JAKARTA, RIAUGREEN.COM - PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) telah menyelesaikan
Proyek Pembangunan Container Yard dan Infrastruktur Terminal Peti Kemas
Batu Ampar, Batam, dengan capaian progres pekerjaan 100%. Proyek ini
merupakan bagian dari pelaksanaan pekerjaan WSBP dalam mendukung
pengembangan infrastruktur pelabuhan dan logistik di kawasan barat
Indonesia.
Terminal Peti Kemas Batu Ampar merupakan salah satu
infrastruktur strategis yang berperan penting dalam mendukung aktivitas
perdagangan dan distribusi barang. Keberadaan terminal ini diharapkan
mampu meningkatkan kapasitas pelayanan, mempercepat arus bongkar muat,
serta mendorong efisiensi rantai pasok, seiring dengan meningkatnya
aktivitas logistik dan perdagangan di wilayah Batam dan sekitarnya.
Dalam
pelaksanaan proyek tersebut, WSBP menjalankan ruang lingkup pekerjaan
yang mencakup pekerjaan general, pekerjaan area container yard, serta
pekerjaan area dermaga. Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan
mengedepankan standar mutu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta
kepatuhan terhadap spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, guna
memastikan infrastruktur yang dibangun dapat beroperasi secara optimal
dan berkelanjutan.
“Penyelesaian Proyek Terminal Peti Kemas Batu
Ampar mencerminkan kemampuan WSBP dalam melaksanakan pekerjaan
konstruksi dan instalasi sesuai dengan perencanaan dan ketentuan teknis
yang ditetapkan, dengan tetap memperhatikan aspek kualitas, waktu, dan
keselamatan kerja,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate
Secretary WSBP.
Proyek ini memiliki manfaat strategis bagi
penguatan sistem logistik Indonesia. Dengan tersedianya container yard
dan infrastruktur dermaga yang memadai, terminal ini diharapkan dapat
mendukung peningkatan efisiensi kegiatan bongkar muat serta kelancaran
arus logistik. Hal ini penting untuk memperkuat peran Batam sebagai
salah satu gerbang perdagangan dan distribusi logistik nasional maupun
internasional.
Penyelesaian proyek Terminal Peti Kemas Batu Ampar
juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan
infrastruktur maritim dan logistik yang terintegrasi. Infrastruktur
kepelabuhanan yang andal dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan
daya saing ekonomi, memperlancar distribusi barang antarwilayah, serta
mendukung pertumbuhan sektor industri dan perdagangan.
“Melalui
pelaksanaan proyek ini, WSBP menjalankan perannya sebagai pelaksana
pekerjaan konstruksi infrastruktur, sejalan dengan fokus perusahaan
dalam mendukung pembangunan nasional sesuai dengan kebutuhan dan
perencanaan yang ada,” tambah Fandy.
Dalam setiap pelaksanaan
proyek, WSBP menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate
Governance) yang didukung oleh manajemen risiko yang terukur, serta
memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses bisnisnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan kinerja
perusahaan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi pemangku
kepentingan, masyarakat, dan pembangunan nasional secara keseluruhan.