DUMAI, RIAUGREEN.COM - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Dumai mencatat sebanyak 902 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Dumai hingga September 2026, dengan dua pasien dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr Syaiful menerangkan, kasus DBD penyebarannya tercatat di tujuh kecamatan.
"Kecamatan Sungai Sembilan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 306 kasus. Sementara itu, Kecamatan Dumai Timur, khususnya Kelurahan Jaya Mukti, juga menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena ditemukan kasus DBD yang cukup signifikan,"
Di sisi lain, hingga kini masih terdapat masyarakat yang harus mendapatkan perawatan akibat DBD di sejumlah fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit swasta di Kota Dumai.
Dr. Syaiful mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman DBD. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penular penyakit tersebut.
Ditambahkan dr Syaiful, hal terpenting mengantisipasi berjangkitnya penyakit DBD adalah dengan membiasakan pola hidup bersih diawali dengan menjaga kebersihan lingkunganya. Dan menimbulkan kesadaran, terang Syaiful, pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah maupun di lingkungan sekitar.
"Masyarakat harus berperan aktif dalam memberantas sarang nyamuk di lingkungan sekitar. Mulai dari membersihkan lingkungan rumah, menguras bak mandi secara rutin, hingga menutup tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, segera laporkan ke puskesmas terdekat, serta manfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan," ujar dr. Syaiful. (inf)
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.