Para ahli menyatakan bahwa karyawan perusahaan di Asia Tenggara mulai mengabaikan aturan keamanan siber karena antusiasme mereka terhadap sepak bola, sehingga memicu peningkatan kasus penipuan siber.
SINGAPURA ? Media OutReach Newswire ? 21 Juli 2026 ? Meskipun turnamen itu sendiri berlangsung di Amerika Utara, besarnya basis penggemar sepak bola di Asia menciptakan kondisi yang ideal bagi terjadinya kebocoran data.
Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan antusiasme penggemar sepak bola dengan membuat platform streaming palsu dan aplikasi Android berbahaya yang mencuri kata sandi yang tersimpan serta kredensial akun langsung dari peramban (browser). Selain itu, para pelaku juga membuat situs web palsu dan mengirimkan email phishing kepada karyawan perusahaan yang disamarkan sebagai hadiah, promosi, maupun ajang taruhan kantor terkait pertandingan.
?Selama berlangsungnya ajang global berskala besar, batas pertahanan keamanan perusahaan berada di bawah tekanan yang sangat besar,? ujar Francis Yeoh, Country Director SearchInform Malaysia. ?Karyawan mengakses situs streaming menggunakan perangkat perusahaan untuk menonton pertandingan secara langsung. Keamanan jaringan tradisional saja tidak lagi memadai?ancaman sesungguhnya justru berasal dari sisi pengguna. Karyawan dapat menonton siaran di situs yang telah terinfeksi malware, mengunduh aplikasi streaming yang menyembunyikan malware, atau menggunakan kredensial perusahaan untuk mendaftar pada program hadiah palsu.?
Menurut Group-IB dan FBI, selama periode Agustus 2025 hingga Juni 2026, lebih dari 4.300 situs web palsu telah didaftarkan dengan tampilan yang sepenuhnya meniru antarmuka FIFA, sistem penjualan tiket, platform streaming, serta portal rekrutmen Piala Dunia.
Cara Organisasi Mengurangi Risiko Siber Selama Musim Sepak Bola
Tentang SearchInform
SearchInform adalah penyedia solusi keamanan informasi, manajemen risiko, serta layanan Managed Security Services (MSS). Perusahaan ini melayani lebih dari 4.000 klien di lebih dari 20 negara. Saat ini, SearchInform menawarkan berbagai produk dan layanan untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap ancaman dari orang dalam (insider threats) di seluruh lapisan sistem informasi perusahaan, termasuk FileAuditor (solusi kelas DCAP), sistem Data Loss Prevention (DLP) dengan fungsionalitas yang diperluas, Risk Monitor (platform canggih berbasis kecerdasan buatan/AI untuk mitigasi ancaman internal), sistem SIEM, serta layanan outsourcing keamanan informasi.