HAIKOU, TIONGKOK - Media OutReach Newswire - 10 Agustus 2026 - Delegasi jurnalis dari sembilan media utama luar negeri, termasuk dari Amerika Serikat, Prancis, Turki, Spanyol, dan Republik Korea, baru-baru ini mengunjungi Provinsi Hainan di Tiongkok untuk melakukan tur mendalam ke beberapa kota, meliputi Haikou, Wanning, Lingshui, dan Sanya. Misi kunjungan ini adalah untuk meneliti pariwisata budaya bahari di wilayah tersebut, upaya konservasi ekologis, serta model konsumsi yang inovatif, sekaligus menyaksikan secara langsung dinamika baru yang terbarukan dari "ekonomi kelautan" Hainan.
Sebagai tahun penuh pertama setelah beroperasinya sistem kepabeanan khusus di seluruh pulau Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port/FTP) Hainan, tahun 2026 telah ditetapkan sebagai "Tahun Pariwisata Bahari," dengan fokus strategis pada wisata budaya bertema samudra. Memanfaatkan deviden kebijakan seperti akses bebas visa untuk warga dari 86 negara, perluasan hak lalu lintas, dan belanja bebas bea lepas pantai (offshore duty-free), Hainan secara konsisten meningkatkan keterbukaannya kepada dunia, yang memicu lonjakan permintaan pariwisata budaya. Pada paruh pertama tahun ini saja, pulau ini mencatat lebih dari 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 48,8% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year), yang menegaskan momentum pertumbuhan kuat sektor pariwisata FTP.
Di Teluk Riyue, Wanning, kelompok media internasional ini merasakan secara langsung ekspansi cepat industri olahraga pesisir Hainan. Dikenal sebagai destinasi selancar berkelas dunia, teluk ini menerima lebih dari 500.000 kunjungan setiap tahunnya, menarik wisatawan dari kawasan yang jauh seperti Australia dan Asia Tenggara. Salah satu daya tarik utamanya adalah kolam selancar buatan berstandar Olimpiade pertama di negara tersebut, yang menggunakan teknologi pembuat gelombang canggih untuk mensimulasikan 23 jenis gelombang berbeda, sehingga memungkinkan aktivitas selancar sepanjang tahun dan dalam segala kondisi cuaca tanpa bergantung pada alam. Bapak Guney Isik Ganimgil, seorang kontributor untuk surat kabar Aydınlık asal Turki, menyampaikan bahwa perkembangan pariwisata budaya Hainan telah jauh melampaui ekspektasi dan memiliki potensi investasi yang sangat besar.
Pariwisata berbasis ekologi dan perlindungan teluk biru menjadi ciri khas utama dari pembangunan Hainan. Hainan Ocean Paradise Resort secara ketat mematuhi kebijakan penolakan penangkapan biota laut liar; pusat penyelamatannya telah berhasil merehabilitasi dan melepasliarkan kembali lebih dari 200 satwa laut langka ke alam liar, termasuk penyu laut dan penyu sisik. Sementara itu, Pulau Wuzhizhou telah memelopori model ekowisata inovatif dengan bermitra bersama perguruan tinggi untuk mengembangkan kawasan padang lamun/peternakan laut tropis (tropical marine ranch). Melalui penempatan terumbu karang buatan secara strategis dan transplantasi puluhan ribu koloni karang, pulau ini kini menawarkan kesempatan bagi para pengunjung untuk berpartisipasi dalam transplantasi karang-sebuah pengalaman langsung yang menciptakan siklus positif antara konservasi ekologi dan keterlibatan wisata, yang menuai pujian tinggi dari media yang hadir.
Memperdalam integrasi budaya dan pariwisata juga telah menghidupkan kembali warisan bahari tradisional Hainan. Rakit penangkap ikan Danjia terus memperkaya penawaran budaya etnis-bahari yang otentik, serta secara berkelanjutan mendiversifikasi "portofolio produk" mereka. Kota Tianya, yang dibangun di sekitar desa nelayan berusia satu abad, telah berkembang menjadi landmark rekreasi pesisir yang kini menjadi rumah bagi hampir seratus penginapan boutique homestay dan kafe-kafe khas. Kompleks Belanja Bebas Bea Internasional Sanya, yang menampung lebih dari 1.000 merek internasional, telah memperkenalkan skenario konsumsi mutakhir "bebas bea + teknologi". Selain itu, Pusat Pariwisata Kapal Pesiar Sanya, dengan rantai industri yang lengkap, mencatat lebih dari 220.000 perjalanan kapal pesiar (yacht) pada tahun 2025, yang makin memperkuat statusnya sebagai destinasi utama pariwisata pesisir kelas atas.
Setelah empat hari penjelajahan mendalam, delegasi media menyaksikan Hainan yang terbuka, hijau, dan sangat dinamis. FTP Hainan saat ini telah melampaui model tradisional pariwisata tepi pantai, dengan kebijakan sebagai tulang punggungnya, ekologi sebagai kanvasnya, dan budaya sebagai jiwanya. Dengan terus menggairahkan ekonomi biru, Hainan menyajikan visi baru yang memikat tentang pembangunan berkualitas tinggi kepada dunia.
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.