• Home
  • Meranti
  • Bappeda Meranti Taja FGD Pengelolaan Sagu Berkelanjutan Tahun 2017

Bappeda Meranti Taja FGD Pengelolaan Sagu Berkelanjutan Tahun 2017

Selasa, 02 Mei 2017 | 23:55
Foto Muhammad Firdaus
SELATPANJANG, RIAUGREEN.COM - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Meranti mengadakan pertemuan tentang Focus Group Discussion (FGD) pengelolaan sagu berkelanjutan tahun 2017, acara bertempat di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti Jalan Dorak, Selatpanjang, Selasa (2/5/17).

Turut hadir acara tersebut,  Perwakilan dari IPB Dr Irman Firmansyah, Dosen UNRI Dr Ahmad Muhammad, Pembantu Direktur I AMIk Selatpanjang Yeni Herayani S Kom MKom, Kepala Bappeda Kabupaten Meranti Mamun Murod, Kepala Badan/ Dinas Kabupaten Meranti, Kabid Ekonomi Bappeda Kabupaten Meranti Muhammad Firdaus, Para Camat, Para Kades dan para undangan lainnya.

Pada awalnya, Kabid Ekonomi Bappeda Kabupaten Meranti, Muhammad Firdaus yang juga selaku ketua panitia, mengucapkan terima kasih atas kehadiran tamu undangan yang telah menghidupkan dan meramaikan, sehingga suasana Focus Group Discussion (FGD) pengelolaan sagu berkelanjutan tahun 2017 ini menjadi baik, lancar dan tertata rapi.

"Oleh karenanya, kita undang bapak semuanya agar tahu potensi sagu di meranti ini sangat besar sekali dan sangat diminati oleh daerah lainnya dan bahkan sagu meranti ini sudah dikenal oleh daerah lain dengan mutunya bagus dan bahannya baik," ujar Firdaus.

Sementara itu juga, dari pemaparan Kepala Bappeda Kabupaten Meranti Ir Mamun Murod MM, mengatakan pada awalnya senggaja pihaknya undang untuk mengikuti FGD ini, yang  terdiri dari 4 Kecamatan yakni Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kecamatan Merbau, Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Rangsang Pesisir dan pihak yang terkait dengan hal potensi sagu tersebut.

 "Oleh sebab itu, tujuan dilakukannya Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan sagu ini yakni untuk mendapatkan input, masukan dan pendapat, agar permasalahan yang dihadapi baik yang bersifat internal maupun eksternal. Sehingga dari masalah tersebut lalu dicari solusi yang terbaik dan dapat di handalkan," ungkap Mamun Murod.

Menurut Kaban Mamun Murod ini juga, sasaran harus tepat yakni 4 Kecamatan yang memiliki potensi sagu terbesar di Kabupaten Kepulauan Meranti ini.

"Untuk itu, kita tahu bahwa potensi sagu di meranti ini cukup besar, kalau potensi ini kita kelola dengan baik, maka bukan tidak mungkin sagu ini menjadi akan mendapat basis peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten kepulauan meranti dan sebagai penyumbang PAD juga nantinya," imbuhnya.
 
Kendati demikian, Ia pun berharap semoga melalui acara FGD ini bisa mengenalkan sagu meranti sampai Provinsi, Nasional bahkan Internasional kedepannya. 

Dalam kesempatan yang sama, salah satu nara sumber yang dari perwakilan dari IPB Dr Irman Firmansyah, mengatakan untuk sementara ini kompetitor penghasil sagu di indonesia yakni Maluku, Papua, Sulawesi dan Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Nah, ini perlu kita upayakan saat ini kita bisa menata dari awal baik dari industri hulunya sampai ke industri hilirnya. Bahkan semoga apa yang kita upayakan dapat mutu dan kualitas sagu meranti ini menjadi sagu terbaik dan terkenal seluruh indonesia dan dunia kedepannya," tutupnya dengan optimis. (rls/gun)

Loading...
BERITA LAINNYA
Cuti Bersama, ASN Diimbau Tidak Keluar Daerah
Senin, 26 Oktober 2020 | 10:02
Kampanye Pilkada Harus Terapkan Protokol Kesehatan
Minggu, 25 Oktober 2020 | 20:59
BERIKAN KOMENTAR
Top