• Home
  • Migas
  • Pertamina Beli 2,5 Juta Barel Minyak dari Blok Rokan untuk Kurangi Impor

Pertamina Beli 2,5 Juta Barel Minyak dari Blok Rokan untuk Kurangi Impor

Kamis, 17 Januari 2019 | 11:29
ilustrasi
RIAUGREEN.COM - PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) berhasil melakukan penjualan perdana minyak mentahnya di Blok Rokan ke PT Pertamina (Persero). Ini dalam menindaklanjuti Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 42/2018 mengenai Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

Dalam tahap awal Pertamina membeli minyak dari Chevron untuk periode enam bulan, yakni mulai dari Januari hingga Juni 2019. Estimasi volumenya diperkirakan mencapai 2,5 juta barel per bulan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina berupaya menyerap semaksimal mungkin minyak mentah bagian kontraktor. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri sehingga bisa mengurangi impor minyak mentah. Adapun pembelian minyak dari Blok Rokan itu harganya sesuai kelaziman bisnis.

"Hubungan dan kerja sama business to business antarkedua belah pihak diharapkan semakin erat," ujar Nicke dalam rilisnya, kemarin.

Minyak yang dibeli Pertamina dari Blok Rokan itu merupakan jenis Sumatran Light Crude (SLC) dan Duri Crude (DC). Minyak tersebut dinilai sesuai dengan konfigurasi kilang minyak Pertamina sehingga dapat meningkatkan nilai produk. Nicke mengatakan, Pertamina akan mengolah minyak mentah SLC dan DC itu di kilang Pertamina selain Kasim-Sorong.

"Kami mengacu pada arahan pemerintah dan telah menyampaikan proposal menyatakan minat pada seluruh kontraktor untuk membeli jatah minyak mentah mereka," kata dia.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak menyambut baik kerja sama dengan Pertamina tersebut. Apalagi Blok Rokan merupakan produsen minyak mentah terbesar di Indonesia sehingga bisa memberikan manfaat bagi semua pihak termasuk pemerintah dan rakyat Indonesia.

"Dengan adanya kerja sama ini, maka kami secara resmi menerapkan peraturan penjualan minyak mentah bagian kontraktor untuk kebutuhan domestik," kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto berharap kerja sama ini bisa dikembangkan Pertamina dengan kontraktor lainnya. "Ini membuat ketahanan energi kita semakin baik," kata dia.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan, di tengah semakin meningkatnya konsumsi minyak dalam negeri, pihaknya terus mendorong Pertamina mengurangi impor dengan membeli minyak mentah yang diproduksi di blok dalam negeri. Dengan begitu, bisa memperbaiki neraca transaksi berjalan.

"Diharapkan kontraktor yang lain akan mengikuti langkah ini, menjual minyak mentah bagiannya ke Pertamina dengan tetap mengedepankan prinsip business to business yang baik serta tetap mengoptimalkan penerimaan negara," ujar dia.

Selain Chveron, Pertamina juga melakukan kesepakatan dengan KKKS lainnya, seperti RH Petrogas Limited, PT SPR Langgak, Petro China International Jabung Ltd, PT Bumi Siak Pusako, SAKAPangkah Indonesia Ltd, PT Energi Mega Persada Tonga, Petronas Carigali Ketapang I Ltd, Husky CNOOC Madura Ltd, dan PT Energi Mega Persada Tbk.

Seluruh upaya ini bisa mengurangi impor minyak mentah dan kondensat Pertamina sekitar 115.000 barel per hari (bph) dan diharapkan mengurangi pembelian impor menjadi 250.000 bph. Sebelumnya, Pertamina masih harus mengimpor minyak mentah dan kondensat sekitar 342.000 bph.

(sumber:okezone.com)


Loading...
BERITA LAINNYA
WOWS Jadi Penopang Utama Produksi Minyak Nasional
Senin, 26 Agustus 2019 | 19:43
Pemerintah Belum Rencanakan Kenaikan Harga BBM
Kamis, 06 September 2018 | 12:50
BERIKAN KOMENTAR
Top