• Home
  • GreenStyle
  • Geger, Kitab Abad ke- 19 Ini Ungkap Puasa 2026 Jatuh pada 18 Februari, dan Idul Fitri pada 20 Maret 2026

Geger, Kitab Abad ke- 19 Ini Ungkap Puasa 2026 Jatuh pada 18 Februari, dan Idul Fitri pada 20 Maret 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:33
RIAUGREEN.COM - Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sistem penanggalan internasional yang menggunakan satu tanggal yang seragam di seluruh dunia.

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar, KHGT hadir sebagai solusi perbedaan hari besar Islam di berbagai wilayah. Sistem ini mengacu pada prinsip bahwa jika hilal terlihat di salah satu bagian bumi sesuai parameter tertentu, maka tanggal baru berlaku serentak di seluruh dunia.

Namun, di balik kecanggihan teknologi modern, ada fakta sejarah yang menakjubkan. Sejak abad ke-19, seorang ahli falak Mesir sudah memprediksi tanggal yang sama dengan akurasi mengagumkan.

Informasi ini diungkap oleh Ajengan Wawan Gunawan Abdul Wahid, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui grup WhatsApp pada Selasa (17/02). Tokoh di balik prediksi ini adalah Muhammad Mukhtar Pasha, seorang cendekiawan sekaligus militer Mesir, yang menulis karya monumental berjudul Al-Tawfīqāt al-Ilhāmiyyah fī al-Muqāranat al-Tawārīkh al-Hijriyyah bi al-Sinīn al-Ifranjiyyah wa al-Qibṭiyyah.

Kitab ini menyajikan sinkronisasi sistematis antara kalender Hijriah (Hilāliyyah) dengan kalender Syamsiyah, termasuk versi Masehi/Eropa (Ifranjiyyah) dan kalender Mesir kuno (Qibṭiyyah). Dalam mukadimahnya, Mukhtar Pasha menekankan bahwa pergerakan matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak terpengaruh oleh kehidupan atau kematian manusia. Mengetahui gerak langit menurutnya adalah kebutuhan vital untuk melaksanakan kewajiban agama dan urusan dunia.

Menariknya, dalam naskah tersebut, halaman 764 memuat tabel untuk tahun 1447 H. Mukhtar Pasha secara eksplisit menuliskan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dan awal Syawal 1447 H (Idul Fitri) akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keselarasan prediksi Mukhtar Pasha dengan KHGT modern ini menimbulkan kekaguman. Meski dilakukan dengan perhitungan manual abad ke-19, hasilnya "bertemu" dengan kalender global modern pada titik waktu yang sama persis.

Meskipun metode perhitungannya tidak dijelaskan secara rinci, dugaan kuat menyatakan Mukhtar Pasha menggunakan pendekatan yang mirip dengan Kriteria Global. Hal ini menunjukkan gagasan kalender Islam yang bersifat universal mungkin sudah ada sejak abad ke-19, atau bahkan lebih awal.

Penting dicatat, penetapan KHGT Muhammadiyah tidak secara khusus merujuk pada kitab ini. Perbedaan kriteria di masa mendatang tetap memungkinkan tanggal awal Ramadan berbeda di beberapa tahun.

Referensi:
Muhammad Mukhtar Pasha, Al-Tawfīqāt al-Ilhāmiyyah fī Muqāranat al-Tawārīkh al-Hijriyyah bi al-Sinīn al-Ifranjiyyah wa al-Qibṭiyyah (Kairo: al-Maṭba‘ah al-Amīriyyah, 1311 H), hlm. 764.

Disadur dari: muhammadiyah.or.id

BERITA LAINNYA
Terbaru, Cara Mengurus Sertifikat Tanah Tahun 2026
Jumat, 20 Februari 2026 | 14:01
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top