· “Volatilitas Geopolitik” termasuk dalam lima besar risiko saat ini dan di masa depan, yang menyoroti meningkatnya ketidakstabilan di kawasan
· 83 persen perusahaan melaporkan kenaikan biaya risiko yang dapat diasuransikan
TOKYO, JEPANG – Media OutReach Newswire – Aon plc (NYSE: AON), perusahaan jasa profesional global terkemuka, merilis temuan Jepang dari Global Risk Management Survey 2025. Survei ini mengungkap bahwa bisnis di Jepang tengah menghadapi lanskap yang kompleks, ditandai oleh ancaman siber yang terus berlanjut, gangguan rantai pasok, serta cuaca ekstrem dan bencana alam. Survei yang mengumpulkan wawasan dari hampir 3.000 manajer risiko, pemimpin C-suite, dan eksekutif di 63 negara ini menyoroti risiko unik yang dihadapi perusahaan-perusahaan Jepang di tengah disrupsi global.
Risiko Utama di Jepang:
“Serangan Siber/Pelanggaran Data” tetap menjadi risiko utama bagi bisnis di Jepang, sejalan dengan tren global. “Kegagalan Rantai Pasok atau Distribusi” menempati peringkat kedua, seiring peristiwa cuaca ekstrem dan meningkatnya volatilitas geopolitik, termasuk perubahan kebijakan perdagangan, yang memaksa perusahaan meninjau ulang rantai pasok mereka. Selain itu, “Tanggung Jawab Produk/Penarikan Produk” dan “Fluktuasi Nilai Tukar” juga menjadi risiko signifikan, mencerminkan kekuatan sektor manufaktur Jepang serta keterpaparannya terhadap volatilitas pasar global. Tercatat, 63,6 persen responden di Jepang melaporkan kerugian akibat isu tanggung jawab atau penarikan produk, dan 47,6 persen menyebutkan kerugian akibat fluktuasi nilai tukar.
“Organisasi di Jepang beroperasi dalam lingkungan dengan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Risiko siber, cuaca, dan geopolitik terus menjadi tantangan akut bagi bisnis di Jepang, yang menegaskan perlunya kerangka manajemen risiko yang kuat dan strategi yang lincah. Seiring perubahan tren pasar dan meningkatnya persaingan, kewaspadaan serta kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci. Keterkaitan antar risiko—di mana serangan siber dapat mengganggu rantai pasok atau volatilitas geopolitik dapat memicu perubahan regulasi—menuntut pendekatan ketahanan yang holistik dan proaktif,” ungkap Tatsuya Yamamoto, CEO Aon Jepang, dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
10 Risiko Bisnis Teratas di Jepang 2025
- Serangan Siber/Pelanggaran Data
- Kegagalan Rantai Pasok atau Distribusi
- Cuaca/Bencana Alam
- Volatilitas Geopolitik
- Gangguan Bisnis
- Perlambatan Ekonomi/Pemulihan Lambat
- Fluktuasi Nilai Tukar
- Risiko Harga Komoditas/Kelangkaan Bahan Baku
- Tanggung Jawab Produk/Penarikan Produk
- Kegagalan Menarik atau Mempertahankan Talenta Terbaik
Manajemen Risiko: Formalisasi dan Fokus pada Risiko yang Dapat Diasuransikan
Organisasi di Jepang menunjukkan komitmen kuat terhadap manajemen risiko, dengan 74,7 persen memiliki departemen manajemen risiko dan asuransi formal, dibandingkan 68,4 persen secara global. Selain itu, 75,3 persen mengukur total biaya risiko yang dapat diasuransikan dan 83,3 persen melaporkan bahwa biaya tersebut meningkat. Meskipun kesadaran terhadap risiko meningkat, sebagian besar organisasi belum mengukur secara kuantitatif paparan risiko mereka atau memanfaatkan analitik lanjutan.
Penilaian Manajemen Risiko Bisnis Jepang untuk Tiga Risiko Teratas
Untuk “Serangan Siber/Pelanggaran Data”:
- 27,2 persen telah melakukan penilaian risiko
- 12,6 persen telah mengembangkan rencana keberlanjutan bisnis
- 22,3 persen memiliki rencana manajemen risiko
Untuk “Kegagalan Rantai Pasok atau Distribusi”:
- 25 persen telah melakukan penilaian risiko
- 20 persen telah mengembangkan rencana keberlanjutan bisnis
- 26,7 persen memiliki rencana manajemen risiko
Untuk “Cuaca/Bencana Alam”:
- 24,1 persen telah melakukan penilaian risiko
- 22,4 persen telah mengembangkan rencana keberlanjutan bisnis
- 13,8 persen memiliki rencana manajemen risiko
Risiko Masa Depan: Perubahan Tren Pasar yang Cepat dan Volatilitas Geopolitik
Ke depan, organisasi di Jepang memperkirakan “Cuaca/Bencana Alam” dan “Volatilitas Geopolitik” akan tetap menjadi risiko krusial, bersama dengan “Perubahan Tren Pasar yang Cepat,” yang lebih menonjol di Jepang dibandingkan secara global. Hal ini menyoroti keterpaparan Jepang terhadap peristiwa iklim dan perubahan preferensi konsumen.
Lima Risiko Bisnis Utama Jepang hingga 2028:
- Serangan Siber/Pelanggaran Data
- Cuaca/Bencana Alam
- Volatilitas Geopolitik
- Perubahan Tren Pasar yang Cepat
- Meningkatnya Persaingan
Shinichi Kandatsu, Head of Commercial Risk Solutions Aon Jepang, mengatakan, “Risiko siber dan risiko terkait cuaca terus memimpin peringkat sebagai kekhawatiran utama bagi bisnis Jepang saat ini dan di masa depan, dengan volatilitas geopolitik juga termasuk dalam lima besar risiko pada kedua periode tersebut. Tren ini mencerminkan meningkatnya ketidakstabilan di kawasan, dengan implikasi terhadap rantai pasok, lingkungan regulasi, dan kinerja keuangan. Di pasar yang bergerak cepat saat ini, pemanfaatan analitik data canggih sangat penting bagi bisnis untuk mengantisipasi risiko yang muncul, mengoptimalkan modal risiko, dan membangun ketahanan. Temuan dari Global Risk Management Survey Aon memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti bagi bisnis di Jepang untuk membandingkan strategi risiko mereka dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.”
Untuk mengakses laporan lengkap dan mengetahui bagaimana Aon membantu klien menghadapi dinamika disrupsi saat ini, kunjungi Global Risk Management Survey Japan.
Tentang Aon
Aon plc (NYSE: AON) hadir untuk membentuk keputusan menjadi lebih baik — guna melindungi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia. Melalui wawasan analitik yang dapat ditindaklanjuti, keahlian global yang terintegrasi dalam Risk Capital dan Human Capital, serta solusi yang relevan secara lokal, rekan-rekan kami memberikan kejelasan dan keyakinan kepada klien di lebih dari 120 negara untuk membuat keputusan yang lebih baik terkait risiko dan sumber daya manusia, yang membantu melindungi dan mengembangkan bisnis mereka.
Ikuti Aon di LinkedIn, X, Facebook, dan Instagram. Dapatkan informasi terbaru dengan mengunjungi newsroom Aon dan daftar untuk menerima pemberitahuan berita di sini.
Pernyataan Penyangkalan (Disclaimer)
Informasi yang terkandung dalam dokumen ini semata-mata untuk tujuan informasi dan panduan umum, serta tidak dimaksudkan untuk menangani keadaan individu atau entitas tertentu. Meskipun Aon berupaya menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu serta menggunakan sumber yang dianggap andal, perusahaan tidak menjamin, menyatakan, atau memberikan garansi atas keakuratan, kecukupan, kelengkapan, atau kesesuaian untuk tujuan apa pun dari isi dokumen ini dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang mungkin timbul dengan cara apa pun bagi siapa pun yang mengandalkannya. Tidak ada jaminan bahwa informasi yang terkandung dalam dokumen ini akan tetap akurat pada tanggal diterima atau akan terus akurat di masa mendatang. Tidak ada individu atau entitas yang seharusnya membuat keputusan atau bertindak hanya berdasarkan informasi yang tercantum di sini tanpa nasihat profesional yang sesuai dan riset yang terarah.






