SINGAPURA – Media OutReach Newswire – iFLYTEK, perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pengenalan suara terkemuka asal Tiongkok, menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya terhadap Singapura sebagai pusat komando operasi Asia Tenggara pada hari kedua Gitex Asia 2026, 10 April. Para eksekutif perusahaan menjelaskan pertumbuhan lokal yang kuat serta pendekatan mereka dalam menghadapi keragaman lanskap bahasa di kawasan tersebut.
Didirikan pada tahun 1999 dan saat ini memiliki valuasi lebih dari SGD 20 miliar, iFLYTEK telah mempercepat ekspansi internasionalnya sejak 2019. Berdasarkan data yang disampaikan dalam acara tersebut, perusahaan membuka kantor di Singapura pada tahun 2024 dan telah mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit perangkat keras, dengan pendapatan sekitar RMB 200 juta (SGD 40–50 juta). Pertumbuhan bisnis regionalnya juga melampaui 200 persen pada tahun lalu, angka yang disebut para eksekutif melebihi proyeksi internal perusahaan.
“Strategi AI Nasional Singapura 2.0 menempatkan kemampuan multibahasa sebagai infrastruktur fundamental,” ujar juru bicara perusahaan. “Keunggulan kami tidak hanya terletak pada penerjemahan, tetapi pada integrasi pemrosesan bahasa campuran secara real-time ke dalam alur kerja perusahaan—seperti perangkat pencatat pintar kami yang dapat mentranskripsi dan merangkum rapat dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan Melayu secara bersamaan tanpa perlu pergantian bahasa manual.”
Perusahaan juga menyoroti semakin kuatnya kemitraan lokal, termasuk kerja sama dengan platform seperti Shopee untuk layanan rantai pasok, lembaga penyiaran lokal untuk pembuatan subtitle multibahasa, serta pusat transportasi utama untuk solusi komunikasi.
Menanggapi kekhawatiran mengenai penggantian tenaga kerja oleh teknologi, iFLYTEK menekankan filosofi augmentasi, bukan substitusi. “AI menangani tugas-tugas mekanis yang berulang, sehingga para profesional dapat fokus pada konteks, emosi, dan strategi kreatif—bidang yang tetap membutuhkan keahlian manusia,” jelas juru bicara tersebut. Perusahaan juga aktif mendukung transisi tenaga kerja melalui program pelatihan ulang internal dan edukasi pengguna.
Terkait perubahan geopolitik, iFLYTEK mengakui adanya penyesuaian strategi global, dengan menyebut bahwa meskipun Timur Tengah tetap menjadi pilar penting, perkembangan terbaru mendorong percepatan investasi di Asia Tenggara. Perusahaan memproyeksikan jumlah karyawan di Singapura serta skala bisnis secara keseluruhan akan tumbuh lebih dari 50 persen dalam tahun mendatang, didorong oleh peluncuran produk baru di bidang wearable AI dan pengembangan lokal yang lebih mendalam.
Kesimpulannya, peningkatan investasi iFLYTEK di Singapura bukan sekadar ekspansi komersial, tetapi mencerminkan keselarasan strategis dengan visi negara tersebut dalam pengembangan AI inklusif dan multibahasa. Seiring perusahaan memperluas tenaga kerja lokal dan ekosistem produknya, iFLYTEK bertujuan menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan pemberdayaan tenaga kerja dapat berkembang secara bersamaan di seluruh Asia Tenggara.






