• Home
  • Bisnis
  • Museum Jiandu Changsha Luncurkan Ruang Pamer Digital, Pengunjung dari Seluruh Dunia Kini Dapat Mengadopsi Koleksi Digital Hanya dengan Satu Klik

Museum Jiandu Changsha Luncurkan Ruang Pamer Digital, Pengunjung dari Seluruh Dunia Kini Dapat Mengadopsi Koleksi Digital Hanya dengan Satu Klik

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:12
https://youtu.be/-fteWwIeVYs?si=IN4wxf2sTz2QIBOZ

CHANGSHA, CHINA – Media OutReach Newswire – 13 Juli 2026 – Revolusi digital tengah mengubah cara masyarakat menikmati museum dan warisan budaya. Menjelajahi kekayaan budaya secara daring tanpa harus meninggalkan rumah kini menjadi cara baru bagi publik untuk mengapresiasi sejarah. Tahun 2026 menandai 30 tahun sejak ditemukannya naskah bambu Kerajaan Wu dari periode Tiga Kerajaan di Situs Zoumalou. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan yang diselenggarakan Changsha Evening News, salah satu agenda utamanya resmi diperkenalkan pada 10 Juli, yakni peluncuran Museum Bambu Digital (Digital Bamboo Slips Exhibition Hall) secara daring, bersamaan dengan dimulainya program adopsi koleksi digital berskala global yang menghadirkan hadiah budaya lintas ribuan tahun bagi para pencinta sejarah dan budaya di seluruh dunia.

Pada tahun 1996, lebih dari 100.000 bilah bambu dan kayu bertuliskan catatan dari Kerajaan Wu pada era Tiga Kerajaan ditemukan di sebuah sumur kuno di Zoumalou, Changsha. Penemuan ini berhasil mengisi kekosongan catatan sejarah mengenai kehidupan masyarakat lokal pada masa Tiga Kerajaan. Pada 8 November 2007, Museum Jiandu Changsha resmi dibuka untuk umum. Untuk memenuhi kebutuhan para pencinta sejarah dan budaya, baik di dalam maupun luar negeri, yang ingin mempelajari naskah bambu dari dekat, Changsha Evening News mengembangkan dan meluncurkan Museum Bambu Digital. Didukung teknologi digital, museum ini melampaui keterbatasan pameran fisik konvensional dengan menghadirkan ruang museum daring yang dapat diakses selama 24 jam setiap hari. Kehadirannya menawarkan cara baru yang bebas hambatan bagi masyarakat dunia untuk menikmati sekaligus mempelajari naskah bambu yang telah berusia ribuan tahun.

Dengan mengintegrasikan teknologi digital mutakhir seperti Extended Reality (XR) dan Artificial Intelligence (AI), museum ini menghadirkan beragam fitur, termasuk ruang pamer digital, koleksi digital, tur virtual panorama, tur kawasan bersejarah Kota Tua Changsha, serta permainan interaktif bertema naskah bambu. Melalui pendekatan inovatif yang memadukan budaya dan teknologi, museum ini membuka jalur baru dalam penyebaran budaya museum ke tingkat global, sehingga naskah bambu era Tiga Kerajaan yang selama ribuan tahun tersimpan kini dapat melampaui batas geografis maupun keterbatasan ruang pamer fisik, sekaligus menjadi jendela bagi masyarakat dunia untuk lebih memahami sejarah dan budaya Tiongkok.

Koleksi digital menjadi salah satu daya tarik utama museum daring ini. Pengunjung dapat memperbesar maupun memperkecil tampilan hanya dengan gerakan sederhana untuk mengamati bentuk utuh serta detail naskah bambu dalam resolusi tinggi. Melalui fitur tur panorama yang terintegrasi, pengunjung dapat menikmati pengalaman virtual yang imersif di seluruh ruang pamer Museum Jiandu Changsha, sekaligus menjelajahi berbagai situs bersejarah seperti Tianxin Pavilion, Tembok Kota Kuno, dan Sumur Kuno Baisha. Hanya dengan satu klik, pengunjung juga dapat memulai perjalanan menyusuri kawasan bersejarah dan budaya yang mengangkat tema naskah bambu. Sistem pemandu pintar yang tersedia turut mengatasi kendala bahasa dengan menyediakan layanan penjelasan dalam bahasa Mandarin, Inggris, Jepang, Korea, Arab, dan Prancis bagi pengunjung dari seluruh dunia. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pengalaman interaktif, seperti menyusun kembali bilah-bilah bambu dan beragam aktivitas menarik lainnya.

Bersamaan dengan peluncuran Museum Bambu Digital, Program Adopsi Koleksi Digital Naskah Bambu Global juga resmi diperkenalkan. Dengan mengakses museum daring tersebut, pengunjung dari dalam maupun luar negeri dapat menjelajahi koleksi digital dan membuat koleksi digital yang dipersonalisasi hanya dengan satu klik. Koleksi tersebut juga dapat langsung dibagikan melalui berbagai platform media sosial global, sehingga menghadirkan model baru dalam penyebaran budaya museum Changsha secara digital ke tingkat internasional.

Perwakilan Museum Jiandu Changsha mengatakan bahwa setelah melalui tiga dekade pengumpulan, pelestarian, dan penelitian budaya, naskah bambu yang ditemukan di Situs Zoumalou kini memasuki babak baru melalui penyebaran secara digital, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi pemanfaatan inovatif warisan budaya. Melalui inisiatif ini, naskah bambu era Tiga Kerajaan yang tersimpan di Changsha akan menjangkau para pencinta budaya Tiongkok di seluruh dunia melalui platform museum digital, sekaligus menyampaikan kisah-kisah tentang Tiongkok yang autentik, menarik, dan menginspirasi.



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top