KUALA LUMPUR, MALAYSIA - Media OutReach Newswire - 29 September 2026 - MIHAS 2026 mencatatkan kinerja empat hari yang sangat kuat, dengan membukukan total penjualan sebesar RM6,78 miliar dari tanggal 23 hingga 26 September 2026 - sebuah peningkatan sebesar RM730 juta atau 12,0% dibandingkan dengan RM6,05 miliar yang tercatat pada tahun 2025.
Pencapaian ini juga melampaui target penjualan RM5,0 miliar sebesar RM1,78 miliar, atau naik 35,5%, yang semakin memperkuat peran MIHAS sebagai pasar halal utama untuk menghubungkan bisnis Malaysia dengan pasar internasional dan menerjemahkan keterlibatan perdagangan menjadi peluang komersial.
Mengomentari hasil tersebut, Dato' Indera Abu Bakar Yusof, Chief Executive Officer MATRADE, mengatakan, "MIHAS 2026 membuktikan bahwa platform ini tidak hanya berkembang dari segi penjualan, tetapi juga menciptakan peluang yang lebih besar bagi bisnis Malaysia, khususnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM), untuk mengakses pasar internasional. Kami tetap berkomitmen untuk memperkuat UKM dan Perusahaan Tingkat Menengah (MTC) untuk berekspansi ke pasar global, terutama pasar berkembang dan non-tradisional."
"Penjualan sebesar RM6,78 miliar yang dicapai pada MIHAS 2026 mewakili peluang yang sangat berharga. Dengan integrasi Agentic AI, MIHAS berevolusi menjadi ekosistem fasilitasi perdagangan yang lebih terhubung dan berbasis digital, membantu perusahaan-perusahaan Malaysia mengidentifikasi calon pembeli, membangun hubungan bisnis yang bermakna, serta mengejar peluang ekspor baru di luar area pameran. Di bawah MADANI Digital Trade Platform (MDTP), kami akan memberikan konektivitas berkelanjutan bagi para eksportir Malaysia dengan pembeli global dan mendukung mereka dalam mengamankan peluang ekspor yang berkelanjutan," tambahnya.
MIHAS 2026 menarik 69.104 pengunjung dari 93 negara, naik dari 50.340 pengunjung pada tahun 2025 - sebuah peningkatan sebanyak 18.764 pengunjung atau 37,3%, yang merupakan rekor tertinggi sejak pertama kali diadakan pada tahun 2004. Acara ini juga menyatukan para eksibitor yang berpartisipasi dan pembeli INSP dari 58 negara, yang semakin memperkuat jangkauan dan daya tarik internasional MIHAS sebagai pameran perdagangan halal global.
Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja yang kuat di seluruh komponen utama MIHAS. International Sourcing Programme (INSP) menghasilkan RM4,02 miliar, dibandingkan dengan RM3,63 miliar pada tahun 2025, yang mewakili peningkatan sebesar RM394,5 juta atau 10,9%. INSP memfasilitasi pertemuan bisnis yang terstruktur antara penjual asal Malaysia dan pembeli internasional, menciptakan peluang yang terget untuk pengadaan, pencocokan bisnis, serta potensi transaksi ekspor.
Sementara itu, Pameran MIHAS mencatatkan penjualan sekitar RM1,99 miliar, dibandingkan dengan RM1,89 miliar pada tahun 2025, naik sebesar RM103,9 juta atau 5,5%. Di antara produk-produk unggulan yang mendorong penjualan pameran adalah makanan olahan dan kembang gula, teknologi makanan dan pengemasan, makanan beku, serta pupuk dan agrokimia, yang mencerminkan beragamnya produk halal yang dipamerkan di MIHAS.
Menciptakan Lebih Banyak Peluang bagi UKM Malaysia
Hal penting lainnya, keberhasilan MIHAS juga tercermin dalam kontribusinya yang berkelanjutan terhadap UKM Malaysia.
Pada Pameran MIHAS 2026, UKM Malaysia menghasilkan penjualan sebesar RM620 juta, dibandingkan dengan RM557 juta pada tahun 2025, yang mewakili peningkatan sekitar RM63 juta atau 11,3%. Hal ini melanjutkan pertumbuhan kuat yang tercatat selama enam edisi terakhir, di mana partisipasi UKM meningkat dari 64 perusahaan pada tahun 2021 menjadi 339 perusahaan pada tahun 2026, yang mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 429,7%.
Kinerja kuat UKM Malaysia ini terjadi di tengah latar belakang sektor ekspor halal Malaysia yang terus berkembang. Ekspor halal Malaysia mencapai RM68,52 miliar pada tahun 2025, meningkat 10,9% dari RM61,79 miliar pada tahun 2024. Di bawah RMK13, Malaysia telah menetapkan target ekspor halal sebesar RM80 miliar, yang menyoroti peluang besar bagi perusahaan-perusahaan Malaysia, khususnya UKM, untuk berekspansi lebih jauh ke pasar internasional.
MIHAS 2026 terus mendukung ambisi ini dengan memberi UKM Malaysia akses ke pembeli internasional, pencocokan bisnis, peluang pengadaan (sourcing), dan alat-alat digital untuk memperluas jangkauan pasar serta memperkuat kapasitas ekspor mereka.
AI Mentransformasi Hubungan Bisnis
Edisi tahun 2026 juga menandai langkah maju yang signifikan dalam transformasi digital MIHAS melalui integrasi Agentic AI.
Lebih dari 22.000 janji temu bisnis berbasis AI telah dihasilkan selama MIHAS 2026, menunjukkan bagaimana AI mentransformasi cara bisnis terhubung dan mengejar peluang perdagangan baru.
Dari janji temu berbasis AI ini, sebanyak 324 pencocokan melaporkan penjualan sebesar RM28 juta yang berkaitan langsung dengan janji temu berbasis AI yang telah diselesaikan tersebut.
Yang tidak kalah penting, platform AI ini akan terus beroperasi hingga tahun 2027, memungkinkan bisnis yang berpartisipasi untuk terus terhubung, berinteraksi dengan calon pembeli, dan mengejar peluang perdagangan baru di luar empat hari pameran.
Secara keseluruhan, MIHAS 2026 menunjukkan bagaimana platform perdagangan ini berevolusi melampaui pameran dagang konvensional - menggabungkan kinerja penjualan yang kuat, pertumbuhan partisipasi internasional, pengembangan UKM, dan pencocokan bisnis berbasis AI untuk menciptakan ekosistem fasilitasi perdagangan yang lebih terhubung dan berteknologi digital bagi bisnis-bisnis Malaysia.
Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026
Sejak dimulai pada tahun 2004, Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) telah berkembang menjadi platform utama bagi perdagangan Halal dan telah membantu memperkuat posisi industri global dalam standar, tata kelola, dan akses pasar Halal.
Diakui sebagai pemegang rekor Guinness World Records dan diselenggarakan oleh Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI) dengan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) sebagai penyelenggara, MIHAS kini mencakup 14 sektor, mulai dari makanan dan minuman serta farmasi, hingga keuangan Islam, modest fashion, perawatan pribadi, teknologi, layanan, dan pariwisata ramah Muslim. Edisi ke-22 MIHAS, yang mengusung tema "Shaping Trust, Driving Resilience", akan berfokus pada tata kelola yang terintegrasi secara regulasi (regulated-by-design) dan perdagangan berbasis teknologi.
MATRADE
Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) didirikan pada tanggal 1 Maret 1993 sebagai badan promosi perdagangan nasional di bawah Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI) Malaysia.
Peran utama MATRADE adalah membantu eksportir Malaysia dalam mengembangkan dan memperluas pasar ekspor mereka. Sejalan dengan upaya diplomasi komersial Malaysia, MATRADE merupakan fasilitator perdagangan negara dan penggerak utama produk serta layanan buatan Malaysia di panggung global.
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.