PEKANBARU, RIAUGREEN.COM-- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, sepanjang 2019 ini sudah menindak sebanyak 141 warga yang membuang sampah sembarangan dan di luar jadwal yang ditetapkan.
Kepala DLHK Pekanbaru Zulfikri melalui Kepala Seksi Penegakan Hukum Rubi Adrian mengatakan, dari 141 warga yang terjaring tersebut, 76 di antaranya telah menyelesaikan sanksi administrasi berupa pembayaran denda sesuai aturan berlaku.
"Sementara 65 lainnya belum membayar denda. Sehingga KTPnya masih disita," ungkap Rubi kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).
Disampaikan Rubi, penerapan denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan dan di luar jadwal yang ditetapkan itu sesuai Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 134 Tahun 2018. Yang mana, warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan bisa dikenai denda sebesar Rp250 ribu dan denda maksimal Rp5 juta sesuai volume sampahnya.
Meski telah banyak warga yang disanksi, namun diakui Rubi masih ada juga warga yang membandel dengan tetap membuang sampah di luar waktu yang ditetapkan yakni dari pukul 19.00 hingga 05.00 WIB.
"Untuk itu kita meminta kepada pihak kelurahan dan RT/RW agar dapat mensosialisasikan aturan tersebut kepada warga di lingkungan masing-masing, sehingga pelanggaran dapat diminimalisir," tutur Rubi. (kominfo5/Rd2)
Komisi IV DPRD Kampar Monitoring Pembangunan Infrasruktur di Kuok
Kuok – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar melakukan monitoring pembangunan jembatan gantung di Dusun Pulau Belimbang II Desa Kuok Kecamatan Kuok, (8/10).
Dalam monitoring tersebut hadir langsung Ketua Komisi IV DPR Kampar Agus Chandra bersama anggota Haswinda, S.Ag, Ramadhan, Diski, Jasnita, Safrudin, Ali Sabirin, Hanafiah serta Sunardi. Selain Komisi IV juga turut mendampingi Kadis PU PR Kampar Afdal,ST,MT dan Kadis Kominfo dan Persandian Kampar Arizon,SE.
Dalam peninjauan Agus Candra berharap khusus pembagunan jembatan gantung dengan lebar 2 meter dan panjang lebih kurang 250 meter tersebut, agar pada tahun 2020 nantinya sudah bisa dinikmati masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Haswinda selaku anggota komisi yang membidangi infrastruktur, agar semua pembangunan infrastruktur khususnya jembatan dapat diselsaikan dengan baik dan tepat waktu. Dimana untuk Kecamatan Salo, Kuok, XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu sendiri terdapat 9 buah jembatan yang sedang dan akan dibangun.
Selain jembatan pulau belimbing, komisi IV juga meninjau pengaspalan jalan lama pulau belimbing dipangkal jembatan simpang MAN Kuok serta penimjauan jembatan penghubung pasar Kuok dengan dusun pulau belimbing I yang sedang kondisi rusak.
Sementara Afdal sendiri menambahkan bahwa pembangunan jembatan yang dibangun dengan mengunakan APBD Kampar tersebut, saat ini dalam pembangunan tapak tiang telah mencapai 60%. Dimana untuk tahap pertama telah menghabiskan angaaran lebih kurang Rp16 milyar.
Dimana untuk pembangunan lelanjutnya akan dianggarkan para APBD murni tahun 2010 lebih kurang sebesar Rp16 milyar. Harapan sama semoga semua pembangunan jembatan khusus jembatan gantung pulau belimbing bisa selesai dengan baik, sebab ini merupakan salah satu program alm Aziz Zaenal dengan 3I dalam pembangunan sebanyak 23 buah jembatan gantung di kebupaten kampar.(pgi)