· 90% investor yang menargetkan Hong Kong secara aktif menjalankan strategi reposisi atau perubahan peruntukan penggunaan properti
· Akomodasi mahasiswa dan strategi yang berfokus pada konversi terus mendorong aktivitas investasi sektor Living di Hong Kong
· 85% investor di kawasan Asia Pasifik memperkirakan akan meningkatkan investasi di sektor Living dalam lima tahun ke depan
HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 2 September 2026 - Hong Kong menduduki peringkat kelima di antara destinasi investasi sektor Living favorit di Asia Pasifik (APAC) dalam Survei Investor Living APAC 2026 perdana dari Cushman & Wakefield, di mana para investor semakin gencar mengejar peluang akomodasi mahasiswa, reposisi, dan konversi properti untuk meraih prospek pertumbuhan jangka panjang sektor ini.
Di antara responden yang menempatkan Hong Kong sebagai salah satu destinasi investasi favorit mereka, 90% secara aktif mempertimbangkan peluang reposisi atau alih fungsi bangunan. Hal ini menggarisbawahi semakin pentingnya strategi berbasis konversi dalam mengatasi keterbatasan pasokan di sektor Living kota tersebut.
Rosanna Tang, Deputy Managing Director & Head of Research Hong Kong di Cushman & Wakefield, mengatakan: "Di Hong Kong, transaksi pasar terbaru menunjukkan bahwa para investor mendekati sektor Living melalui sudut pandang nilai tambah (value-add), khususnya melalui peluang konversi dan aset akomodasi mahasiswa. Sejak tahun 2021, pasar telah mencatat transaksi terkait konversi hunian mahasiswa sebesar US$1,63 miliar (HK$12,8 miliar) melalui 24 kesepakatan, termasuk US$739,9 juta (HK$5,8 miliar) dari 10 kesepakatan pada tujuh bulan pertama tahun 2026 yang melibatkan berbagai spektrum investor. Momentum kuat ini mencerminkan kembali meningkatnya minat dari modal institusional, termasuk kembalinya dana estat real (dana investasi properti), seiring investor mencari eksposur pada aset hunian tahan krisis yang terhubung dengan sektor pendidikan, yang didorong oleh terus berlanjutnya kelangkaan akomodasi dan pertumbuhan populasi mahasiswa di kota ini."
Keyakinan Investor Tetap Kuat di Seluruh APAC
Di luar Hong Kong, keyakinan investor di seluruh sektor Living APAC tetap kuat, dengan 85% investor berencana meningkatkan investasi Living dalam lima tahun ke depan dan para responden secara kolektif mengindikasikan perkiraan alokasi dana sebesar US$33,2 miliar (HK$260,28 miliar) di sektor Living pada periode yang sama.
Survei tersebut menemukan bahwa Living menjadi alokasi real estat yang semakin penting di seluruh kawasan, didukung oleh fundamental permintaan yang kuat serta preferensi investor terhadap aset stabil yang menghasilkan pendapatan. Secara khusus, sepertiga responden dengan portofolio real estat yang terdiversifikasi memperkirakan sektor Living akan menyumbang lebih dari 30% dari portofolio real estat mereka dalam waktu lima tahun, yang menegaskan semakin pentingnya sektor ini dalam strategi investasi institusional.
Conal Newland, International Director, Head of Living APAC di Cushman & Wakefield, mengatakan: "Survei Investor Living APAC perdana kami memperkuat semakin meningkatnya institusionalisasi sektor ini di seluruh kawasan. Meskipun terjadi peningkatan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, para investor terus memandang Living sebagai alokasi strategis jangka panjang yang didukung oleh fundamental permintaan yang tangguh, karakteristik pendapatan yang defensif, serta pendorong pertumbuhan struktural yang kuat. Fakta bahwa 85% responden berniat meningkatkan investasi Living dalam lima tahun ke depan menyoroti bagaimana sektor Living berkembang dari strategi investasi alternatif menjadi alokasi real estat institusional utama."
Australia dan Jepang Memimpin Preferensi Investor
Australia/Selandia Baru dan Jepang muncul sebagai destinasi investasi Living paling favorit di kawasan ini, berada jelas di depan pasar APAC lainnya. Posisi Jepang mencerminkan skala, likuiditas, dan statusnya sebagai pasar hunian multifamili institusional paling matang di APAC, sementara krisis pasokan hunian dan fundamental sewa yang kuat di Australia terus menopang potensi pertumbuhan jangka panjang. Singapura, Korea Selatan, dan Hong Kong membentuk tingkatan pasar favorit berikutnya, meskipun alokasi investasi di sana masih dibatasi oleh faktor skala, regulasi, dan harga.
Permintaan Aset Stabil Melebihi Pasokan
Survei ini juga menemukan bahwa investor semakin menyukai aset Living yang telah stabil, menghasilkan pendapatan, dan bersifat defensif. Volatilitas pasar baru-baru ini telah mendorong 50% responden untuk melaporkan preferensi yang lebih besar terhadap aset stabil, namun ketersediaan stok tingkat institusional yang siap pakai masih terbatas di sebagian besar kawasan APAC.
Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini semakin mendorong investor menuju jalur alternatif di pasar. Hampir tiga perempat (73%) responden secara aktif mempertimbangkan strategi reposisi atau alih fungsi, sementara usulan usaha patungan (joint venture) muncul sebagai struktur kesepakatan yang paling mungkin dilakukan dalam satu hingga tiga tahun ke depan. Konversi kantor dan hotel juga menjadi sumber pasokan sektor Living yang semakin penting di pasar seperti Singapura dan Hong Kong.
Josh Rose-Nokes, Director, Living Research APAC di Cushman & Wakefield, mengatakan: "Hal yang paling menonjol bukanlah kurangnya modal, melainkan kurangnya stok properti yang layak diinvestasikan. Investor semakin menginginkan aset Living yang stabil dan menghasilkan pendapatan, namun sebagian besar kawasan APAC belum memiliki produk tingkat institusional yang memadai untuk memenuhi permintaan tersebut. Ketidaksesuaian ini memicu persaingan yang lebih ketat untuk mendapatkan aset stabil dan mempercepat minat pada strategi reposisi, konversi, serta penanaman modal berbasis kemitraan."
Kesenjangan antara ekspektasi pembeli dan penjual diidentifikasi sebagai tantangan investasi utama oleh 44% responden, diikuti oleh kelayakan pengembangan sebesar 29%. Terbatasnya bukti transaksi dan transparansi pasar yang tidak konsisten juga disoroti sebagai hambatan untuk menentukan harga aset secara akurat dan mengalokasikan modal secara efisien.
Tentang Survei Ini
Survei Investor Living APAC 2026 yang perdana ini mengumpulkan wawasan dari investor institusional, manajer investasi (fund manager), grup properti terdaftar, dan pelaku spesialis sektor Living di seluruh APAC, yang mewakili sekitar 224.000 unit atau tempat tidur. Untuk tujuan survei ini, responden yang terdiversifikasi mengacu pada investor dengan eksposur di berbagai sektor real estat dan tidak mencakup spesialis khusus Living. Survei ini dilakukan pada kuartal kedua (Q2) 2026 di tengah gejolak permusuhan di Timur Tengah dan memberikan wawasan tentang sentimen investor, tren alokasi modal, serta prioritas investasi di seluruh sektor Living APAC. Angka perkiraan alokasi modal lima tahun diperoleh dari respons rentang nilai (banded responses) dengan menggunakan nilai tengah.
Untuk informasi lebih lanjut dan mengunduh laporan selengkapnya, silakan klik di sini.
Tentang Platform Living Cushman & Wakefield
Platform Living Cushman & Wakefield menyediakan layanan konsultasi terpadu bagi investor, pengembang, dan operator di seluruh spektrum investasi hunian, termasuk hunian multifamili, build-to-rent (hunian sewa yang dibangun khusus), akomodasi mahasiswa yang dibangun khusus (purpose-built student accommodation), co-living, dan hunian lansia (senior living). Tim ini memberikan konsultasi terpadu di seluruh pasar modal, penilaian (valuation), konsultasi pengembangan, dan strategi aset, yang didukung oleh riset independen serta jaringan luas di wilayah Asia Pasifik, bersama dengan para profesional riset dan konsultasi berdedikasi yang memberikan wawasan strategis serta kemampuan eksekusi di seluruh kawasan. Klik di sini untuk informasi tambahan.
Tentang Cushman & Wakefield
Cushman & Wakefield (NYSE: CWK) adalah perusahaan layanan real estat komersial terkemuka di dunia bagi penyewa dan investor, dengan sekitar 53.000 karyawan di lebih dari 350 kantor dan hampir 60 negara. Di kawasan Tiongkok Raya (Greater China), jaringan yang terdiri dari 23 kantor melayani pasar-pasar lokal di seluruh kawasan tersebut. Pada tahun 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar $10,3 miliar di seluruh layanan utamanya yang mencakup Penilaian (Valuation), Konsultasi (Consulting), Layanan Proyek & Pengembangan (Project & Development Services), Pasar Modal (Capital Markets), Layanan Proyek & Penyewa (Project & Occupier Services), Industri & Logistik (Industrial & Logistics), Ritel (Retail), serta layanan lainnya. Dibangun di atas keyakinan bahwa Better never settles (Hal baik tidak pernah berhenti bertumbuh), perusahaan ini meraih berbagai penghargaan industri dan bisnis atas budayanya yang memenangkan berbagai apresiasi. Untuk informasi tambahan, kunjungi www.cushmanwakefield.com.hk atau ikuti kami di LinkedIn (www.linkedin.com/company/cushman-&-wakefield-greater-china).
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.