• Home
  • Bisnis
  • Kurang dari 1 dari 3 Warga Singapura Memiliki Tabungan Cukup untuk Pemulihan Penyakit Kritis Jangka Panjang

Kurang dari 1 dari 3 Warga Singapura Memiliki Tabungan Cukup untuk Pemulihan Penyakit Kritis Jangka Panjang

Rabu, 30 September 2026 | 11:20
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

2 dari 3 warga Singapura memperkirakan biaya pemulihan selama "tahun kesenjangan kesehatan" mereka akan mencapai lebih dari S$200.000

SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 29 September 2026 - Pemulihan dari penyakit kritis (critical illness/CI) dapat berlangsung jauh lebih lama daripada yang diperkirakan banyak warga Singapura, tetapi hanya sedikit yang telah memiliki kesiapan finansial untuk menghadapi proses tersebut. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Prudential Singapore ("Prudential") menemukan bahwa 67 persen warga Singapura memperkirakan pemulihan dari penyakit kritis tahap berat akan memakan waktu lebih dari satu tahun. Namun, hanya 29 persen yang mengatakan bahwa tabungan mereka dapat menutupi pengeluaran rumah tangga selama jangka waktuBanyak orang menyadari bahwa pemulihan dari penyakit kritis dapat berlangsung lama, tetapi mereka mungkin belum siap secara finansial ketika hal itu terjadi. Penyakit kritis bukan sekadar persoalan medis. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak emosional, finansial, dan fisik yang luas bagi pasien dan keluarganya, bahkan setelah pasien meninggalkan rumah sakit. Dampaknya dapat berupa hilangnya penghasilan pasien, tekanan akibat bertambahnya pengeluaran, serta meningkatnya tuntutan tersebut jika mereka tidak memiliki penghasilan selama masa pemulihan.

Temuan tersebut menyoroti tantangan yang disebut Prudential sebagai "tahun-tahun kesenjangan kesehatan" (health gap years)-yakni periode ketika seseorang mungkin tidak dapat bekerja karena sedang menjalani pemulihan dari penyakit kritis seperti kanker, serangan jantung, atau stroke, sementara pengeluaran rumah tangga, biaya perawatan, dan berbagai kewajiban keuangan tetap harus dipenuhi.

Kekhawatiran mengenai biaya pemulihan juga tercermin dalam hasil jajak pendapat tersebut. Hanya satu dari lima warga Singapura (20 persen) yang yakin dapat menanggung biaya pengobatan sekaligus pengeluaran sehari-hari selama masa pemulihan. Sementara itu, lebih dari tiga dari lima responden (64 persen) memperkirakan mereka membutuhkan lebih dari S$200.000 untuk menghadapi dampak finansial dari penyakit kritis tahap berat.

Temuan ini sejalan dengan Life Insurance Association (LIA) 2022 Protection Gap Study, yang melaporkan adanya kesenjangan perlindungan penyakit kritis sebesar 74 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum memiliki perlindungan yang memadai, sehingga mereka rentan secara finansial apabila menghadapi kejadian tak terduga.

Manu Tandon, Chief Health & Protection Officer Prudential Singapore, mengatakan, "Banyak orang menyadari bahwa pemulihan dari penyakit kritis dapat berlangsung lama, tetapi mereka mungkin belum siap secara finansial ketika hal itu terjadi. Penyakit kritis bukan sekadar persoalan medis. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak emosional, finansial, dan fisik yang luas bagi pasien dan keluarganya, bahkan setelah pasien meninggalkan rumah sakit. Dampaknya dapat berupa hilangnya penghasilan pasien, tekanan akibat bertambahnya pengeluaran, serta meningkatnya tuntutan terhadap para pengasuh."

Kekhawatiran tersebut tercermin dalam jajak pendapat, dengan sekitar setengah responden (46 persen) menyebut biaya pengobatan sebagai kekhawatiran utama mereka. Sementara itu, 34 persen mengkhawatirkan hilangnya penghasilan dan 31 persen khawatir akan menjadi beban bagi keluarga.

Penyakit Kritis Dapat Memengaruhi Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Di luar pengeluaran layanan kesehatan yang harus ditanggung segera, para responden memperkirakan penyakit kritis (CI) akan berdampak pada keamanan finansial mereka dalam jangka panjang. Jika kehabisan dana selama masa pemulihan, mereka kemungkinan besar akan menggunakan dana darurat (53 persen), tabungan pensiun (40 persen), atau menjual investasi (33 persen). Bahkan, hampir satu dari empat responden (24 persen) akan kembali bekerja lebih cepat dari yang direncanakan.

Keluarga yang memiliki anak mungkin menghadapi pilihan yang sangat sulit. Di antara responden yang memiliki anak, 35 persen menyebut biaya pendidikan sebagai salah satu pengeluaran utama selama masa pemulihan. Jika mereka tidak dapat bekerja, 24 persen kemungkinan akan menghentikan anak-anak mereka dari kelas-kelas pengayaan, sementara 19 persen akan menggunakan dana pendidikan.

Biaya Perawatan Menjadi Titik Buta yang Signifikan

Jajak pendapat tersebut juga menemukan bahwa banyak warga Singapura mungkin meremehkan dampak finansial dari perawatan selama masa pemulihan. Bagi sebagian besar keluarga, tekanan finansial akan semakin besar ketika pengasuh harus meninggalkan pekerjaan untuk memberikan perawatan. Hampir tiga dari empat responden (72 persen) menyebut dukungan finansial sebagai bentuk dukungan paling penting bagi pengasuh, tetapi hanya 13 persen yang yakin bahwa rumah tangga mereka memiliki tabungan yang cukup apabila seorang pengasuh berhenti bekerja untuk merawat mereka.

Para responden juga mengidentifikasi sejumlah biaya terkait perawatan yang dapat muncul selama masa pemulihan, termasuk obat-obatan mahal dan pengobatan alternatif (71 persen), biaya hidup sehari-hari yang terus berjalan akibat kebutuhan perawatan (67 persen), serta rehabilitasi dan terapi (59 persen).

Tandon menambahkan, "Pada akhirnya, kesiapan menghadapi kemungkinan adanya tahun-tahun kesenjangan kesehatan dapat menjadi pembeda antara perjalanan pemulihan yang dibayangi tekanan finansial dan perjalanan pemulihan yang berfokus pada hal yang paling penting: pemulihan dan mengembalikan kehidupan ke jalurnya. Membangun jaring pengaman finansial yang kuat untuk menghadapi penyakit kritis sangat penting, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi seluruh keluarga."

Memiliki Asuransi Penyakit Kritis Tidak Berarti Perlindungan Sudah Memadai

Meskipun lebih dari setengah responden (59 persen) memiliki asuransi penyakit kritis (CI), hanya 20 persen yang yakin bahwa mereka memiliki perlindungan yang cukup untuk menopang kebutuhan mereka selama masa pemulihan.

Asuransi penyakit kritis dirancang untuk memberikan pembayaran sekaligus (lump-sum payout) yang dapat membantu pemegang polis mengelola kehilangan penghasilan dan biaya tambahan. Perlindungan ini melengkapi asuransi rawat inap yang menanggung biaya medis yang timbul selama menjalani perawatan di rumah sakit. Hampir sembilan dari 10 responden (88 persen) mengatakan bahwa pembayaran sekaligus dari asuransi penyakit kritis akan penting dalam membantu keluarga mereka menangani biaya perawatan dan kehilangan penghasilan selama masa pemulihan.

Tandon mengatakan, "Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran konsumen dan kepemilikan asuransi penyakit kritis tidak selalu berarti adanya rasa aman secara finansial. Menutup kesenjangan perlindungan mengharuskan konsumen menilai apakah perlindungan yang mereka miliki sudah cukup untuk menopang mereka dan keluarga selama tahun-tahun kesenjangan kesehatan. Selain jumlah pertanggungan, memahami cakupan perlindungan dan jenis penyakit yang ditanggung dalam polis juga penting karena tersedia berbagai jenis produk. Karena itu, penting untuk melakukan peninjauan secara berkala bersama perwakilan keuangan Anda guna memastikan perlindungan yang dimiliki tetap sesuai dengan kebutuhan Anda dari waktu ke waktu."

Jajak pendapat yang dilakukan atas permintaan Prudential tersebut melibatkan 1.000 penduduk Singapura berusia 18 hingga 55 tahun ke atas dan dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2026. Studi tersebut mengeksplorasi sejauh mana kesiapan warga Singapura dalam menghadapi potensi "tahun-tahun kesenjangan kesehatan" serta mengkaji kesenjangan dalam kesiapan finansial, dukungan perawatan, dan pemahaman mengenai perlindungan penyakit kritis.


https://www.prudential.com.sg/
https://sg.linkedin.com/company/prudential-assurance-company-singapore
https://www.facebook.com/PrudentialSingapore/
https://www.instagram.com/prudentialsingapore/?hl=en


Tentang Prudential Assurance Company Singapore (Pte) Ltd (Prudential Singapore)

Prudential Assurance Company Singapore (Pte) Ltd merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan terkemuka di Singapura, yang telah melayani kebutuhan finansial dan perlindungan masyarakat negara tersebut selama 95 tahun. Per 31 Desember 2025, perusahaan memiliki dana kelolaan sebesar S$66,3 miliar. Prudential Singapore memperoleh peringkat kekuatan finansial AA dari lembaga pemeringkat kredit terkemuka Standard & Poor's dan menyediakan rangkaian produk yang komprehensif dalam bidang Perlindungan, Tabungan, dan Investasi melalui berbagai saluran distribusi, termasuk jaringan yang terdiri atas 5.400 perwakilan keuangan.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top