Experience
Center baru ini membantu pemimpin bisnis dan teknologi menelusuri alur
kerja AI yang aman dan terhubung, disusun sesuai prioritas bisnis yang
nyata.
SINGAPURA -
Media OutReach Newswire - 20 Agustus 2026 -
tridorian hari ini mengumumkan peluncuran Gemini Enterprise Experience
Center di Singapura, sebuah ruang fisik baru yang dirancang untuk
membantu para pemimpin perusahaan menelusuri bagaimana AI dapat
mendukung hasil bisnis yang terukur di berbagai fungsi, seperti
operasional, layanan pelanggan, penjualan, keuangan, dan pekerjaan
berbasis pengetahuan di internal perusahaan.
Berlokasi di kantor tridorian di Singapura, Gemini Enterprise Experience
Center dibuat untuk menggeser diskusi dari eksperimen AI yang hanya
dilakukan sekali dan demonstrasi yang berfokus pada fitur. Sebaliknya,
Experience Center ini dirancang berdasarkan pertanyaan praktis yang kini
banyak diajukan organisasi: masalah bisnis apa yang harus kami
selesaikan terlebih dahulu, bagaimana AI dapat diintegrasikan secara
aman ke dalam sistem dan data yang sudah ada, serta seperti apa jalur
dari ide sampai implementasi yang siap dipakai di perusahaan.
Experience Center ini menggunakan Gemini Enterprise, termasuk Gemini
Enterprise App dan Gemini Enterprise Agent Platform. Tujuannya
menunjukkan bagaimana perusahaan bisa menghubungkan data bisnis secara
aman, menjalankan alur kerja multi-step, serta menerapkan tata kelola
dan pengawasan saat penggunaan AI makin berkembang di organisasi. Google
Cloud menggambarkan Gemini Enterprise sebagai sistem end-to-end yang
menggabungkan konektor aman, otomatisasi alur kerja, tata kelola, dan
pengendalian identitas, sementara Agent Platform menyediakan landasan
untuk membangun, menskalakan, menata kelola, dan mengoptimalkan agen
berstandar perusahaan yang berbasis data perusahaan.
Pengunjung Experience Center ini akan dipandu melalui skenario hasil
bisnis yang disesuaikan dengan peran dan prioritas mereka. Pemimpin
layanan pelanggan bisa melihat bagaimana AI membantu memangkas waktu
penanganan sekaligus membuat layanan lebih konsisten. Pemimpin
operasional bisa meninjau bagaimana alur kerja multi-step mengurangi
pekerjaan manual. CIO atau pemimpin manajemen risiko dapat berfokus pada
tata kelola, visibilitas, pengendalian data, serta tingkat keterlibatan
manusia yang tepat untuk lingkungan produksi.
Saat ini, Experience Center dilengkapi lingkungan demo live yang menjadi
contoh nyata bagaimana orkestrasi kompleks dapat disajikan sebagai alur
kerja bisnis, bukan sekadar interaksi dengan chatbot yang berdiri
sendiri. Dalam bahasa produk Google saat ini, perubahan tersebut
mencerminkan pergeseran yang lebih luas dari tugas-tugas AI yang
terisolasi menuju sistem yang memiliki tata kelola dan dapat mendukung
proses kerja multi-step yang kompleks.
Jimmy Jigmo, CEO tridorian mengatakan, "Sebagian besar demonstrasi AI
terlihat mengesankan. Namun, sangat sedikit yang terhubung dengan
pekerjaan yang benar-benar penting. Experience Center hadir karena para
pemimpin perusahaan tidak membutuhkan lebih banyak fitur. Mereka
membutuhkan kejelasan mengenai posisi AI dalam bisnis mereka, seperti
apa tata kelolanya, dan bagaimana beralih dari eksperimen menuju hasil
nyata."
Experience Center ini juga menawarkan lokakarya terstruktur yang memandu
tim mulai dari memetakan prioritas bisnis dan mengeksplorasi kasus
penggunaan berdasarkan peran hingga merencanakan langkah berikutnya,
seperti uji coba atau MVP. Format praktis ini sejalan dengan agenda
Google Cloud di Singapura yang berfokus pada hasil bisnis nyata yang
bisa langsung dirasakan.
"Organisasi sekarang sudah melewati fase antusiasme awal terhadap AI,
dan mencari solusi yang aman, punya tata kelola, serta benar-benar cocok
dengan operasional mereka," ujar Giri Babu Madathala, Head of SMB
Partnerships, JAPAC, Google Cloud. "Keamanan dan tata kelola tidak lagi
opsional; keduanya adalah fondasi untuk membangun AI yang efektif.
Gemini Enterprise Experience Center dari tridorian menjawab kebutuhan
ini dengan menyediakan lingkungan yang canggih dan bisa dipraktikkan
langsung bagi pelanggan untuk beralih dari eksperimen yang masih
bersifat konseptual menjadi hasil yang nyata. Melalui Experience Center
ini, mereka dapat merasakan secara langsung bagaimana Gemini Enterprise
dapat diintegrasikan ke dalam alur kerja bisnis mereka yang sebenarnya
untuk mendorong efisiensi operasional yang nyata."
Bagi perusahaan di Singapura, hal ini penting karena adopsi AI makin
dinilai bukan dari kebaruan saja, melainkan dari kemampuannya sekaligus
mendukung produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, efisiensi
operasional, dan tata kelola. Pedoman AI bertanggung jawab Singapura
menekankan kemampuan untuk dijelaskan, transparansi, keadilan, dan
pengawasan manusia yang sesuai, sementara contoh di tingkat perusahaan,
seperti DBS, menunjukkan bahwa nilai yang terukur berasal dari penerapan
yang disiplin, bukan dari
hype semata.
Evan Febrianto, CTO, tridorian, menambahkan, "Ini tempat bagi tim
pimpinan untuk melihat di mana AI bisa berdampak pada bisnis mereka,
seperti apa kontrol yang tepat, dan bagaimana pindah dari eksperimen ke
penerapan di perusahaan dengan lebih jelas."
https://tridorian.com/
https://www.linkedin.com/company/tridorian/