JAKARTA, RIAUGREEN.COM - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)
memperkuat komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam
membangun lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan berintegritas dalam
momentum Hari Kartini 2026. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan
Inspiring Srikandi bertajuk Srikandi Speak Up : Bicara Bukan Berarti
Mengadu, Diam Bukan Berarti Setuju yang diselenggarakan pada Selasa
(21/4) di Jakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah
strategis perusahaan dalam meningkatkan kesadaran kolektif seluruh insan
perusahaan terhadap pentingnya keberanian bersuara untuk menciptakan
lingkungan kerja bebas dari diskriminasi dan kekerasan seksual di
lingkungan kerja.
Direktur Manajemen Human Capital dan
Administrasi PLN EPI, Dedeng Hidayat, menegaskan bahwa perempuan
memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan budaya organisasi.
“Perempuan
tidak hanya menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga berperan
sebagai agen perubahan dalam membangun budaya kerja yang aman, inklusif,
dan berkeadilan. Keberanian untuk menyuarakan kebenaran merupakan
bagian dari integritas yang harus kita jaga bersama,” ujar Dedeng.
Ia
menambahkan, perusahaan terus mendorong penguatan respectful workplace
dengan memastikan setiap individu memiliki ruang yang aman untuk
berkembang dan berkontribusi secara optimal.
Wakil Ketua Srikandi
PLN EPI, Fanina Andini mengingatkan bahwa meningkatnya kasus kekerasan
berbasis gender menunjukkan pentingnya membangun sistem, kebijakan, dan
budaya yang tidak mentoleransi kekerasan, serta mendorong seluruh
karyawan untuk berani speak up, menjadi bagian dari solusi, dan saling
menjaga dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan
berkeadilan.
“Bicara bukan berarti mengadu, tetapi bentuk
kepedulian dan keberanian untuk memperbaiki. Sebaliknya, diam bukan
berarti setuju, justru bisa memberi ruang bagi ketidakadilan untuk terus
terjadi,” ujar Fanina.
Ia menyampaikan, meskipun komposisi
perempuan di PLN EPI sekitar 30%, peran mereka tetap strategis dalam
memastikan terciptanya kesempatan yang setara, ruang yang aman, serta
perlakuan yang adil bagi seluruh insan perusahaan.
Dalam forum
tersebut, Kompol Sri Yatmini, Wakasatres PPA & PPO Polres Metro
Jakarta Timur, menyoroti masih banyaknya kasus kekerasan yang tidak
terungkap, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Banyak
korban kekerasan tidak melapor karena ketergantungan ekonomi, stigma,
hingga ancaman dari pelaku. Padahal, negara sudah menyediakan mekanisme
perlindungan. Yang dibutuhkan adalah keberanian dan dukungan
lingkungan,” ujar Sri.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan
sistem pencegahan, pelaporan, dan penanganan kekerasan seksual di
lingkungan kerja sebagai bagian dari perlindungan hak dan martabat
pekerja.
Sementara itu, psikolog sekaligus Founder Klinik
Psikologi Ruang Tumbuh, Irma Gustiana A, menekankan bahwa perempuan,
khususnya ibu, memiliki peran kunci sebagai garda terdepan dalam
pencegahan kekerasan seksual melalui pola asuh positif dan komunikasi
terbuka sejak dini.
"Edukasi mengenai batasan tubuh merupakan
bentuk perlindungan dasar agar anak mampu mengenali, menolak, dan berani
melaporkan tindakan yang tidak aman" ujar Irma
Selain itu, Ia
menegaskan pentingnya peran lingkungan, termasuk keluarga dan tempat
kerja, sebagai ruang aman yang mendukung korban melalui empati,
pendampingan, dan pemulihan psikologis, sehingga tercipta sistem
perlindungan yang kuat dan berkelanjutan.
PLN EPI telah
mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis sebagai bagian dari
komitmen ESG, melalui pengarusutamaan gender dan penerapan Respectful
Workplace Policy (RWP) yang mencakup pencegahan, pelaporan, penanganan,
hingga pemulihan korban pelecehan seksual. Kebijakan ini didukung
mekanisme pelaporan yang aman melalui Whistle Blowing System (WBS),
perlindungan bagi pelapor dan korban, serta edukasi dan penegakan
disiplin untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan
bebas dari kekerasan.
Melalui momentum Hari Kartini, PLN EPI
menegaskan bahwa peran perempuan menjadi bagian penting dalam memperkuat
budaya organisasi yang berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan
membangun keberanian untuk bersuara, PLN EPI menegaskan bahwa tempat
kerja yang aman dimulai dari budaya saling menghargai dan keberpihakan
pada nilai kemanusiaan.