KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – 22 Juni 2026 – International Summit of Religious Leaders 2026 Ketiga Tahun 2026 berakhir di Kuala Lumpur dengan partisipasi Yang Mulia Sheikh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Muslim World League) sekaligus Ketua Organisasi Cendekiawan Muslim. KTT tersebut diselenggarakan di bawah naungan Yang Mulia Sultan Nazrin Muizzuddin Shah dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, serta dihadiri hampir 2.000 pemimpin agama, pemuda, dan akademisi dari berbagai negara di dunia.
International Summit of Religious Leaders Ketiga
Dalam pidato pembukaannya, Dr. Al-Issa menegaskan tanggung jawab historis para pemimpin agama terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan perdamaian dunia dan keharmonisan masyarakat global. Ia menyoroti peran penting yang dipercayakan kepada generasi muda, khususnya dalam menghadapi risiko yang muncul akibat paparan tanpa batas terhadap teknologi modern—terutama kecerdasan buatan (AI)—tanpa perlindungan intelektual maupun pengamanan etis yang memadai. Ia juga menekankan pentingnya diplomasi keagamaan dalam meredakan berbagai krisis, seraya menegaskan bahwa dunia tidak membutuhkan lebih banyak senjata, melainkan lebih banyak kebijaksanaan untuk mencegah penggunaannya.
Di sela-sela penyelenggaraan KTT, Yang Mulia mengadakan pertemuan dengan sekelompok pemimpin muda dan mahasiswa dari negara-negara ASEAN dalam sebuah dialog terbuka. Diskusi tersebut membahas berbagai mekanisme untuk mengimplementasikan hasil-hasil KTT, meningkatkan kesadaran generasi muda, memberdayakan mereka, serta membangun kapasitas dalam menghadapi kesenjangan etika pada teknologi informasi dan komunikasi, khususnya yang berkaitan dengan kecerdasan buatan.
Dalam pertemuan tersebut, Yang Mulia menekankan bahwa kurangnya transparansi dan akuntabilitas merupakan salah satu tantangan etika paling serius yang terkait dengan kecerdasan buatan. Menurutnya, sering kali sulit untuk memahami bagaimana sistem AI tertentu mengambil keputusan. Ia juga menjelaskan bahwa bias yang tertanam dalam data dapat menghasilkan keputusan yang tidak adil serta menimbulkan diskriminasi terhadap individu maupun kelompok tertentu.
KTT tersebut juga menjadi ajang pengumuman Penghargaan Diplomasi Internasional (International Diplomacy Award), yang mencerminkan kemitraan strategis antara Liga Muslim Dunia dan Malaysia. Penghargaan ini bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan dialog yang konstruktif, sekaligus mendukung visi “Malaysia Madani”. Penghargaan tersebut akan diberikan kepada individu maupun institusi yang menunjukkan dampak luar biasa dalam memajukan perdamaian dan persatuan umat manusia.
Tentang Liga Muslim Dunia (Muslim World League)
Liga Muslim Dunia adalah organisasi internasional independen yang beranggotakan perwakilan dari berbagai negara dan mazhab Islam. Berkantor pusat di Makkah, organisasi ini memiliki misi untuk memperjelas citra Islam yang sebenarnya serta mempererat persahabatan dan hubungan harmonis antarbangsa.






