SHANGHAI, TIONGKOK – Media OutReach Newswire – 15 Juni 2026 – Pada 11 Juni, Bank Rakyat Tiongkok (People's Bank of China/PBOC) dan Bank Indonesia menggelar Pertemuan Gubernur Kedua Program Kerja Bersama di Shanghai, dan mengumumkan sejumlah hasil kerja sama keuangan. Integrasi pembayaran lintas batas berbasis QR antara Tiongkok dan Indonesia secara resmi diluncurkan di hadapan para gubernur kedua bank sentral tersebut. Dengan pencapaian ini, jumlah pedagang (merchant) UnionPay berbasis QR di luar daratan Tiongkok telah melampaui 46 juta. Hadir dalam upacara tersebut Dong Junfeng, Ketua China UnionPay dan UnionPay International (UPI); Santoso Liem, Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI); Ge Haijiao, Ketua Bank of China; Larry Wang, CEO UPI; serta Yang Peng, CEO Ant International.
Di bawah kerangka kerja pemerintah ke pemerintah (G2G), dengan bimbingan kedua bank sentral, serta partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan industri, koneksi pembayaran ini telah menjadi tolok ukur kerja sama keuangan digital antara Tiongkok dan Indonesia, menciptakan dampak mendalam dalam beberapa hal berikut.
Pertama, koneksi ini memberikan layanan pembayaran lintas batas yang nyaman, aman, dan efisien kepada masyarakat kedua negara, memfasilitasi pertukaran bisnis antar masyarakat dan mendorong hubungan perdagangan.
Kedua, UnionPay sepenuhnya memanfaatkan perannya sebagai pusat industri pembayaran, berkolaborasi dengan Ant International dan Bank of China (Hong Kong) Cabang Jakarta untuk mencontohkan upaya bersama perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam ekspansi global.
Ketiga, proyek ini memelopori penyelesaian mata uang lokal bilateral, di mana transaksi yang dilakukan oleh dompet digital Indonesia di daratan Tiongkok diselesaikan dalam RMB, dan transaksi yang dilakukan oleh dompet digital Tiongkok di Indonesia diselesaikan dalam Rupiah Indonesia—secara efektif meningkatkan penerimaan dan loyalitas pengguna RMB di pasar internasional.
Keempat, inisiatif ini menciptakan kerangka kerja yang dapat direplikasi dan diskalakan untuk konektivitas pembayaran lintas batas, membuka jalan bagi perluasan ke lebih banyak wilayah di seluruh dunia, seperti Amerika Latin dan Eropa.
Dengan peluncuran penuh, pembayaran QR lintas batas dua arah telah mencapai cakupan yang hampir mencakup seluruh negeri. Sejauh ini, jaringan pembayaran di tujuh dari sebelas negara ASEAN telah dapat dioperasikan secara interoperable dengan UnionPay.
Pengguna Tiongkok kini dapat menggunakan UnionPay App, aplikasi perbankan yang terintegrasi dengan UnionPay MobileWallet Connect, dan Alipay untuk melakukan pembayaran QR di puluhan juta lokasi merchant QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di seluruh Indonesia. Demikian pula, pengunjung dari Indonesia dapat membayar ke merchant QR UnionPay dan Alipay di daratan Tiongkok dengan puluhan dompet digital Indonesia utama, seperti MyBCA, OVO, DANA, GoPay, Mandiri, dan ShopeePay.
Dalam beberapa tahun terakhir, UnionPay terus mengembangkan jaringan kartu dan pembayaran QR globalnya serta meningkatkan ekosistem pembayaran lintas batasnya. Hingga saat ini, UnionPay telah meluncurkan lebih dari 200 dompet digital bertenaga UnionPay di 37 negara dan wilayah di luar daratan Tiongkok. Sejak awal tahun 2026, transaksi yang dilakukan oleh dompet digital ini di Tiongkok telah meningkat dua kali lipat secara tahunan baik dalam jumlah transaksi maupun nilainya, sementara jumlah pembayaran QR yang dilakukan di luar daratan Tiongkok oleh UnionPay App dan dompet digital mitra Tiongkok telah melonjak lebih dari 300% secara tahunan. Ke depan, UnionPay akan tetap berkomitmen pada visi strategisnya “Trusted Ties, Shared Success”, meningkatkan koneksi pembayaran dua arah, menyempurnakan pengalaman pengguna, dan memberikan lebih banyak manfaat bagi konsumen di seluruh dunia.






