiah (reward), dan merekomendasikan bisnis kepada orang lain.
?Singapura berinvestasi besar dalam AI, dan itu merupakan peluang nyata. Namun, pemilik hawker atau kafe seharusnya tidak perlu menjadi ahli AI untuk dapat merasakan manfaatnya,? ujar Wilson Komala, Pendiri STAMPEDE.
?Pada akhirnya, yang diinginkan para pemilik usaha F&B hanyalah pelanggan yang kembali datang dan mengajak teman-temannya. Teknologi seharusnya bekerja secara otomatis di balik layar, mengubah aktivitas pelanggan sehari-hari menjadi tindakan yang sederhana, bukan menjadi dashboard tambahan yang harus dipantau atau keterampilan baru yang harus dipelajari pemilik usaha,? tambah Wilson.
Pelanggan dapat bergabung dengan program loyalitas di gerai yang berpartisipasi hanya dengan memindai kode QR melalui peramban (browser) di ponsel mereka, tanpa perlu mengunduh aplikasi. Karyawan juga dapat memberikan stempel digital menggunakan kamera ponsel biasa, tanpa memerlukan perangkat keras tambahan.
Platform ini menggabungkan kartu stempel digital, program hadiah referensi (referral), kupon, data pelanggan, komunikasi otomatis, serta laporan AI mingguan yang menjelaskan aktivitas pelanggan dalam bahasa yang mudah dipahami.
Hasil awal dari tiga merek F&B di Singapura menunjukkan bagaimana sistem ini mampu menghasilkan aktivitas pelanggan yang terukur. Dalam waktu kurang dari empat bulan, OMMA Chicken Soup, CHA MULAN, dan LICKERS secara bersama-sama berhasil memperoleh lebih dari 14.000 anggota program loyalitas, menghasilkan lebih dari 1.300 referral yang berhasil diselesaikan, serta mencatat lebih dari 10.700 penukaran kupon di 19 gerai.
OMMA Chicken Soup berhasil memperoleh lebih dari 5.500 anggota loyalitas dan lebih dari 300 referral yang berhasil diselesaikan di lima gerai. Sementara itu, CHA MULAN memperoleh lebih dari 7.000 anggota dan menghasilkan lebih dari 800 referral di sembilan gerai. Tingkat penukaran kupon mereka masing-masing mencapai sekitar 50% dan 55%.
?Indikator paling kuat bagi kami adalah pelanggan tidak hanya bergabung dalam program, tetapi kini juga kembali berkunjung, menukarkan hadiah, dan merekomendasikan merek kami kepada orang lain,? ujar Josiah Tan, Pendiri OMMA Chicken Soup sekaligus Co-founder CHA MULAN.
Merek es krim lokal LICKERS memperoleh lebih dari 1.600 anggota program loyalitas dan lebih dari 200 referral yang berhasil diselesaikan di lima gerai. LICKERS juga mencatat tingkat pelanggan yang kembali sebesar 33%, tertinggi di antara seluruh klien STAMPEDE.
?LICKERS selama ini berkembang berkat pelanggan setia kami. Karena itu, tingkat pelanggan yang kembali berkunjung menjadi indikator yang sangat berarti,? kata Felix Tan, Pendiri LICKERS. ?Data tersebut memberikan bukti yang lebih jelas bahwa pelanggan benar-benar kembali dan turut memperkenalkan merek kami kepada orang lain.?
Pelaku usaha dapat mengklaim atau membuat halaman STAMPEDE mereka serta menyelesaikan proses pengaturan awal secara gratis. Pembayaran baru mulai dikenakan ketika program diaktifkan, dengan paket Growth seharga S$50 per gerai per bulan.
Tentang STAMPEDE
STAMPEDE adalah platform loyalitas pelanggan dan pemasaran yang dikembangkan di Singapura untuk mendukung bisnis lokal, khususnya pelaku usaha F&B, dalam meningkatkan kunjungan pelanggan melalui kartu stempel digital, program referral, kupon, kampanye pemasaran otomatis, serta laporan AI mingguan. Dirancang untuk pemilik usaha yang sibuk dan staf operasional di garis depan, platform ini dapat digunakan langsung melalui browser tanpa mengharuskan pelanggan mengunduh aplikasi maupun menggunakan perangkat kasir khusus. Pelaku usaha dapat memulai secara gratis dan baru membayar ketika layanan mulai dioperasikan. Informasi lebih lanjut tersedia di https://stampede.sg/.