HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 23 Juni 2026 – Dipimpin oleh Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), John Lee, kunjungan delegasi tingkat tinggi ke Kazakhstan dan Uzbekistan (31 Mei – 5 Juni) telah membuahkan hasil, membuka peluang baru untuk memperdalam hubungan antara Asia Tengah, Hong Kong, dan Daratan Tiongkok.

Delegasi bisnis ini terdiri dari lebih dari 70 perwakilan dari perusahaan-perusahaan Hong Kong dan Daratan dari berbagai sektor.

Selama kunjungan, sebanyak 96 nota kesepahaman dan perjanjian bilateral telah dicapai, termasuk total 15 dokumen kerja sama di tingkat pemerintahan masing-masing dengan Kazakhstan dan Uzbekistan.

Kunjungan delegasi bisnis tingkat tinggi Hong Kong ke Kazakhstan telah membuka peluang baru. (tautan video: https://youtu.be/LgPe9R4ThII'si=Tw3RR_-vyRR6DLMU)

“Contoh-contoh perjanjian dan kerja sama sangatlah beragam, mulai dari sektor jasa hingga industri berat seperti pertambangan dan pengembangan infrastruktur,” ujar Mr. Lee. “Saya pikir langit adalah batasnya.”

Berbagai hasil yang dicapai selama perjalanan ini menunjukkan peran Hong Kong sebagai platform fungsional bagi Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/B&R), karena kota ini secara aktif memainkan perannya sebagai “super konektor” dan “super penambah nilai” untuk mempromosikan kerja sama yang lebih luas dan mendalam antara kedua wilayah serta membentuk model kerja sama hub-to-hub.

“Kazakhstan adalah pusat komersial dan logistik penting yang menghubungkan Tiongkok dan Eropa. Kazakhstan juga merupakan tempat di mana Inisiatif Sabuk dan Jalan pertama kali dicetuskan, dan merupakan mitra dagang terbesar Hong Kong di Asia Tengah. Terdapat prospek luas untuk kerja sama lebih lanjut,” kata Mr. Lee, seraya menambahkan bahwa banyak proyek B&R juga sedang dikerjakan di Uzbekistan.

“Misalnya, Uzbekistan terletak di jantung koridor Asia dan Eropa, sehingga pengembangan logistik, pengembangan perkeretaapian, dan juga bagaimana kita dapat saling melengkapi dan mendukung dalam penanganan kargo akan menjadi area yang sangat luas untuk kerja sama.”

Kemitraan baru telah muncul setelah kunjungan delegasi bisnis tingkat tinggi Hong Kong ke Uzbekistan. (tautan video: https://youtu.be/3BHeD0NGioo'si=xCPWMCpGCPsRm2kF)

Sang Kepala Eksekutif juga mendorong perusahaan-perusahaan di Asia Tengah untuk memanfaatkan keunggulan Hong Kong di bawah prinsip “satu negara, dua sistem”.

“Di bawah prinsip unik ini, Hong Kong memiliki sistem ekonomi, sosial, hukum, legislatif, dan peradilannya sendiri. Kami adalah satu-satunya yurisdiksi common law di Tiongkok. Kami memiliki mata uang sendiri, tanpa kontrol modal atau valuta asing. Kami juga merupakan wilayah pabean yang terpisah,” kata Mr. Lee.

Berdasarkan hasil positif dari misi delegasi ke Asia Tengah, Mr. Lee menyambut kedatangan Wakil Perdana Menteri Kazakhstan, Kanat Bozumbayev, ke Hong Kong (10 Juni) dan mereka bersama-sama menghadiri Meja Bundar Investasi Kota Alatau (11 Juni).

Berbicara dalam acara tersebut, Mr. Lee mengatakan Hong Kong dapat berkontribusi pada kesuksesan masa depan Kota Alatau yang inovatif dan berteknologi tinggi di Kazakhstan melalui tiga cara nyata: sebagai pintu gerbang menuju modal global; sebagai pintu gerbang menuju Daratan Tiongkok dan Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area); dan sebagai mitra dalam bakat dan teknologi.

“Kami berbagi visi pembangunan dengan Kota Alatau dan Kazakhstan,” kata Mr. Lee, “Hari ini, di sini, saat ini juga, adalah peluang emas untuk mendekatkan kedua perekonomian kita.”

Ia berharap Hong Kong dan Kazakhstan dapat mencapai keunggulan komplementer dan pengembangan terkoordinasi di berbagai sektor dan menyambut perusahaan-perusahaan di Kazakhstan untuk memanfaatkan platform keuangan serta inovasi dan teknologi unggulan Hong Kong, serta layanan profesionalnya yang terkemuka di dunia, untuk menjajaki lebih banyak peluang bisnis.


https://www.brandhk.gov.hk/
https://www.linkedin.com/company/brand-hong-kong/
https://x.com/Brand_HK/
https://www.facebook.com/brandhk.isd
https://www.instagram.com/brandhongkong