HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – CPA Australia hari ini telah menyampaikan serangkaian rekomendasi berorientasi ke masa depan untuk dipertimbangkan dalam Anggaran Pemerintah Hong Kong SAR tahun 2026–27. Dengan perkiraan defisit fiskal sebesar HK$0,9 miliar pada tahun fiskal 2025–26 dan cadangan fiskal yang solid sebesar HK$653 miliar, CPA Australia mengusulkan sejumlah langkah kebijakan dengan tema “Power Hong Kong's Growth” (Menggerakkan Pertumbuhan Hong Kong) yang berfokus pada empat pilar berikut:

  • - Menghubungkan Tiongkok dan pasar global untuk mendorong pertumbuhan
  • - Memperkuat Hong Kong sebagai pusat perdagangan dan pengelolaan kekayaan global
  • - Mendifersifikasi ekonomi dan meningkatkan daya saing tenaga kerja
  • - Meningkatkan standar hidup demi kota yang lebih sehat dan layak huni

Menghubungkan Tiongkok dengan Pasar Global dan Menggerakkan Mesin Ekonomi Masa Depan Hong Kong

CPA Australia menekankan bahwa Hong Kong harus memperkuat posisinya sebagai gerbang utama yang menghubungkan Tiongkok dengan pasar global. Seiring dengan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok yang memberikan penekanan lebih besar pada keterbukaan berkualitas tinggi, Hong Kong berada pada posisi unik untuk membantu perusahaan-perusahaan Tiongkok melakukan ekspansi ke luar negeri sekaligus menarik investasi asing langsung ke Tiongkok Daratan melalui Hong Kong. Penguatan fungsi sebagai gerbang ini akan menjadi kunci dalam mendorong fase pertumbuhan ekonomi Hong Kong berikutnya.

“Pengembangan kerangka insentif pajak yang terpadu dan koheren untuk Corporate Treasury Centres (CTC) dan kantor pusat regional (Regional Headquarters/RHQ) akan semakin memperkuat daya tarik Hong Kong sebagai basis operasi perusahaan multinasional. Selain itu, efektivitas kebijakan re-domiciliation telah menarik banyak perusahaan luar negeri untuk memindahkan domisili hukumnya ke Hong Kong. Namun, karena belum terdapat panduan yang jelas mengenai apakah re-domiciliation akan memicu kewajiban pajak dan kewajiban pelaporan pajak di Tiongkok Daratan, kami merekomendasikan agar Pemerintah Hong Kong berkoordinasi dengan otoritas pajak Tiongkok Daratan untuk menegaskan bahwa tidak terjadi pemindahan aset secara nyata dalam proses tersebut, sehingga tidak menimbulkan kewajiban pajak di Tiongkok Daratan,” ungkap Mr Anthony Lau, Co-Chair Komite Perpajakan CPA Australia Greater China, dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

“Kami juga merekomendasikan percepatan langkah-langkah konektivitas pasar, seperti pemberian pengurangan pajak khusus untuk biaya terkait IPO bagi perusahaan yang melakukan pencatatan di Papan Utama HKEX, serta terus meningkatkan mekanisme keuangan lintas batas yang sudah ada, termasuk dengan memperkenalkan skema IPO Connect,” jelasnya,.

Pendekatan yang lebih sederhana akan mengurangi kompleksitas, meningkatkan kepastian pajak, serta mendorong perusahaan luar negeri dan perusahaan Tiongkok Daratan untuk memusatkan fungsi manajemen, pembiayaan, dan strategis mereka di Hong Kong.

CPA Australia juga menyoroti pentingnya memposisikan Northern Metropolis sebagai zona inovasi lintas batas unggulan yang akan mendorong pertumbuhan Hong Kong di masa depan. Mr Lau mengatakan, “Untuk mendukung pengembangan infrastruktur, kami menyarankan Pemerintah mengadopsi instrumen pembiayaan yang berorientasi ke depan guna mengurangi tekanan terhadap keuangan publik. Instrumen tersebut dapat mencakup penerbitan obligasi yang ditujukan kepada investor internasional, misalnya dengan nilai perkiraan USD 2 miliar pada berbagai jangka waktu, serta pemberian pembebasan pajak bagi pemegang obligasi atas pendapatan bunga dan keuntungan perdagangan yang berasal dari obligasi yang diterbitkan untuk proyek infrastruktur Northern Metropolis, baik yang diterbitkan oleh pemerintah maupun sektor swasta.”

“Untuk menarik perusahaan inovasi dan teknologi terkemuka ke kawasan tersebut, kami juga merekomendasikan perluasan cakupan pengeluaran litbang (R&D) yang memenuhi syarat agar mencakup kegiatan yang dialihdayakan kepada pihak berelasi yang berbasis dan beroperasi di kota-kota lain di wilayah Greater Bay Area. Hal ini mencerminkan semakin terintegrasinya inovasi dan rantai pasok lintas batas.”

Memperkuat Hong Kong sebagai Pusat Perdagangan Global dan Hub Retensi Kekayaan

Peran jangka panjang Hong Kong sebagai gerbang perdagangan dan keuangan yang bebas, terbuka, dan tepercaya tetap menjadi inti dari relevansinya di tingkat internasional.

“Hong Kong perlu memanfaatkan status uniknya sebagai pusat perdagangan global dengan memperkuat rezim pelabuhan bebas dan memperluas dukungan bagi perdagangan komoditas bernilai tinggi, yang akan membantu mendiversifikasi basis ekonomi kota serta meningkatkan kedalaman pasar. Komoditas yang memenuhi syarat seperti perak dan material tanah jarang saat ini masih berada di luar cakupan yang berlaku, sehingga daftar komoditas yang memenuhi syarat perlu ditinjau secara berkala, dengan fleksibilitas legislasi yang memadai, guna memastikan pembaruan yang tepat waktu sejalan dengan perkembangan pasar. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan apakah cakupan tersebut perlu diperluas melampaui perdagangan fisik dan pendapatan insidental untuk mencakup transaksi berbasis derivatif, yang merupakan bagian signifikan dari aktivitas komoditas global,” jelas Ms Karina Wong, Wakil Ketua Komite Perpajakan Greater China.

Ekosistem family office yang lebih kuat merupakan elemen kunci dalam memperkokoh peran Hong Kong sebagai pusat pengelolaan kekayaan dan perencanaan suksesi pilihan utama di Asia. “Kami merekomendasikan penerapan tarif pajak laba preferensial sebesar 8,25 persen bagi Single Family Office, Multi Family Offices (MFO), dan manajer dana guna meningkatkan daya saing Hong Kong dibandingkan pusat pengelolaan kekayaan regional lainnya.

“Penyelarasan kelas aset investasi yang diperbolehkan dalam rezim konsesi pajak family office dengan yang berlaku dalam Capital Investment Entrant Scheme (CIES) juga akan menyederhanakan operasional, memberikan fleksibilitas investasi yang lebih besar, serta semakin meningkatkan daya tarik Hong Kong di kalangan pemilik kekayaan global yang mengelola modal jangka panjang,” tambah Ms Wong.

Modernisasi kerangka filantropi Hong Kong akan mendorong terbentuknya komunitas yang lebih peduli dan penuh empati, sekaligus memperkuat daya tarik kota bagi modal jangka panjang. “Donasi besar yang mendukung para warga dan rekonstruksi Wang Fuk Court menunjukkan bahwa Hong Kong adalah kota yang peduli. Untuk mendorong partisipasi filantropi yang lebih luas, kami menyarankan penghapusan batas 35 persen yang saat ini berlaku atas pengurangan pajak untuk donasi tunai dan memungkinkan pengurangan penuh hingga 100 persen, serta memperkenalkan pengurangan tambahan sebesar 300 persen untuk kontribusi kepada dana-dana yang ditetapkan, seperti Community Care Fund dan Disaster Relief Fund. Langkah ini akan mengarahkan lebih banyak sumber daya ke bidang-bidang yang membutuhkan dukungan sosial.

“Reformasi-reformasi ini akan memperkuat ekosistem Hong Kong di bidang perdagangan, pengelolaan kekayaan, dan filantropi, membantu kota ini menarik dan mempertahankan modal jangka panjang, serta memperkuat keunggulan daya saing Hong Kong,” ujar Ms Wong.

Mendifersifikasi Ekonomi dan Meningkatkan Daya Saing Tenaga Kerja

Seiring negara-negara maju mempercepat transformasi digital dan mengadopsi teknologi baru, daya saing jangka panjang Hong Kong akan sangat bergantung pada kemampuan kota ini untuk memperluas inovasi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas tenaga kerja dan pelaku usahanya.

“Kami mengusulkan peluncuran kembali Technology Voucher Programme yang telah diperbarui untuk membantu dunia usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), mempercepat digitalisasi dan mengadopsi solusi kecerdasan buatan (AI) yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing.

“Penguatan insentif pajak terkait penelitian dan pengembangan (R&D) juga sama pentingnya dalam mendorong inovasi. Oleh karena itu, kami mengusulkan peningkatan batas tertinggi untuk tarif pengurangan pajak super R&D dengan menaikkan ambang batas pengurangan 300 persen atas pengeluaran R&D yang memenuhi syarat dari HK$2 juta menjadi HK$4 juta,” kata Mr Janssen Chan, Co-Chair Komite Perpajakan Greater China CPA Australia.

UKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian Hong Kong, namun banyak di antaranya masih menghadapi tekanan biaya dan persaingan yang semakin ketat.

“Kami merekomendasikan peningkatan batas dalam rezim pajak laba dua tingkat untuk tarif konsesional setengah sebesar 8,25 persen dari HK$2 juta menjadi HK$4 juta atas laba kena pajak. Perpanjangan SME Financing Guarantee Scheme hingga setelah Maret 2026 juga merupakan langkah yang dapat meringankan tekanan operasional bagi usaha kecil dan mendorong reinvestasi,” tambah Mr Chan.

Dengan menaikkan batas pajak laba dua tingkat, memperpanjang dukungan pembiayaan, serta menyesuaikan kembali program teknologi untuk adopsi AI, Pemerintah dapat memberikan ruang bagi UKM untuk tumbuh dan memperkuat ketahanan jangka panjang mereka.

Meningkatkan Standar Hidup dan Membangun Kota yang Lebih Sehat serta Lebih Layak Huni

Mr Adam Chiu, anggota Komite Perpajakan Greater China, menyatakan bahwa Anggaran seharusnya memperkenalkan langkah-langkah pajak dan subsidi yang terarah guna memberikan dukungan nyata kepada rumah tangga, sekaligus mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan lebih produktif.

“Untuk memberikan keringanan langsung kepada para wajib pajak, kami merekomendasikan agar tetap mempertahankan rabat pajak gaji sebesar 100 persen atas pajak gaji final tahun 2025/26, dengan batas maksimum HK$6.000. Kebijakan ini akan membantu mengimbangi meningkatnya biaya hidup dan mendukung pendapatan yang dapat dibelanjakan, khususnya bagi kelompok berpenghasilan menengah. Kami juga mengusulkan pengenalan pengurangan pajak hingga HK$60.000 bagi keluarga pekerja yang mempekerjakan asisten rumah tangga secara khusus untuk merawat anak-anak, anggota keluarga lanjut usia, atau individu dengan kebutuhan perawatan khusus. Langkah ini akan membantu meringankan beban pengasuhan serta mendukung partisipasi dalam angkatan kerja,” ujar Mr Chiu.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran sepanjang hayat dan peningkatan keterampilan menjadi semakin penting dalam perekonomian yang berkembang pesat. “Untuk memungkinkan individu mengikuti pelatihan yang lebih maju atau terspesialisasi, termasuk di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan (AI), kami merekomendasikan peningkatan batas subsidi dalam Continuing Education Fund menjadi HK$30.000 per pemohon yang memenuhi syarat, serta menaikkan batas pengurangan pajak untuk pendidikan mandiri menjadi HK$150.000 per tahun. Untuk mendorong kesejahteraan fisik, kami juga mengusulkan pengurangan pajak hingga HK$2.000 untuk pengeluaran terkait olahraga.”

“Dengan mendukung keluarga pekerja, mendorong pembelajaran sepanjang hayat, dan mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat, langkah-langkah ini secara kolektif dapat meningkatkan kualitas hidup dan membantu membangun Hong Kong yang lebih tangguh dan inklusif,” kata Mr Chiu.

CPA Australia meyakini bahwa rekomendasi-rekomendasi ini akan memperkuat kemampuan Hong Kong untuk berinteraksi secara lebih efektif dengan pasar global, meningkatkan daya saingnya sebagai pusat keuangan dan bisnis internasional, serta memperbaiki kualitas hidup para penduduknya. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini akan membantu memastikan Hong Kong berada pada posisi yang kuat menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, berbasis inovasi, dan inklusif.


Tentang CPA Australia

CPA Australia merupakan salah satu organisasi profesi akuntansi terbesar di dunia, dengan lebih dari 176.000 anggota yang tersebar di lebih dari 100 negara dan wilayah, termasuk lebih dari 22.500 anggota di wilayah Greater China. Layanan utama kami meliputi pendidikan, pelatihan, dukungan teknis, serta advokasi. CPA Australia menyediakan kepemimpinan pemikiran (thought leadership) terkait isu-isu yang memengaruhi profesi akuntansi dan kepentingan publik. Kami menjalin keterlibatan dengan pemerintah, regulator, dan berbagai sektor industri untuk mengadvokasi kebijakan-kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi dunia usaha dan masyarakat. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui cpaaustralia.com.au.