JAKARTA, RIAUGREEN.COM — Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding,
menegaskan arah kebijakan dan fokus program dalam 100 hari kerja
pertama. Hal tersebut disampaikan pada rapat pimpinan (rapim) perdana
sehari setelah serah terima jabatan, pada Kamis (30/4). Rapim ini
menjadi momentum awal untuk memperkokoh fondasi kelembagaan, memperkuat
pengawasan berbasis risiko, serta menjalankan fungsi karantina sebagai
fasilitator perdagangan.
Karding menekankan peningkatan
akuntabilitas dan transparansi di seluruh lini. Ia meminta seluruh unit
kerja memperkuat sinergi dan memastikan setiap proses kerja berjalan
efektif, efisien, serta terukur. Lebih lanjut, Karding berharap
kedepannya dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan pengawasan
berbasis risiko.
"Fokus kita salah satunya adalah mengungkap
praktik penyelundupan serta penutupan celah-celah di wilayah perbatasan
yang berpotensi menjadi pintu masuk ancaman hayati," ungkap Karding.
Lebih
lanjut, Karding menegaskan bahwa Barantin harus mampu menjadi
fasilitator perdagangan yang semakin kuat. Peran karantina tidak hanya
sebatas pengawasan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam
diplomasi ekonomi dan akselerasi perdagangan. Dengan sistem layanan yang
semakin modern dan responsif, Barantin diharapkan dapat mendukung
kelancaran arus komoditas sekaligus menjaga keamanan hayati Indonesia.
"Salah
satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah menyelaraskan regulasi
dan perencanaan, peninjauan kembali notifikasi ke Organisasi
Perdagangan Dunia (WTO), serta pembentukan satuan tugas khusus untuk
penanganan reekspor. Setiap layanan juga diharapkan memiliki standar
waktu layanan (Service Level Agreement/SLA) yang jelas dan terukur,"
terang Karding.
Pada kesempatan ini, Karding juga menyampaikan
perhatiannya terhadap peningkatan kinerja dan kesejahteraan Sumber Daya
Manusia (SDM) di Barantin. Menurutnya kedua hal tersebut harus berjalan
beriringan.
Menutup arahannya, Karding menggarisbawahi pentingnya
penguatan komunikasi dan sinergi dengan berbagai kementerian dan
lembaga terkait. Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial untuk
memastikan setiap kebijakan karantina dapat berjalan efektif dan selaras
dengan kepentingan nasional.
"Dengan langkah-langkah strategis
tersebut, saya optimis Badan Karantina Indonesia dapat memperkuat
perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati dan
mendukung ketahanan pangan nasional," tutup Karding.