Bersinergi untuk Membangun Rantai Nilai Regional Baru dan Mendorong Peningkatan Industri di Seluruh ASEAN
HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Hong Kong telah lama mempertahankan hubungan bilateral yang kuat dengan Malaysia. Sebagai ekonomi terbesar ketiga di ASEAN, Malaysia memiliki sektor manufaktur dan jasa yang kuat serta menjadi mitra dagang terbesar kedelapan bagi Hong Kong. Di tengah restrukturisasi rantai pasok global, Hong Kong memanfaatkan posisinya yang unik sebagai pusat inovasi dan teknologi internasional yang didukung konektivitas regional sekaligus tetap terintegrasi dengan dunia. Hong Kong berperan sebagai batu loncatan penting dan pusat strategis bagi perusahaan Malaysia yang berekspansi ke pasar regional serta bagi perusahaan berkembang yang ingin merambah pasar global. Hong Kong Productivity Council (HKPC) dan Federation of Malaysian Manufacturing (FMM) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), menandai pembentukan kemitraan strategis yang mendalam. Dengan mengintegrasikan keunggulan sumber daya dari kedua wilayah, kolaborasi ini akan memberikan dukungan inovasi teknologi dan ekspansi pasar bagi perusahaan di Hong Kong dan Malaysia, mengoptimalkan tata letak rantai pasok global, serta membantu Hong Kong dalam mengimplementasikan strategi “Bringing in and Going Global” untuk memanfaatkan peluang pengembangan regional di ASEAN.
Penandatanganan MoU berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada 20 April 2026. Disaksikan oleh Mr Jacob Lee Chor Kok, Presiden FMM; Tan Sri Dato' (Dr) Soh Thian Lai, Presiden Emeritus FMM; Mr Owin Fung Ho Yin, Direktur Hong Kong Economic and Trade Office di Kuala Lumpur; serta Hon Sunny Tan, Ketua HKPC, MoU tersebut ditandatangani oleh Datuk Dr Yeoh Oon Tean, CEO FMM, dan Mr Mohamed D. Butt, Direktur Eksekutif HKPC. Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan rantai nilai baru yang menghubungkan Hong Kong, Malaysia, dan ASEAN, mempercepat industrialisasi baru di kedua wilayah sekaligus mendorong peningkatan industri dan penerapan teknologi.
Hon Sunny Tan, Ketua HKPC, menyatakan, “Di bawah Rencana Lima Tahun ke-15 nasional, Hong Kong telah menjadi platform penting bagi perusahaan untuk go global. Malaysia memiliki hubungan yang kuat dengan kawasan Asia serta pasar industri dan perdagangan global. Penandatanganan MoU antara HKPC dan FMM ini menandai tonggak penting dalam kolaborasi modernisasi industri. Kami berkomitmen pada inovasi teknologi dengan fokus pada peningkatan keahlian dalam otomatisasi, Industri 4.0, kecerdasan buatan (AI), dan robotika, serta secara aktif membangun platform pencocokan bisnis untuk memfasilitasi peluang usaha dan memperluas ruang lingkup kerja sama. Hal ini tidak hanya memperdalam kemitraan antara kedua organisasi, tetapi juga membangun pusat strategis yang menghubungkan Hong Kong dengan pasar ASEAN. Hong Kong akan sepenuhnya memanfaatkan strategi ‘Bringing in and Going Global', membantu perusahaan Malaysia terhubung secara tepat dengan pasar regional dan global yang luas sekaligus mendukung perusahaan Hong Kong untuk berakar di ASEAN, serta bersama-sama menciptakan rantai nilai lintas batas yang tangguh dan inovatif.”
Mr Jacob Lee Chor Kok, Presiden FMM, menyatakan, “MoU ini hanyalah awal, dengan peta jalan kami mencakup pelatihan teknis bersama, lokakarya, kunjungan teknologi, dan proyek percontohan untuk memberikan anggota kami akses langsung terhadap inovasi manufaktur terbaru. Kami membayangkan masa depan di mana perusahaan Malaysia dan Hong Kong berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D), menguji teknologi baru, dan bersama-sama menciptakan solusi untuk tantangan yang muncul.”
Enam Area Utama untuk Mendorong Peningkatan Industri Regional Baru
HKPC dan FMM akan meluncurkan kerja sama komprehensif untuk membantu perusahaan mengubah pemberdayaan teknologi menjadi keunggulan kompetitif di pasar yang dinamis saat ini. Kedua pihak akan berfokus pada Manufaktur Cerdas & Industri 4.0, Inovasi AI & Robotika, Transformasi Digital & Keamanan Siber, Ekosistem Bisnis Lintas Batas, serta Pengembangan Talenta.
Kolaborasi ini mengintegrasikan jaringan rantai pasok luas milik FMM yang mencakup lebih dari 4.000 perusahaan anggota dengan kemampuan riset dan pengembangan HKPC yang mendalam dalam inovasi produk dan transfer teknologi. Melalui penyelenggaraan delegasi, pelatihan profesional, pencocokan bisnis, serta seminar teknis, kolaborasi ini akan membantu perusahaan menguasai teknologi mutakhir dan tren pasar secara tepat. Selain itu, dengan mendorong kunjungan timbal balik antarperusahaan di kedua wilayah, diharapkan tercipta pemberdayaan ekonomi dan perdagangan secara bersama. Sinergi ini tidak hanya memperkuat ketahanan perusahaan terhadap risiko rantai pasok, tetapi juga memastikan perusahaan dari kedua wilayah memiliki posisi yang lebih proaktif dalam persaingan rantai pasok global, sekaligus menciptakan keunggulan kompetitif yang khas.






