JAKARTA, RIAUGREEN.COM - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)
menjalin kerja sama strategis dengan PT Green Marte International dalam
pengembangan pengolahan sampah menjadi energi alternatif. Kolaborasi ini
berlangsung di Jakarta dan menjadi langkah konkret dalam memperkuat
ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan ekonomi
sirkular berbasis limbah.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop
Situngkir, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa yang
sangat besar dari limbah agro dan sampah nasional yang dapat
dioptimalkan sebagai sumber energi alternatif.
"Saat ini serapan
biomassa oleh PLN baru sekitar 2,5 juta ton per tahun atau setara 2,5%
dari potensi yang ada. Padahal, limbah agro di Indonesia diperkirakan
mencapai 80 juta ton per tahun, dengan sekitar 60 juta ton di antaranya
belum termanfaatkan secara optimal. Jika digabungkan dengan sampah
nasional, total potensi bahan baku energi alternatif bisa melampaui 100
juta ton per tahun. Ini potensi yang sangat besar, tapi belum
dimanfaatkan". ujar Hokkop
Ia menegaskan bahwa pengembangan
biomassa perlu didukung oleh model bisnis yang kuat agar mampu berjalan
secara berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi.
“Pengembangan
energi biomassa harus terintegrasi antara teknologi dan model bisnis
yang feasible, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi sistem
energi nasional,” tambahnya.
PLN EPI menilai pengolahan limbah
menjadi biomassa dan biochar dapat menjadi solusi ganda yakni mengurangi
beban lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Melalui
kerja sama ini, PLN EPI dan Green Marte akan mengembangkan pemanfaatan
municipal waste dan limbah agro menjadi bahan bakar alternatif seperti
biochar dan syngas.
Direktur Utama Green Marte International,
Teddy Sujarwanto, menyampaikan bahwa pengolahan sampah menjadi energi
merupakan solusi strategis yang tidak hanya menghadirkan sumber energi
alternatif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Pemanfaatan
sampah sebagai energi menghadirkan peluang besar karena ketersediaannya
yang berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan
kualitas lingkungan,” ujarnya.
Salah satu fokus utama kolaborasi
ini adalah pengembangan biochar sebagai substitusi batubara untuk
mendukung program cofiring di PLTU. Melalui proses karbonisasi, biomassa
diolah menjadi bahan bakar yang lebih stabil, memiliki nilai kalor
tinggi, dan siap dimanfaatkan dalam sistem pembangkit.
Kerja sama
ini juga mencakup pengembangan biomass hub, riset teknologi pengolahan
limbah menjadi energi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia
kedua belah pihak.
PLN EPI menegaskan bahwa penandatanganan MoU
ini merupakan langkah awal untuk menguji kesesuaian teknologi dan model
bisnis sebelum masuk ke tahap implementasi lebih luas.
Perusahaan
juga menargetkan transformasi peran dari sekadar penyedia energi
menjadi integrator rantai pasok energi primer yang lebih bersih, sejalan
dengan target net zero emission.