• Home
  • Bisnis
  • "Kreativitas Tanpa Batas, Menghubungkan Generasi Muda": Pertukaran Budaya Pemuda Tiongkok-Indonesia Digelar di Jakarta

"Kreativitas Tanpa Batas, Menghubungkan Generasi Muda": Pertukaran Budaya Pemuda Tiongkok-Indonesia Digelar di Jakarta

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:50
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

JAKARTA, INDONESIA - Media OutReach Newswire - 10 Agustus 2026 - Pada 6 Agustus, rangkaian Pertukaran Budaya Pemuda Tiongkok-Indonesia bertajuk "Kreativitas Tanpa Batas, Menghubungkan Generasi Muda" digelar di Jakarta, Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan bersama oleh China Intercontinental Communication Center (CICC) dan GARUDA TV Indonesia, dengan dukungan penyelenggaraan bersama dari Luoyang Radio and Television Media Group Co., Ltd. dan Coocaa, merek di bawah Skyworth Group. Lebih dari 800 orang menghadiri upacara pembukaan. Mereka terdiri atas perwakilan lembaga pemerintah, kalangan kebudayaan, media berita, dan industri kreatif, serta delegasi pemuda dari berbagai institusi pendidikan tinggi di kedua negara.

Pada acara tersebut, pameran Her Bloom: A Digital Cultural Heritage Exhibition on Luoyang, the Divine Capital dan pameran Indonesia dari Emerging Forces, Boundless Horizons: A Global Touring Exhibition Series Featuring Young Chinese Artists resmi dibuka. Acara tersebut juga menandai peluncuran organisasi media Tiongkok-Indonesia FAST Media Alliance, penayangan perdana mikrodrama Her Bloom di Indonesia, serta China-Indonesia Visual Project-Nanyang Film Festival, bersama berbagai inisiatif kolaboratif lainnya.

Dalam sambutannya, Anindita Kusuma Listya, Penasihat Khusus Menteri Kebudayaan Indonesia untuk Diplomasi Budaya dan Industri Budaya di Kementerian Kebudayaan Indonesia, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap fokus acara pada konektivitas generasi muda, inovasi digital, dan kreasi bersama di bidang media. Ia menyatakan bahwa Indonesia senantiasa memberikan perhatian besar terhadap pertukaran dan kerja sama budaya dengan Tiongkok, serta mendorong generasi muda, profesional seni, organisasi media, dan perusahaan budaya serta kreatif dari kedua negara untuk terlibat dalam kolaborasi yang rutin, mendalam, dan multidimensi. Sebagai dua negara dengan peradaban yang beragam, Indonesia dan Tiongkok memiliki potensi kerja sama yang sangat besar serta kebutuhan pembangunan yang sejalan dalam bidang pelestarian warisan budaya, industri budaya dan kreatif digital, produksi film dan televisi, serta inovasi generasi muda.

Wang Siping, Konselor Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, mengatakan dalam sambutannya bahwa pertukaran dan kerja sama budaya antara Tiongkok dan Indonesia telah membuahkan hasil yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sementara hubungan antarmasyarakat terus berkembang dengan momentum yang semakin kuat. Ia berharap generasi muda dari kedua negara dapat lebih sering berinteraksi dan semakin banyak kegiatan seperti "Kreativitas Tanpa Batas, Menghubungkan Generasi Muda" dapat diselenggarakan serta diikuti secara luas. Tiongkok siap memperluas kerja sama dengan Indonesia dan berbagi lebih banyak peluang. Tiongkok juga siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat fondasi pertukaran antarmasyarakat, memperluas saluran keterlibatan generasi muda, memperkokoh "pilar hubungan antarmasyarakat" dalam hubungan bilateral, serta mendorong pembangunan berkualitas tinggi komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama.

Al Busyra Basnur, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok, mengatakan bahwa Tiongkok dan Indonesia sama-sama memiliki sumber daya talenta muda yang melimpah. Menurutnya, kerja sama antara generasi muda berbakat dari kedua negara tidak hanya akan memperdalam hubungan bilateral, tetapi juga memberikan momentum baru bagi kemakmuran kawasan, kemajuan teknologi, serta pembangunan dunia yang lebih damai dan semakin terhubung. Ia berharap dapat melakukan pembahasan mendalam dengan berbagai pihak dalam rangkaian kegiatan selanjutnya mengenai isu-isu seperti penguatan hubungan Tiongkok-Indonesia, pengembangan talenta, dan pertukaran pendidikan, dengan tujuan menemukan jalur kerja sama yang konkret dan dapat diwujudkan.

Arianto Surojo, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, mengatakan bahwa acara tersebut memiliki konsep yang inovatif dan makna yang luas, serta menyediakan platform berkualitas tinggi bagi pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok di era baru. Menurutnya, bentuk pertukaran yang berorientasi pada generasi muda, digital, dan inovatif seperti ini memungkinkan masyarakat, khususnya generasi muda, di kedua negara untuk memperoleh pemahaman yang lebih langsung satu sama lain dan membangun hubungan yang lebih erat. Hal tersebut juga membantu meningkatkan pertukaran budaya Indonesia-Tiongkok dari sekadar bersifat permukaan menjadi lebih substantif, sekaligus memperkaya substansi kerja sama antarmasyarakat kedua negara. "Ketika generasi muda berkembang, bangsa pun berkembang; ketika generasi muda kuat, bangsa pun kuat," ujarnya. "Mari kita merangkul semangat eksplorasi dan inovasi serta bersama-sama menulis babak baru dalam persahabatan kedua negara."

Li Mian, Wakil Presiden CICC, mengatakan bahwa CICC telah lama bekerja sama dengan organisasi media di Asia Tenggara untuk mendorong pertukaran budaya. Selama bertahun-tahun, CICC secara aktif memajukan kerja sama audiovisual dengan berbagai media arus utama di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya melalui program televisi UPanda Cinema. Melalui kegiatan ini, CICC meluncurkan sejumlah proyek kolaboratif, termasuk organisasi media Tiongkok-Indonesia FAST Media Alliance, penayangan mikrodrama Her Bloom, serta China-Indonesia Visual Project. Berbagai inisiatif tersebut bertujuan menceritakan kisah persahabatan Tiongkok-Indonesia, berbagi teknologi digital dan sumber daya berkualitas tinggi, serta mendorong kerja sama yang lebih mendalam dan substantif antara kedua negara.

Atika Suri, Pemimpin Redaksi GARUDA TV Indonesia, mengatakan bahwa acara yang berfokus pada pertukaran generasi muda dan pemberdayaan budaya tersebut menghadirkan beragam kegiatan, termasuk pameran warisan budaya digital, pameran visual bersama, serta pameran keliling karya seniman muda. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meneruskan persahabatan tradisional antara Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga menjadi bentuk eksplorasi aktif terhadap model dan jalur baru bagi kerja sama antarmasyarakat di era baru.

Li Jing, Wakil Presiden Coocaa, perusahaan di bawah Skyworth Group, sekaligus CEO Coolita, mengatakan bahwa teknologi-teknologi baru seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), televisi pintar, dan FAST tengah mendorong industri media global memasuki era digital baru serta menciptakan berbagai peluang baru bagi komunikasi budaya dan kerja sama media internasional. Dalam acara tersebut, Coolita dan CICC bersama-sama meluncurkan organisasi media Tiongkok-Indonesia FAST Media Alliance. Ke depan, keduanya akan bekerja sama dengan organisasi media Indonesia dan mitra seperti Tencent Cloud untuk mengeksplorasi model-model inovatif di bidang kecerdasan buatan, FAST, dan distribusi konten digital; mendorong transformasi digital media tradisional; serta memajukan inovasi dalam industri budaya digital di kedua negara.

Acara tersebut juga menghadirkan diskusi meja bundar bertema yang mempertemukan berbagai lembaga dan tokoh terkemuka. Para peserta antara lain China National Archives of Publications and Culture, Tencent Cloud, "Honor of Kings", Pelaksana Tugas Kepala Institute of Social Sciences and Humanities (ISSH) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Universitas Indonesia, LSPR Institute of Communication and Business, Jakarta Film Commission, studio gim ternama Anantarupa Studios, serta studio kreatif visual Mono Studio. Mereka juga bergabung bersama maestro seni lukis kontemporer Indonesia Sidik Martowidjojo (Ma Yongqiang) dan seniman muda Tiongkok Ren Zhe.


📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top