Kesenjangan Kapabilitas dan Sumber Daya Membatasi Potensi Pertumbuhan Perusahaan dalam Menjelajahi Peluang Ekonomi Baru
HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 15 Juli 2026 – Dah Sing Bank, Limited (“Dah Sing Bank”) mengungkapkan dalam Survei UKM (SME Survey) terbaru bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) di Hong Kong semakin mempercepat transformasi digital dan bisnis mereka. UKM juga secara aktif mengeksplorasi peluang yang muncul dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta perkembangan kawasan Northern Metropolis, sambil mencari sumber pertumbuhan baru di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah.
Dah Sing Bank tetap berkomitmen untuk memahami kebutuhan UKM dan mengikuti tantangan serta arah perjalanan transformasi bisnis mereka. Untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai tren tersebut, bank ini menugaskan pelaksanaan survei pada Mei 2026 melalui salah satu media lokal terkemuka. Survei tersebut melibatkan lebih dari 340 UKM di Hong Kong guna memahami bagaimana pelaku usaha menghadapi tantangan saat ini dan menyesuaikan strategi bisnis mereka, sekaligus mengkaji rencana dan kebutuhan terkait adopsi AI, peluang di Northern Metropolis, serta peningkatan kapabilitas bisnis.
Transformasi Semakin Mendapat Momentum
Hasil survei menunjukkan sekitar 23% perusahaan telah mengadopsi AI atau AI generatif (GenAI) dalam operasional mereka, sementara 32% lainnya berencana mengimplementasikannya dalam satu hingga dua tahun ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa momentum transformasi terus meningkat. Selain itu, hampir 70% responden menilai perkembangan Northern Metropolis dan Hetao-Hong Kong Science Park memiliki relevansi terhadap bisnis mereka di masa depan, yang mencerminkan tingginya minat untuk berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi baru.
Adopsi AI Masih Berada pada Tahap Awal
Dalam penerapan AI, UKM saat ini lebih banyak memanfaatkan teknologi tersebut untuk kebutuhan yang relatif mudah diterapkan, seperti pemasaran dan pembuatan konten (56%) serta layanan pelanggan (42%). Sebagian lainnya juga menggunakan AI untuk mendukung penjualan (35%) dan analisis data (30%).
Sebaliknya, pemanfaatan AI masih terbatas pada bidang yang lebih kompleks, seperti otomatisasi proses maupun peningkatan alur kerja (14%). Temuan ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan penggunaan AI di kalangan UKM masih berada pada tahap awal dan belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam operasional bisnis inti.
Kesenjangan Kapabilitas Menghambat Transformasi
Survei juga menyoroti tantangan besar dalam memperluas adopsi AI. Sekitar 45% UKM belum menerapkan teknologi AI, dengan lebih dari separuh responden (57%) menyebut kurangnya pengetahuan atau keterampilan yang relevan sebagai hambatan utama. Selain itu, 38% responden menyatakan belum adanya kejelasan mengenai tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI), sementara sebagian lainnya menyebut belum menemukan kasus penggunaan yang sesuai (29%) atau keterbatasan waktu dan sumber daya untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut (24%).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan dalam kapabilitas, alokasi sumber daya, dan perencanaan implementasi masih menjadi kendala utama bagi UKM dalam memperluas inisiatif transformasi mereka.
Model Bisnis dan Kebutuhan Talenta Terus Berkembang
UKM juga terus mempercepat digitalisasi melalui penerapan pemasaran media sosial (51%), platform e-commerce (43%), serta solusi pembayaran elektronik (50%). Hal ini mencerminkan pergeseran menuju model bisnis yang lebih fleksibel dan berbasis berbagai saluran (multi-channel).
Seiring meningkatnya adopsi AI, kebutuhan tenaga kerja juga mengalami perubahan. Sekitar seperempat responden menyatakan AI akan mengalihkan karyawan ke pekerjaan dengan nilai tambah yang lebih tinggi, sementara sekitar satu dari lima responden memperkirakan akan terjadi peningkatan kebutuhan terhadap keterampilan dan talenta baru. Kondisi ini mengindikasikan transisi bertahap menuju model operasional yang lebih berbasis pengetahuan dan teknologi.
Northern Metropolis Membuka Peluang Baru
Terkait perkembangan Northern Metropolis dan Hetao-Hong Kong Park, sebagian besar UKM lebih memilih berpartisipasi sebagai penyedia layanan maupun mitra pendukung dalam ekosistem yang sedang berkembang. Bentuk partisipasi tersebut meliputi penyediaan layanan atau solusi khusus bagi perusahaan di kawasan tersebut (44%), bekerja sama dengan lembaga penelitian atau perusahaan teknologi (29%), serta mengikuti proyek percontohan atau program proof of concept (25%).
Selain itu, sebagian UKM berencana menyediakan produk dan layanan bagi calon penghuni, pelaku usaha, dan tenaga kerja di kawasan tersebut (51%), maupun ikut serta dalam rantai pasok yang berkaitan dengan konstruksi dan pembangunan infrastruktur (36%). Temuan ini menunjukkan bahwa UKM secara aktif mengidentifikasi peluang yang sesuai dengan keunggulan mereka untuk menjadi bagian dari ekosistem industri yang sedang tumbuh.
Dah Sing Bank Mendukung Transformasi UKM
Untuk membantu mengatasi tantangan transformasi tersebut, Dah Sing Bank memahami bahwa UKM tidak hanya membutuhkan dukungan pembiayaan, tetapi juga arahan yang praktis dan jelas. Bank menerapkan pendekatan menyeluruh dengan menyediakan solusi pembiayaan yang fleksibel sesuai kebutuhan bisnis yang terus berkembang, sekaligus menyederhanakan proses perbankan digital dan meningkatkan layanan keuangan lintas batas guna mendukung efisiensi operasional serta kelincahan bisnis UKM.
Selain itu, Dah Sing Bank juga memberikan perhatian besar pada penyediaan wawasan pasar dan pengetahuan praktis bagi UKM. Berbagai inisiatif tersebut mencakup penyediaan informasi tren pasar terbaru serta tips bisnis melalui platform edukasi daring “SME Info Hub”. Bank juga menyelenggarakan seminar khusus UKM melalui platform edukasi “328 Business School” yang membahas berbagai topik, termasuk teknologi AI dan pemasaran digital. Seluruh upaya ini bertujuan membantu pelaku usaha memperdalam pemahaman terhadap teknologi baru dan perkembangan pasar sehingga mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Wakil Chief Executive, Senior Executive Director, sekaligus Head of Group Personal Banking Dah Sing Bank, Phoebe Wong, mengatakan, “Hasil survei menunjukkan bahwa UKM di Hong Kong semakin aktif mengeksplorasi penerapan AI serta berbagai peluang dalam ekonomi baru. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam adopsi teknologi dan alokasi sumber daya. Selama bertahun-tahun, Dah Sing Bank telah menjadi mitra tepercaya bagi UKM dalam perjalanan transformasi mereka. Selain menyediakan solusi pembiayaan yang fleksibel, kami juga berkomitmen menghadirkan wawasan pasar serta berbagai layanan bernilai tambah yang membantu pelaku usaha meningkatkan pemahaman terhadap teknologi baru dan tren pasar, sekaligus membangun kapabilitas yang dibutuhkan. Dengan menggabungkan layanan keuangan dan dukungan nyata di lapangan, kami ingin memberdayakan UKM agar mampu memanfaatkan peluang dari AI dan Northern Metropolis serta mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.”
[1] Survei dilakukan melalui kuesioner daring pada 19–29 Mei 2026 dengan melibatkan 343 UKM di Hong Kong.
# # #
Meminjam atau tidak meminjam' Pinjamlah hanya jika Anda mampu melunasinya.
Layanan dan/atau produk yang disebutkan dalam dokumen ini tidak ditujukan bagi pelanggan di Uni Eropa.
Pernyataan Pengungkapan Risiko
Transaksi Valuta Asing: Transaksi valuta asing mengandung risiko. Investasi dalam mata uang asing dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar yang dapat mengakibatkan keuntungan maupun kerugian. Nasabah yang mengonversi mata uang asing ke dolar Hong Kong (HKD) atau mata uang lainnya dapat mengalami kerugian akibat perubahan nilai tukar. Sebelum mengambil keputusan investasi, investor disarankan membaca dan memahami seluruh dokumen penawaran, termasuk pengungkapan risiko serta peringatan yang berlaku.
Risiko Mata Uang Renminbi (RMB): Konversi RMB ke HKD atau mata uang lainnya juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Nasabah dapat memperoleh keuntungan maupun mengalami kerugian akibat perubahan nilai tukar RMB. Saat ini, RMB masih berada di bawah kebijakan pengendalian devisa Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sehingga nilai tukarnya dapat dipengaruhi oleh perubahan kebijakan pemerintah.
Kecuali dinyatakan lain, materi promosi ini tidak merupakan penawaran, ajakan, maupun rekomendasi untuk melakukan transaksi valuta asing, serta tidak dimaksudkan sebagai prediksi terhadap pergerakan nilai tukar di masa mendatang. Materi ini belum ditinjau oleh Securities and Futures Commission maupun otoritas regulator lainnya di Hong Kong.
https://www.dahsing.com/html/en/index.html
Tentang Dah Sing Bank
Dah Sing Bank, Limited (“Bank”) merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Dah Sing Banking Group, Limited (HKG:2356). Didirikan di Hong Kong lebih dari 75 tahun yang lalu, bank ini telah menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan berkualitas kepada nasabahnya dengan visi menjadi “The Local Bank with a Personal Touch” (Bank Lokal dengan Sentuhan Personal). Selama bertahun-tahun, Dah Sing Bank secara konsisten mewujudkan slogan mereknya, yaitu “Together We Progress and Prosper” (Berkembang dan Maju Bersama), dengan tumbuh bersama para nasabahnya di Hong Kong, Greater Bay Area, dan wilayah lainnya. Berbekal pengalaman panjang serta fondasi yang kuat di industri perbankan, layanan profesional bank kini mencakup perbankan ritel, private banking, perbankan bisnis, serta perbankan komersial. Di saat yang sama, Dah Sing Bank juga terus melakukan investasi signifikan dalam pengembangan kapabilitas perbankan digital guna mengikuti perkembangan layanan smart banking di Hong Kong sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan secara lebih luas.
Selain menjalankan operasional perbankan di Hong Kong, Dah Sing Bank juga memiliki sejumlah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki, termasuk Dah Sing Bank (China) Limited, Banco Comercial de Macau, S.A., dan OK Finance Limited. Bank ini juga merupakan pemegang saham strategis Bank of Chongqing dengan kepemilikan saham sekitar 13,5%. Saat ini, Dah Sing Bank beserta seluruh anak perusahaannya mengoperasikan 63 kantor layanan yang tersebar di Hong Kong, Makau, dan Tiongkok Daratan.