• Home
  • Dunia
  • Setelah Diidentifikasi Ahli, Ini Asal Usul Serangga Hitam yang Muncul di Kota Suci Makkah

Setelah Diidentifikasi Ahli, Ini Asal Usul Serangga Hitam yang Muncul di Kota Suci Makkah

Sabtu, 12 Januari 2019 | 18:53
Petugas membersihkan serangga yang ada di sekitar Masjidil Haram

RIAUGREEN.COM - Pemerintah Kota Suci Mekkah berhasil identifikasi serangga hitam (jangkrik) yang muncul di sekitar Masjidil Haram beberapa waktu lalu.

Dikutip dari The Sun, binatang tersebut yakni, belalang hitam dan serangga yang termasuk dalam klasifikasi famili/keluarga Gryllus.

"Sebuah referensi ke klip video yang dibagikan di media sosial, yang menunjukkan penyebaran serangga di alun-alun di sekitar Masjid Suci Mekah, Sekretariat Kota mengidentifikasi serangga ini disebut belalang hitam."

"[Kejadian itu] telah diarahkan ke semua tim khusus untuk bekerja menghilangkan serangga ini ... Fokusnya adalah pada tempat berkembang biak dan inspeksi media dan ruang pembiakan sanitasi dan saluran air terbuka di sekitar halaman Masjid Suci dan saluaran air yang mengelilingi Kabah."

Kemudian sejumlah ahli memberikan perkiraannya terkait penyebab munculnya serangga-serangga tersebut.

Dilansir oleh SURYA.co.id dari media The Nation, ada tiga penyebab kemunculan seranggga berdasarkan perkiraan para ahli.

1. Adanya Bisnis Budidaya Jangkrik di Semenanjung Arab

Fenomena serangga di sekitar Kota Mekkah membingungkan para pakar margasatwa.

Dr Jacky Judas, manajer dan penasihat ilmiah keanekaragaman hayati terestrial di WWF dan Emirates Nature, mengatakan, ini merupakan peristiwa pertama yang terjadi.

"Ini adalah pertama kalinya bagi saya untuk melihat spesies ini dalam jumlah besar. Saya tidak terkejut bahwa orang mengatakan hal yang sama," kata Dr Jacky Judas.

"Aku belum pernah melihat spesies ini dalam jumlah besar ini," imbuhnya.

Jacky mengatakan, kemunculan serangga-serangga itu bisa saja disebabkan karena adanya bisnis di Semenanjung Arab.

Beberapa bisnis dalam membudidayakan jangkrik untuk memberi makan burung.

Serangga tersebut bisa saja melarikan diri dan menyebar ke Kota Mekkah.

Dr Jacky Judas juga bertugas untuk mengidentifikasi satu di antara spesies serangga yang ada, mereka terkait dengan jangkrik dalam nama ilmiah Gryllus campestris.

2. Insiden Satu Penangkaran Besar Telah Rusak dan Serangga Menyebar dalam Jumlah Besar

Dr Jacky Judas menyebut adanya insiden sebuah kecelakaan yang menimpa satu penangkaran khusus serangga.

"Ini bisa menjadi insiden di mana satu penangkaran telah melarikan diri dan menyebar dalam jumlah besar," katanya.

"Jika tidak mungkin ada kondisi khusus yang mendukung pengembangan dan pemuliaan mereka," katanya.

"Tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi," lanjutnya.

3. Akibat Gelombang Panas

Kawanan serangga yang menyerbu Masjidil Haram terdiri dari banyak kelompok.

Ahli dari Emirates Nature menduga adanya gelombang panas yang hebat di daerah sekitar Kota Mekkah.

Karena fenomena yang sama juga sempat terjadi di dua negara lain yang memiliki gelombang panas yang hebat.

Foto-foto dan video saat evakuasi bangkai serangga itu usai diberi tindakan semprotan pestisida juga ramai di media sosial.

Selain di Arab Saudi, para ahli dari Emirates Nature menduga jika serangga tersebut juga sempat muncul di negara lain yakni, di Peru dan Virginia Barat, Amerika Serikat.

Hal itu setelah dipicu adanya gelombang panas yang hebat.

Dugaan lain juga disebutkan oleh media National Geographic via The Sun.

Menurut National Geographic, seranggaberwarna gelap-gelap tersebut memiliki fase tumbuh hingga panjang tiga inci.

Apalagi setelah memasuki fase perilaku, fase berkelompok, dan berteman dengan serangga lain, ketika kondisi lingkungan menghasilkan banyak tanaman hijau.

Hal itu memicu adanya fase perkembangbiakan, yang akhirnya dapat menyebabkan mereka berkumpul dalam kawanan.

(sumber: surya.id)


Loading...
BERITA LAINNYA
Kabut Asap Kian Parah, Malaysia Tutup 145 Sekolah
Selasa, 17 September 2019 | 13:23
Luar Bisa, Nenek 73 Tahun Lahirkan Bayi Kembar
Senin, 09 September 2019 | 12:23
Google Maps Kombinasikan Rute Bus dan "Ojek"
Rabu, 28 Agustus 2019 | 11:48
Tanker Meledak, 71 Orang Tewas Mengenaskan
Senin, 12 Agustus 2019 | 20:39
BERIKAN KOMENTAR
Top