• Home
  • Bisnis
  • Di Tengah Menyusutnya Usia Perusahaan, Vingroup Terus Berinovasi dan Bertransformasi

Di Tengah Menyusutnya Usia Perusahaan, Vingroup Terus Berinovasi dan Bertransformasi

Sabtu, 12 September 2026 | 20:34
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

BANGKOK, THAILAND - Media OutReach Newswire - 11 September 2026 - Umur perusahaan semakin pendek seiring pesatnya teknologi mempercepat proses creative destruction atau penghancuran kreatif. Di usianya yang ke-33 tahun, Vingroup menjadi contoh bagaimana sebuah konglomerasi dapat terus melakukan transformasi dan membawa kapabilitas yang dibangun di dalam negeri ke pasar global.

 "Pada usia tiga puluh tahun, seseorang berdiri teguh," tulis Konfusius dalam Analek, menggambarkan salah satu tahap penting dalam kehidupan seseorang. Bagi perusahaan, gagasan tersebut mungkin kini semakin relevan, meskipun "berdiri teguh" pada masa sekarang dapat memiliki makna yang sangat berbeda: mengetahui kapan harus berubah sebelum pasar memaksa perusahaan untuk melakukannya, terutama ketika usia perusahaan-perusahaan besar terus menyusut. Pada 1958, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 diperkirakan memiliki rata-rata usia 61 tahun. Memasuki dekade 2010-an, angka tersebut turun menjadi sekitar 18 tahun. Proses creative destruction semakin cepat ketika teknologi melahirkan pesaing-pesaing baru dan model bisnis baru.

Mengapa perusahaan-perusahaan besar menghilang ketika sebelumnya mereka tampak "terlalu besar untuk gagal"? Skala besar memang dapat memberikan modal, skala ekonomi, dan ketahanan, tetapi stabilitas yang terlalu tinggi juga dapat menciptakan inersia. Perusahaan yang terlalu banyak menghabiskan waktu untuk melindungi apa yang telah dibangunnya dapat mendapati bahwa pasar sudah bergerak jauh ke depan dan perusahaan tersebut gagal bergerak cukup cepat untuk mengimbanginya.

Inersia semacam itu menjadi tantangan yang bahkan lebih besar bagi konglomerasi, yang dibangun untuk bertahan lintas generasi, sementara industri di sekelilingnya dapat berubah hanya dalam waktu satu dekade. Jawabannya, yang semakin banyak diterapkan, adalah melakukan transformasi: memasuki bidang-bidang baru sembari memanfaatkan pengalaman, modal, dan kapabilitas yang telah dikumpulkan dari bisnis sebelumnya.

Vingroup, yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-33, menawarkan contoh menarik dari Vietnam. Perjalanannya berkembang dari produksi makanan dan pariwisata menjadi bisnis properti, perhotelan, dan layanan kesehatan, kemudian kini merambah kendaraan listrik, energi hijau, dan infrastruktur.

Ada tanda-tanda bahwa strategi tersebut mulai mendapatkan pengakuan. Pada Juni, Fortune menempatkan Vingroup di peringkat ke-26 dalam daftar 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara, naik dari posisi ke-37 pada 2025 dan ke-45 pada 2024. Baru pekan ini, TIME menempatkan Vingroup di peringkat ke-340 dalam daftar World's Best Companies 2026, naik 477 posisi dari peringkat ke-817 pada tahun sebelumnya. Vingroup menjadi satu-satunya perusahaan Vietnam yang masuk dalam daftar tersebut untuk tahun kedua berturut-turut. Saat ini, perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Vingroup telah hadir di 12 negara dan mempekerjakan sekitar 400.000 orang di seluruh dunia.

Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, VinFast mungkin menjadi contoh paling jelas mengenai diversifikasi yang berlangsung cepat sekaligus ekspansi global. Didirikan pada 2017, produsen kendaraan listrik ini telah menjadi merek otomotif terkemuka Vietnam berdasarkan penjualan dan menargetkan penjualan 300.000 mobil listrik serta 1 juta sepeda motor listrik secara global pada 2026. Dari Vietnam, VinFast telah berekspansi ke Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

Namun, VinFast tidak sekadar mengirimkan kendaraan ke berbagai negara. Perusahaan ini juga mengekspor sesuatu yang tidak terlalu terlihat tetapi sama pentingnya, yaitu kemampuan layanan yang telah dikembangkannya di Vietnam. Hingga akhir 2025, VinFast memiliki hampir 400 bengkel layanan di Vietnam, sementara jaringan globalnya ditargetkan melampaui 1.100 bengkel pada 2026. Ekspansi tersebut didukung oleh pelatihan teknisi yang terstandardisasi, prosedur operasional, pengendalian kualitas, serta sistem pengiriman suku cadang yang menargetkan waktu 24 jam di pasar-pasar utama.

Hal tersebut menjadikan layanan purnajual lebih dari sekadar fungsi pendukung bagi ekspansi internasional. Layanan purnajual kini menjadi sebuah kapabilitas yang dapat dibawa VinFast dari Vietnam dan disesuaikan dengan pasar di luar negeri. Dengan demikian, pengalaman yang dibangun melalui jaringan domestiknya menjadi bagian dari penawaran global perusahaan. Timur Tengah merupakan salah satu pasar tempat pendekatan tersebut kini tengah diuji.

Pada usia tiga puluh tahun, seseorang mungkin diharapkan untuk berdiri teguh. Namun, bagi sebuah perusahaan, keberlangsungan hidup dalam jangka panjang mungkin justru membutuhkan sesuatu yang berbeda: kemampuan untuk terus bergerak dan beradaptasi.

https://me.vinfast.com/en



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top