• Home
  • Dunia
  • Thailand Umumkan Dekrit Darurat, 10.000 Orang Tetap Berdemo

Thailand Umumkan Dekrit Darurat, 10.000 Orang Tetap Berdemo

Jumat, 16 Oktober 2020 | 11:27
AFP
Sekitar 10.000 ribu orang tetap berdemo di Thailand
RIAUGREEN.COM - Sekitar 10.000 pengunjuk rasa Thailand berkumpul pada Kamis (15/10/2020) malam waktu setempat untuk menentang tindakan kekerasan oleh pihak berwenang. Para aktivis Thailand ditangkap usai dekrit darurat diumumkan.

Dilansir AFP, Jumat (16/10/2020) para pengunjuk rasa meminta Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha keluar. Mereka meneriakkan, "Prayut, keluar!" dan "Bebaskan teman kami!" saat mereka berhadapan dengan polisi di Ratchaprasong, persimpangan yang sibuk di pusat Bangkok.

Warga tetap berdemo meskipun ada keputusan baru yang melarang pertemuan publik lebih dari empat orang - yang bertujuan untuk memadamkan aksi-aksi demonstrasi yang dipimpin mahasiswa.

Pemerintahan Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha, mantan panglima militer yang awalnya mengambil alih kekuasaan dalam kudeta 2014, telah menjadi sasaran para pengunjuk rasa, tetapi mereka juga membidik monarki Thailand yang tak tergoyahkan.

"Anda memojokkan kami seperti anjing," ujar salah satu dari beberapa pemimpin aktivis terkemuka yang tidak ditahan, Panupong "Mike" Jadnok.

"Dan dengan punggung menempel ke dinding, kami akan membalas tanpa ada ruginya," katanya di depan para demonstran.

Saat malam tiba, para pengunjuk rasa melambaikan ponsel mereka yang menyala.

Ribuan orang duduk di atas lembaran plastik di jalan sambil mengemil makanan, sementara lebih banyak lagi yang menonton dari trotoar. Banyak yang mengatakan mereka akan kembali pada Jumat malam nanti.

Setelah dekrit darurat diumumkan Kamis (15/10) pagi, polisi anti huru hara membubarkan ratusan pengunjuk rasa yang berkemah semalam di luar kantor perdana menteri.

Belakangan, para pemimpin mahasiswa turun ke media sosial untuk mendesak para pendukung turun ke jalan.

Di antara mereka yang ternyata adalah siswa sekolah menengah, yang menutupi label identitas di seragam mereka dengan lakban.

"Saya ingin demokrasi untuk negara saya," kata Katherine, 13 tahun yang menghadiri aksi protes pertamanya. "Saya ingin menjadi bagian dari perubahan besar," tuturnya.

Polisi memperkirakan 10.000 orang mengikuti aksi demo tersebut. Para demonstran mulai membubarkan diri pada pukul 10 malam waktu setempat.

"Semua orang yang berkumpul hari ini - tindakan mereka melanggar hukum," kata wakil juru bicara polisi Kolonel Kissana Phathanacharoen kepada AFP.(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
Bersepeda Tanpa Hijab, Wanita Iran Ditangkap
Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:33
Pemilu Ricuh, PM Kyrgyztan Mundur
Rabu, 07 Oktober 2020 | 12:22
Jet Tempur China Jatuh Tabrak Burung
Rabu, 07 Oktober 2020 | 12:21
BERIKAN KOMENTAR
Top