• Home
  • Inhil
  • Potret Pengrajin Atap Nipah di Indragiri Hilir Riau

Potret Pengrajin Atap Nipah di Indragiri Hilir Riau

Oleh: Muh Yusra Mahendra
Selasa, 23 Juni 2020 | 16:34
INHIL, RIAUGREEN.COM - Masihkah pembaca mengingat atap nipah ? Jika masih mengingatnya, di balik eksotisme suara rintik hujan di pelepah atap nipah, serta ditambah bau yang khas dari daun tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi kita semua.

Kerajinan tradisional membuat atap nipah Indragiri hilir masih terus bertahan. Potensi nipah yang melimpah menjadikan pengrajin mudah mendapatkan bahan untuk atap nipah.

Beragam cara dilakukan orang untuk bertahan hidup. Banyak warga Sungai Bangkar, Desa kembang Mekar Sari, Kecamatan Keritang yang bekerja sebagai pembuat atap nipah. Misalnya saja,  Husni.

Demi mencukupi kebutuhan sehari harinya, Husni merintis usaha menganyam daun nipah menjadi atap rumah. Pekerjaan ini sudah dijalaninya bertahun-tahun. Tak hanya Husni, Jaini (44), lainnya mengaku telah melakukan pekerjaan sebagai pengrajin atap nipah selama 20 tahun.

"Saya bekerja sebagai penganyam atap dari saya belum menikah sampai sekarang saya sudah punya tiga anak. Anak pertama saya sudah berumur 25 tahun lagi dan anak kedua saya berumur 15 tahun anak saya yang kecil berumur 5 tahun," kata jaini.

Pekerjaan membuat atap nipah sudah turun temurun dari leluhurnya. Penghasilan dari menganyam atap ini dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kalau untuk bahan-bahan untuk membuat atap daun ini, itu dari daun nipah yang sudah tua, pohon pinang, dan pucuk nipah. Bahan-bahan ini saya ambil sendiri di hutan nipah yang tersebar di pinggiran sungai," ujarnya.

Dalam satu bulan, bapak dan tiga orang anaknya ini bisa menganyam atap daun berkisar dari 1000 hingga 9000 keping. Harga perkeping ia jual 1,300 rupiah.

"Alhamdullillah dalam satu bulan bisa terjual semuanya," ujarnya.

Di Kabupaten  Indragiri hilir ini bukan hanya di Desa kembang mekar sari saja yang ada pengrajin atap daun. Sejumlah daerah seperti desa Tanjung Baru, dan Sukamaju sejumlah pengrajin atap daun tradisional.

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top