• Home
  • Dumai
  • Pemko Dumai Gelar Konsultasi Publik Penyusunan AMDAL

Pemko Dumai Gelar Konsultasi Publik Penyusunan AMDAL

Senin, 22 Juni 2026 | 12:03
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum menggelar Konsultasi Publik Penyusunan AMDAL Penanggulangan Banjir di Kota Dumai. Kegiatan ini dibuka oleh Walikota Dumai yang diwakili Sekretaris Daerah, Fahmi Rizal, S.STP., M.Si,Rabu,(17/6/2026).

Sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat dan perangkat daerah, Pemerintah Kota Dumai turut mengundang seluruh masyarakat yang berdomisili pada area bantaran Sungai Dumai serta Ketua RT, LPMK, Kelurahan, dan Kecamatan setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan informasi dengan lebih lanjut dan terperinci kepada masyarakat mengenai rencana penyelenggaraan program penanggulangan banjir di Kota Dumai, mulai dari rencana pelaksanaan, tahapan pembangunan, output yang dihasilkan, dan penjelasan proses pelaksanaan.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas PU, total luasan wilayah Kota Dumai di pusat perkotaan yang kerap menjadi titik banjir baik dari air hujan maupun air rob, mencapai lebih kurang 884 hektar lahan.

Kepala Dinas PU, Riau Satrya Alamsyah, S.T., M.T, menjelaskan strategi pengendalian banjir Kota Dumai yang dibagi menjadi dua jenis yakni pengendalian banjir air hujan dan pengendalian banjir air rob.

Untuk pengendalian banjir air hujan, Kadis Riau Satrya menyebut menyampaikan upaya pembagunan tanggul sungai tidak terlalu tinggi agar air masuk ke sistem sungai tidak sulit.

“Yang diperlukan adalah mengurangi debit banjir yang masuk ke sungai Dumai dengan cara membuat tampungan di hulu sungai” ujarnya.

Sementara pengendalian banjir air rob, Kadis Riau Satrya menyebut diperlukan sistem polder yakni daerah dimana system drainasenya dibuat eksklusif (air drainase yang dikendalikan adalah di area polder tersebut saja).

“Untuk melengkapi sistem polder diperlukan pintu air, tampungan (storage) baik di saluran atau di kolam retensi, tanggul sebagai pembatas area polder serta pompa untuk mengeluarkan air yang terjebak di area polder akibat area drainasenya dibatasi tanggul” tambah Kadis Riau Satrya.

Sementara itu, Sekdako Fahmi menyebut jika Pemko Dumai sesuai arahan Wako Paisal dan Wawako Sugiyarto, memfokuskan penanganan banjir baik dikarenakan air hujan maupun air rob menjadi prioritas utama.

“Saat ini penanggulangan banjir baik air hujan maupun air rob, menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Dumai. Konsultasi publik penyusunan AMDAL ini dibentuk dalam rangka memberikan informasi terkait perencanaan program secara terperinci kepada masyarakat” sebut Sekdako.

Sekdako Fahmi juga berharap seluruh masyarakat Kota Dumai bisa terlibat dalam pelaksanaan program ini dengan memberikan dukungan penuh seperti memudahkan proses pendataan serta melalui aksi nyata seperti tidak membuang sampah sembarangan, salah satunya ke sungai maupun drainase yang menjadi titik aliran air.

“Kami sangat mengharapkan dukungan kuat dari masyarakat Kota Dumai seluruhnya, agar upaya penanggulangan banjir ini berjalan maksimal dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan secara utuh serta berkelanjutan” ujarnya.

Sesi konsultasi pun berlanjut dengan pemaparan oleh konsultan mengenai rencana pelaksanaan dan sesi tanya jawab bersama seluruh peserta yang hadir pada kesempatan ini. (infotorial)


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top