• Home
  • Dunia
  • 9 Makanan Indonesia Ini Hasil Akulturasi Warisan Zaman Penjajahan Belanda

9 Makanan Indonesia Ini Hasil Akulturasi Warisan Zaman Penjajahan Belanda

Jumat, 21 Agustus 2015 | 10:22
ilustrasi foto kue lapis legit. (foto diambil dari google picture/internet)
RIAUGREEN.COM - Berbicara tentang akulturasi, tentunya Belanda menjadi salah satu negara yang punya pengaruh paling kuat bagi perkembangan budaya kita. Menjadi negara jajahan Belanda selama 350 tahun membuat bangsa kita sedikit-banyak bersentuhan dengan budaya negeri kincir angin.

Akibatnya beberapa unsur budaya dari Belanda terserap dan membaur dengan budaya lokal. Dan hal ini bisa dilihat dari banyak hal, salah satunya kuliner.

Tahukah kamu, cukup banyak masakan di Indonesia yang ternyata berakar dari kuliner Belanda. Salah satunya adalah semur dan kue cubit. Makanan apa lagi yang ditinggalkan penjajah? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Semur

Meskipun bercitarasa lokal, ternyata sejarah semur bisa ditelusuri sampai ke kuliner Belanda. Menurut The Javanese, istilah semur berasal dari bahasa Belanda 'smoor' yang berarti rebusan. Di Belanda sendiri smoor adalah daging yang direbus bersama tomat dan bawang dalam waktu lama.

Di Indonesia, smoor berkembang dari sekadar rebusan daging sapi dengan tomat dan bawang menjadi masakan kaya bumbu dengan berbagai bahan dasar alternatif. Di Groot Nieuw Oost-Indisch Volledig Kookboek, buku resep tertua yang diterbitkan pada masa Hindia Belanda saja setidaknya ada 6 variasi resep semur, yaitu Smoor Ajam I, Ajam Smoor II, Smoor Ajam III, Smoor Bandjar van Kip, Smoor Bantam van Kip, dan Solosche Smoor van Kip.

Lambat laun, semur dengan citarasa lokal pun mulai bermunculan dan menjadi kuliner khas beberapa daerah. Antara lain semur Jengkol yang sangat populer di kalangan warga Betawi.

2. Perkedel

Merdeka.com - Perkedel atau kadang disebut begedel merupakan gorengan khas Indonesia yang terbuat dari berbagai macam bahan. Yang paling umum adalah perkedel dari kentang tumbuk. Namun kini perkedel juga bisa dibuat dari tahu, ikan, jagung, dan bahan-bahan lain.

Perkedel merupakan versi lokal dari frikadeller, gorengan berbahan kentang dan daging dari Belanda. Makanan ini sendiri sebenarnya diadaptasi Belanda dari gorengan daging cincang asal Denmark.

3. Lapis legit

Lapis legit merupakan salah satu penganan manis yang biasa tampil dalam rijsttafel, jamuan gaya kolonial. Pada masa itu, kue ini lebih umum disebut spekkoek. Mirip dengan kue lapis Eropa, namun dengan tambahan rempah-rempah khas Asia Tenggara seperti adalah sejenis kue yang terbuat dari adonan tepung dan telur. Umumnya, spekkoek berwarna kuning dan coklat. Spikoek dapat dihias dan dihidangkan sebagai kue tart untuk acara-acara tertentu.

Spekkoek di Indonesia biasa disebut spekuk, atau dikenal juga sebagai lapis legit, merupakan resep kue Indonesia-Belanda. Kue ini berkembang selama masa kolonial Belanda di Indonesia dan merupakan kue yang terinspirasi dari kue Belanda dengan bahan lokal asli Indonesia. Kue lapis legit dibuat dari berbagai macam rempah-rempah yang memang sangat disukai oleh orang Eropa di antaranya kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan adas manis.

4. Selat Solo

Selat Solo tadinya adalah makanan kaum ningrat keraton Solo. Dari penampilannya, terlihat jelas kalau kuliner khas Solo ini merupakan variasi lokal bistik Eropa.

Penambahan sayuran rebus sebagai pengganti kentang tumbuk merupakan alasan hidangan ini diberi nama selat (salada). Selain itu, bistik daging atau lidah sapi dalam selat Solo sudah dimodifikasi dengan topping keripik kentang dan saus yang lebih encer, manis, dan kaya rempah-rempah lokal. Berbeda dengan saus bistik Belanda yang berbasis kaldu dan lebih kental.

5. Kroket

Kroket merupakan olahan daging berbalut tepung panir yang bisa ditemui hampir di semua negara. Di Belanda, kroket adalah sejenis gorengan berbentuk lonjong yang terbuat dari ragout dan dilapisi tepung panir.

Kroket seperti inilah yang diadaptasi oleh kuliner Indonesia. Kentang tumbuk dengan isian ragout yang dilapisi tepung panir dan digoreng hingga kecoklatan.

Citarasa Indonesia juga mempengaruhi kroket Belanda. Bisa dilihat dari satekroket, kroket isi ragout bumbu sate yang populer sebagai jajanan pinggir jalan di Belanda hingga saat ini.

6. Klappertaart

Hidangan penutup yang berarti 'tart kelapa' ini merupakan salah satu kuliner khas dari Manado, Sulawesi Selatan. Klappertaart terbuat dari terigu, susu, santan, gula, mentega, dan daging buah kelapa. Kue ini mulai muncul pada masa penjajahan Belanda dan biasa muncul

7. Kue cubit

Siapa sangka, kue cubit yang masih bersaudara dengan pukis ini juga berakar dari kuliner Belanda. Kemungkinan besar, kue cubit merupakan adaptasi lokal dari poffertjes, panekuk mini yang diperkenalkan Belanda ketika menjajah bumi nusantara.

Sama seperti di Indonesia, di Belanda sana poffertjes juga populer sebagai jajanan pinggir jalan, terutama saat musim panas. Bahkan bahan-bahan dan cara pembuatannya pun relatif sama.

8. Kaasstengels

Kue keju yang satu ini paling sering muncul saat lebaran. Bisa ditebak dari namanya, kaasstengels merupakan kue kering yang dibawa oleh penjajah Belanda pada masa kolonial.

Kaasstengels sendiri berarti 'stik keju'. Makanan ini merupakan salah satu hapjes (snack) yang cukup populer di Belanda dan bisa dijumpai di toko-toko kue lawas yang menyediakan roti dan panganan ringan bergaya tempo dulu.

9. Sup brenebon

Sup brenebon merupakan sup berbahan kacang merah yang cukup populer di daerah-daerah timur Indonesia. Menurut Jeff Keasberry, pakar kuliner Hindia Belanda, makanan ini diadaptasi dari bruine bonensoep asal Belanda.

Namun jika sup brenebon berkuah bening, bruine bonensoep lebih menyerupai sup kental yang kuahnya dicampur dengan krim.

Itulah beberapa kuliner lokal yang ternyata berakar dari masakan Belanda.




editor  : Hafiz
source : merdeka.com

BERITA LAINNYA
Mulai Tahun Depan Vatikan Larang Penjualan Rokok
Jumat, 10 November 2017 | 13:46
Bejat! Gadis Ini Diperkosa Masal oleh 40 Pria
Senin, 11 September 2017 | 11:20
BERIKAN KOMENTAR
Top