• Home
  • Dumai
  • Kerja Sama PT Pelabuhan Dumai dan KBPS Dipertanyakan, LSM Minta Transparansi PAD

Kerja Sama PT Pelabuhan Dumai dan KBPS Dipertanyakan, LSM Minta Transparansi PAD

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:26
Ahmad Maritulius SE

DUMAI, RIAUGREEN.COM
- Kerja sama pemanduan dan tunda kapal PT Pelabuhan Dumai Bersemai (BUMD) dan PT Krakatau Bandar Samudra yang sudah berjalan belasan tahun, kini mendapat sorotan beberapa pihak.

Pasalnya, kerja sama tunda kapal dan pemanduan ini, ditengarai sarat "kongkalingkong" karena tidak transparan pendapatan asli daerah dari kerja sama itu.

"Yang namanya kerja sama itu, menguntungkan kedua belah pihak. Tapi ini, serba tidak jelas," ungkap Ahmad Maritulius SE, ketua LSM LPSPD (Lembaga Pengkajian Strategi Pembangunan Dumai ) kepada media.

Menurut Ketua Reformasi Masyarakat Dumai ini, kerjasama antara kedua belah sudah terjadi begitu lama bahkan belasan tahun, namun pembagian dari kerjasama tersebut tidak pernah diketahui masyarakat. Padahal, kehadiran PT Pelabuhan Dumai Bersemai salah satunya mendukung pendapatan asli daerah.

"Masyarakat berhak tahu, berapa pendapatan BUMD dari kerja sama tersebut, karena BUMD dibuat untuk meningkatkan potensi meningkatkan PAD. Hingga kini masyarakat tidak tahu," ujar Ahmad Maritulius SE, Ahad (11/1/2026).

Karena kurang transparan dalam kerjasama ini, menurut Ahmad Maritulius, ada dugaan kongkalingkong antara kedua belah pihak. Karena masyarakat tidak mendapatkan akses atas pembagian ke untungan atas kerjasama ini.

"Karena sulit mendapatkan akses, timbul berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Bahkan timbul kecurigaan tentang keadilan dan transparansi kerjasama ini," pungkas Lius

Pertanyaan dan kecurigaan masyarakat semakin menyeruak disaat sulitnya mendapat informasi dari kerja sama ini.

"Bagaimana perhitungan pembagian hasil antara KBPS dan PT Pelabuhan Dumai Berseri'. Apakah Kota Dumai mendapatkan bagian yang adil'," ungkap lius.

PT Krakatau Bandar Samudera saat di konfirmasi melalui salah satu stafnya Rivo lewat jaringan selularnya belum memberikan pernyataan resmi dan hanya mengatakan

"Saya tdk lgsg bs kasih pak, pimpinan di cilegon pak. Di dumai ada yg bertanggung jawab, cuma posisi nya sdg off tdk di dumai nanti kalau sudah di dumai mngkn bs bertemu pak," kata Rivo, staf KBPS.

Sementara, Lukman Direktur Utama PT Pelabuhan Dumai Bersemai, belum berhasil dihubungi, karena semua no handphone nya tidak bisa dihubungi. (54f)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top