JAKARTA, RIAUGREEN.COM - Badan Pemeriksa Keuangan Republik
Indonesia (BPK) terus memperkuat perannya dalam mengawal agenda
prioritas pembangunan Asta Cita, khususnya di bidang ketahanan energi.
Pada Semester II Tahun 2026, BPK menetapkan Ketahanan Energi sebagai
fokus pemeriksaan tematik nasional. Energi dipilih karena merupakan
enabler utama pembangunan nasional yang menopang pertumbuhan ekonomi,
keberlangsungan industri, transportasi, pertanian, pelayanan publik, dan
kesejahteraan rakyat. BPK berkomitmen mengawal pengelolaan energi
secara akuntabel dan transparan agar manfaatnya dirasakan oleh
masyarakat luas.
Dalam perencanaan pemeriksaan tematik nasional
ketahanan energi, BPK secara proaktif melibatkan pemangku kepentingan
utama di seluruh rantai dalam ekosistem energi, dari pengambil kebijakan
hingga operator di lapangan. Kegiatan Pra Rapat Koordinasi (Pra Rakor)
dan Rakor BPK yang berlangsung pada 29 dan 30 Juli 2026 di Kantor Pusat
BPK menghadirkan di antaranya Wakil Ketua Komisi XII DPR, Sugeng
Suparwoto, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, CEO BPI
Danantara, Rosan Roeslani, Kepala BRIN, Arif Satria, Direktur Utama PLN,
Darmawan Prasodjo, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Anggota Dewan
Energi Nasional (DEN), Unggul Priyanto, Irjen Kementerian ESDM,
Yudhiawan, CIO BPI Danantara, Pandu Satria Sjahrir, Wakil Direktur
Pertamina, Oki Muraza serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk
memberikan masukan dan pemahaman yang komprehensif agar BPK memperoleh
gambaran utuh ketahanan energi dari hulu hingga hilir.
"Berdasarkan
hal ini, pemeriksaan tematik ketahanan energi akan menggunakan
pendekatan ekosistem atau cross-cutting audit. Pendekatan ini
menempatkan seluruh pelaku dalam rantai nilai energi sebagai satu
ekosistem yang saling terhubung. Karena BPK tidak hanya ingin mengetahui
apa yang terjadi, tetapi memahami akar permasalahan, risiko yang
berkembang, dan perbaikan yang diperlukan agar sistem bekerja lebih
efektif," papar Ketua BPK, Isma Yatun dalam Rakor BPK yang mengusung
tema "BPK Bermartabat dan Bermanfaat, BPK Mendukung Program Ketahanan
Energi".
Wakil Ketua BPK, Budi Prijono, dalam Pra Rakor BPK,
juga menegaskan bahwa pemahaman yang komprehensif penting dilakukan agar
pembangunan ketahanan energi melalui proses perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, dan pengawasannya, benar-benar ditujukan untuk memberi
manfaat bagi masyarakat. "BPK hadir untuk memastikan kebijakan, program,
anggaran, dan sumber daya negara dikelola secara akuntabel, efisien,
efektif, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,"
jelasnya.
Dalam pelaksanaan pemeriksaan tematik nasional ini, BPK
mengerahkan sumber daya terbaik yang dimiliki, memperkuat kolaborasi
lintas satuan kerja, dan membangun pemahaman menyeluruh terhadap
ekosistem energi nasional. Tujuannya adalah menghasilkan rekomendasi
yang relevan, implementatif, dan berdampak nyata bagi perbaikan tata
kelola energi nasional.
Kegiatan Pra Rakor dan Rakor BPK turut
dihadiri Anggota I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, Anggota II BPK, Daniel
Lumban Tobing, Anggota III BPK, Akhsanul Khaq, Anggota VI BPK, Fathan
Subchi, Anggota VII BPK, Slamet Edy Purnomo, dan para Pejabat Pimpinan
Tinggi Madya (PPTM) serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP)
BPK.