Sembilan dari Sepuluh Warga Malaysia Mengaku Sebagai Tamu Homestay yang Baik, dan Data Membuktikannya
Poin-poin utama:
KUALA LUMPUR, MALAYSIA ? Media OutReach Newswire ? 20 Juli 2026 ? Sebagian besar warga Malaysia mempraktikkan aturan tidak tertulis yang sama: lepaskan sepatu Anda di pintu, jaga ketenangan setelah jam 10 malam, mintalah izin jika Anda membawa durian ke rumah orang lain, dan apa pun yang Anda lakukan, jangan sampai menjadi alasan tetangga mengeluh. Sebuah survei baru oleh YouGov, yang diprakarsai oleh Airbnb, menunjukkan bahwa kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya menetap di rumah. Bagi sebagian besar warga Malaysia, kebiasaan tersebut ikut terbawa saat mereka bepergian.
Survei terhadap 1.000 warga Malaysia yang pernah menginap di homestay di Malaysia dalam setahun terakhir menemukan bahwa 85% menganggap menjadi tamu homestay yang penuh hormat adalah hal yang sangat penting, dan 9 dari 10 orang menggambarkan diri mereka sebagai tamu yang baik atau sangat baik*. Namun, apa yang membedakan wisatawan Malaysia bukan hanya sikap mereka ? melainkan alasan di baliknya. Motivator utama untuk berperilaku baik adalah akal sehat (61%), rasa hormat kepada tuan rumah (60%), dan nilai-nilai pribadi (59%)*.
Warga Malaysia juga mengaitkan perilaku mereka dengan sesuatu yang lebih besar ? melihat sikap bertamu yang penuh pertimbangan sebagai perpanjangan alami dari nilai-nilai Malaysia tentang rasa hormat dan perhatian terhadap orang lain*. Sebanyak 82% mengatakan mereka akan benar-benar merasa bersalah jika perilaku mereka mengganggu tetangga selama menginap, dan 4 dari 5 orang merasakan tanggung jawab terhadap komunitas sekitar*.
Warga Malaysia Tidak Sekadar Sopan, Mereka Melakukan Hal Lebih
Niat baik, ternyata, terwujud dalam tindakan. Sekitar 60% responden yang disurvei menyatakan bahwa mereka secara konsisten menunjukkan perilaku penuh pertimbangan selama menginap ? seperti menjaga ketenangan setelah hari gelap, memarkir kendaraan tanpa menghalangi orang lain, mengikuti aturan rumah, dan membuang sampah dengan benar. Dua pertiga dari mereka yang disurvei memperlakukan homestay seperti cara mereka memperlakukan rumah mereka sendiri, melakukan hal-hal di luar aturan dasar rumah. Selama menginap di homestay baru-baru ini, mayoritas tamu yang disurvei melaporkan bahwa mereka mencuci semua piring sebelum check-out, membuang sampah, dan merapikan ruangan ? bahkan beberapa di antaranya bertindak lebih jauh dengan meninggalkan catatan terima kasih, menyiram tanaman, atau merapikan hal-hal di luar apa yang mereka sentuh. Dan 77% mengatakan mereka secara rutin memeriksa aturan rumah sebelum atau di awal masa inap, bukan karena keharusan, melainkan karena mereka ingin melakukannya dengan benar.
Secara bersama-sama, tindakan sehari-hari ini menunjukkan bahwa banyak warga Malaysia melihat penyewaan jangka pendek dan homestay lebih dari sekadar akomodasi sekali pakai, melainkan sebagai sebuah undangan ke dalam rumah dan komunitas orang lain.
Dilema Durian
Kepedulian yang sama juga terlihat dalam situasi pelik seputar durian. Musim durian telah tiba, harga berada di titik terendah sepanjang masa, begitu pula dengan pertanyaan klasik tentang bagaimana cara menikmatinya tanpa mengganggu tetangga di ruang bersama. Laporan tersebut menunjukkan bahwa warga Malaysia sangat memperhatikan makanan berbau tajam di bangunan bersama. Khususnya, daripada mengambil risiko menyusahkan tuan rumah mereka, 8 dari 10 responden mengatakan mereka akan bertanya kepada tuan rumah terlebih dahulu, menyantap durian di luar ruangan atau di tempat parkir, atau menghindari membawanya sama sekali*. Ini adalah gestur kecil, tetapi menangkap sesuatu yang nyata: warga Malaysia tidak membutuhkan aturan untuk setiap situasi. Mereka sudah tahu cara membaca situasi.
Cara Bepergian yang Tidak Asing Bagi Warga Malaysia
Penyewaan jangka pendek kini telah menjadi bagian dari struktur cara warga Malaysia bepergian dan bagian dari lingkungan yang mereka lewati.
Di antara responden, 60% mengatakan mereka memilih penyewaan jangka pendek atau homestay demi nilai ekonomis yang lebih baik, 46% menyebutkan fasilitas seperti rumah seperti dapur dan fasilitas cuci baju, dan 44% karena kemampuan untuk tinggal bersama sebagai satu grup*. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa berbagi rumah (home-sharing) telah menjadi bagian yang akrab di banyak lingkungan warga Malaysia. Di antara responden yang menyatakan bahwa ada penyewaan jangka pendek atau homestay di lingkungan mereka, 96% tidak keberatan ? bahkan 71% menyatakan bahwa mereka nyaman jika ada satu di sebelah rumah mereka ? mencerminkan semakin meningkatnya keakraban dengan konsep berbagi rumah di berbagai komunitas.
Ketika Standar Tuan Rumah Bertemu Ekspektasi Tamu
Data internal Airbnb mencerminkan gambaran yang sama. Dari Maret 2025 hingga Maret 2026, lebih dari 97% masa inap yang dilakukan di Malaysia melalui Airbnb diselesaikan tanpa keluhan atau masalah yang dilaporkan. Kategori penginapan Guest Favourite di Malaysia ? rumah-rumah yang diakui karena konsisten memberikan pengalaman tamu yang luar biasa ? tumbuh lebih dari 40% antara Maret 2024 hingga Maret 2026***. Ketika tamu datang sebagai tetangga yang baik, seluruh ekosistem akan diuntungkan.
Bagi Airbnb, data ini menceritakan kisah yang konsisten: sebuah komunitas yang bangga akan pengalaman tersebut, di kedua sisi pintu.
Amanpreet Bajaj, Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara dan India, mengatakan, ?Di Airbnb, pengalaman perjalanan yang paling bermakna terjadi ketika tamu merasa terhubung tidak hanya dengan suatu tempat, tetapi dengan orang-orang dan komunitas di sekitar mereka. Hal itu bermuara pada tindakan-tindakan kecil berupa pertimbangan dan kebaikan ? sifat bertetangga yang muncul secara alami bagi banyak warga Malaysia. Seiring dengan lebih banyak orang memilih berbagi rumah untuk perjalanan kelompok dan pengalaman bersama, kami ingin terus memupuk budaya perjalanan yang penuh hormat, membantu wisatawan domestik dan mancanegara memahami adat istiadat setempat, ekspektasi komunitas, dan apa artinya menjadi tamu yang penuh perhatian. Bersama-sama, kita dapat memastikan manfaat perjalanan dirasakan tidak hanya oleh tamu dan tuan rumah, tetapi juga oleh lingkungan yang menyambut mereka.?
Membantu Wisatawan Menginap Seperti Tetangga yang Baik
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap perjalanan yang bertanggung jawab, Airbnb telah meluncurkan Good Guest Guide (Panduan Tamu yang Baik) ? sebuah sumber praktis yang menawarkan tips tentang cara menikmati Malaysia layaknya warga lokal sekaligus menjadi tamu dan tetangga yang penuh hormat. Panduan ini dibangun berdasarkan langkah-langkah platform Airbnb yang sudah ada, termasuk teknologi penyaringan reservasi, larangan pesta yang mengganggu secara global, dan Guide to Responsible Hosting in Buildings (Panduan Menerima Tamu yang Bertanggung Jawab di Bangunan), yang menyediakan Kode Etik, Saluran Dukungan Lingkungan, dan peraturan referensi bagi aktivitas penyewaan jangka pendek di bangunan-bangunan Malaysia untuk tuan rumah, tamu, dan komunitas strata. Mulai Agustus 2026, panduan ini akan tersedia bagi tuan rumah untuk ditampilkan dalam daftar properti mereka dan akan dikirimkan melalui email kepada semua tamu yang baru pertama kali memesan di Malaysia.
*Berdasarkan survei yang dilakukan oleh YouGov antara 22 Mei ? 8 Juni 2026, yang diprakarsai oleh Airbnb, terhadap 1.000 warga negara Malaysia berusia 18?45 tahun yang telah melakukan perjalanan domestik dan menginap di penyewaan jangka pendek atau homestay dalam 12 bulan terakhir.
**Berdasarkan data internal Airbnb untuk masa inap yang dipesan di Malaysia dari Maret 2025 hingga Maret 2026.
***Berdasarkan data internal Airbnb untuk daftar properti di Malaysia dari Maret 2024 hingga Maret 2026.
Tentang Airbnb
Airbnb lahir pada tahun 2007 ketika dua tuan rumah (host) menyambut tiga tamu di rumah mereka di San Francisco. Sejak saat itu, Airbnb telah berkembang menjadi komunitas dengan lebih dari 5,5 juta tuan rumah yang telah menerima 2,5 miliar kedatangan tamu di hampir seluruh negara di dunia.
Setiap hari, para tuan rumah menawarkan berbagai pilihan tempat menginap dan pengalaman unik yang memungkinkan para tamu terhubung dengan komunitas lokal melalui cara yang lebih autentik.