• Home
  • Seni & Budaya
  • Keren! Para Bule Ini Lebih Mencintai Indonesia Daripada Negaranya Sendiri Loh

Keren! Para Bule Ini Lebih Mencintai Indonesia Daripada Negaranya Sendiri Loh

Kamis, 26 Mei 2016 | 11:41
Elizabeth Karen, WNA asal Amerika Serikat yang sangat mencintai budaya Jawa. (foto : forum.viva.co.id)
RIAUGREEN.COM - Di tanah air sebenarnya ada banyak hal yang bisa membuat kita jadi bangga, sayangnya masih banyak orang yang merasa tidak puas dengan bangsanya sendiri. Harus diakui jika Indonesia memang masih jauh dari Negara-negara maju dan modern seperti Negara-negara Eropa. Namun hal tersebut sepantasnya tidak membuat kita jadi kehilangan nasionalisme.Salah satu problematika yang kini terjadi di tanah air adalah rasa tidak puas dari sejumlah orang dengan tanah air Indonesia. Entah itu dari sisi modernisasi serta kemajuan sarana dan prasarananya hingga perilaku masyarakatnya sendiri.

Sementara di sisi lain tidak sedikit pula yang sangat nasionalis dengan tanah airnya, termasuk pula mereka yang terkesan acuh dengan tanah airnya "toh juga tidak kasih saya apa-apa". Tapi sebenarnya sudah sepantasnya kita malu dengan ke 7 warga Negara asing atau yang kerap kita sebut bule di bawah ini. Pasalnya meski mereka bukan warga Negara Indonesia kecintaannya terhadap tanah air justru membuat mereka berbuat banyak demi Indonesia.

Andre Graff

Pria yang lahir dan besar di Perancis ini dulunya merupakan seorang pemandu wisata sekaligus pilot balon udara di Perancis. Namun sekarang ini Andre Graff justru lebih banyak menghabiskan waktunya di Indonesia. Pertama kali datang di tahun 1990 lalu kembali lagi di tahun 2004 Andre benar-benar terpesona dengan Indonesia. Tidak hanya karena keindahan alamnya tapi juga budaya dan juga masyarakatnya. Namun ada sebuah hal yang membuat hati Andre terketuk hingga akhirnya ia benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk Indonesia.

[​IMG]

Andre merasa hatinya teriris akan kehidupan warga di kampung Adar Ledetadu yang justru sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Hal tersebut membuat Andre memutuskan untuk menetap dan membuatkan sumur untuk warga. Hingga kini setidaknya sudah 25 sumur yang sudah ia buat demi memberikan air bersih untuk tiga desa.

Robin Lim

Amerika Serikat adalah Negara maju dengan modernisasi yang luar biasa, namun hal tersebut sepertinya tidak membuat Robin Lim jatuh cinta dengan Negara kelahirannya. Bahkan ia lebih jatuh cinta dengan tanah air Indonesia.

[​IMG]

Robin Lim adalah bule asal Amerika yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Indonesia, namun bukannya dalam hal pemerintahan atau modernisasi tapi dari bidang kesehatan khususnya terhadap warga yang berada di bawah garis kemiskinan. Robin sangat peduli dengan kesehatan keluarga yang tidak mampu, ia menganggap semua orang berhak mendapatkan kesehatan apalagi untuk mereka yang tidak mampu. 

Hal ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan orang-orang yang punya materi lebih.

Gavin Edward

Orang-orang menjulukinya sebagai "si Bule gila" tapi bukan dalam arti yang sebenarnya. Gavin Edward Birch yang berasal dari New Zaeland ini sebenarnya sama seperti bule pada umumnya. Hanya saja ia punya kebiasaan yang justru dipandang gila oleh warga Senggigi yaitu ia kebiasaan memunguti sampah-sampah yang berserakan.

[​IMG]

Sejak pertama kali menginjakkan kakinya ke Lombok, Gavin langsung jatuh cinta. Namun ia sadar jika keindahan Lombok terancam akan kurangnya kepedulian sebagian orang akan sampah yang ia buang. Karena itu pula Gavin rela menghabiskan waktunya untuk memunguti sampah-sampah yang berserakan. 

Tidak hanya itu ia juga membangunkan toilet umum karena ia sering melihat orang-orang justru buang air sembarangan. Sayangnya kini Gavin telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah menderita malaria.

Elizabeth Karen

Jika kebanyakan orang sangat tergila-gila akan modernisasi dan perlahan mulai meninggalkan budayanya, wanita yang berasal dari Amerika Serikat bernama Elizabeth Karen ini justru sangat jatuh cinta dengan budaya Jawa. Bahkan saking cintanya, ia sampai menambahkan nama Sekar Arum di belakang namanya. Tidak hanya itu ia kini sudah cukup mahir menjadi sinden. 

[​IMG]

Mirisnya lagi, Elizabeth justru rela mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari budaya dan mempromosikan budaya Jawa ke dunia internasional.

Aurelien Francis

Jika ditanya saya yakin hampir semua orang Indonesia ingin ke Perancis. Namun hal tersebut justru berbanding terbalik dengan pria bernama Aurelien Francis Brule yang merupakan warga Negara Perancis yang justru tidak ingin meninggalkan Indonesia. Sejak berusia 12 tahun Aurelien langsung jatuh cinta dengan Indonesia dan sangat terpesona akan keanekaragaman hewan yang ada di Indonesia, khususnya hewan primate bernama Owa-owa. 

[​IMG]

Kini sudah 18 tahun Aurelie menghabiskan waktu dan mendedikasikan hidupnya demi menjaga kelangsungan hidup satwa-satwa di Indonesia, yang mana di tanah air sendiri banyak hewan yang justru jadi buruan untuk dijual ke pasar gelap.

Annette Horschmann

Danau Toba adalah salah satu danau yang melegenda di tanah air Indonesia, tidak hanya legenda akan keindahannya tapi juga legenda mistisnya. Hal tersebut pula yang membuat seorang warga Negara Jerman bernama Annette Horschmann jatuh cinta akan keindahan Danau Toba.


[​IMG]

Bahkan saking cintanya ia rela mendedikasikan hidupnya demi menjaga kelestarian dan juga kebersihannya. Sayangnya hal tersebut justru berbanding terbalik dengan pemerintah yang hanya fokus pada pariwisatanya.

Carlos Ferrandiz

Sebenarnya ia bisa mendapatkan apapun yang ia mau di Negara asalnya Spanyol, namun pria bernama lengkap Carlos Ferrandiz ini justru lebih memilih Indonesia. Carlos sangat mencintai Indonesia akan semua kekayaannya. Bahkan saking cintanya Carlos justru sangat peduli dengan kehidupan masyarakat pinggiran.

[​IMG]

Di Indonesia Carlos Ferrandiz memilih menetap di Sumbawa dan menghabiskan hidupnya untuk melakukan hal yang jarang dilakukan oleh pemerintah dan orang Indonesia sendiri. Carlos menghabiskan hidupnya untuk memajukan pendidikan warga-warga Sumbawa yang dinilainya sangat memprihatinkan. Bahkan ia kini telah mendirikan yayasan pendidikan yang diberi nama Harapan Sumbawa untuk anak-anak yang kurang mampu, hebatnya lagi semua itu ia lakukan secara suka rela tanpa meminta imbalan.




editor  : Hafiz
source : forum.viva.co.id

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top