JAKARTA, RIAUGREEN.COM - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
menegaskan bahwa Pemeriksaan Laporan Keuangan (LK) bukan sekadar
instrumen untuk menghasilkan opini, tetapi juga kontribusi nyata dalam
mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan tata kelola keuangan
negara dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Anggota I
BPK selaku Plt. Anggota IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, dalam acara
Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LK Kementerian Perumahan
dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), Kementerian Kehutanan,
Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KKP) dan Badan Karantina
Indonesia (Barantin) Tahun 2025 di Kantor Pusat BPK.
Plt.
Anggota IV BPK menekankan pentingnya penerapan prinsip Environmental,
Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan sumber daya kementerian
dan lembaga serta transformasi menuju Government 5.0, melalui
pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk
analisis data dan kolaborasi lintas sektor yang berpusat pada
masyarakat, lingkungan dan keberlanjutan. Kombinasi keduanya dinilai
sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pengambilan
kebijakan. Enam tantangan utama menuju Government 5.0 adalah belum
meratanya kematangan transformasi digital, fragmentasi data pemerintah,
keterbatasan talenta AI, rendahnya integritas tata kelola, kapasitas SDM
serta keamanan siber dan kolaborasi. Oleh karena itu, pendekatan
whole-of-government menjadi keniscayaan.
Pada kesempatan
tersebut, Plt Anggota IV BPK memberikan apresasi kepada empat entitas
yang meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LK Tahun 2025 dan
menekankan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi
perbaikan berkelanjutan. BPK telah menyampaikan rekomendasi strategis
untuk mendorong momentum perbaikan sistemik, penguatan pengendalian
intern, dan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan aset negara,
serta kepatuhan yang berkelanjutan.
Plt Anggota IV BPK berharap
sinergi antara BPK dengan kementerian/lembaga terus ditingkatkan agar
hasil pemeriksaan tidak hanya menjadi instrumen mempertahankan opini
yang baik, tetapi juga pendorong terwujudnya good governance,
peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengelolaan keuangan negara
yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Turut
hadir dalam kegiatan tersebut Menteri PKP, Maruarar Sirait, Menteri
Kehutanan, Raja Juli Antoni, Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, dan
Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, Direktur Jenderal PKN VI BPK,
Laode Nusriadi, Plt. Direktur Jenderal PKN IV BPK, Pemut Aryo Wibowo,
para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BPK dan
kementerian/lembaga terkait.