HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 3 Juni 2026 – Delegasi besar yang dipimpin oleh Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), John Lee, tengah melakukan kunjungan ke Kazakhstan dan Uzbekistan pada 1–6 Juni untuk mempererat hubungan dengan kawasan Asia Tengah.
Delegasi tersebut terdiri dari lebih dari 70 perwakilan bisnis dan profesional dari Hong Kong serta Tiongkok Daratan. Kunjungan pertama mereka ke Kazakhstan telah menghasilkan sejumlah capaian penting.
Dalam jamuan makan siang bisnis yang berlangsung di Astana pada 2 Juni, John Lee mengungkapkan bahwa sebanyak 43 nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian telah disepakati antara delegasi Hong Kong dan berbagai perusahaan serta organisasi di Kazakhstan. Ia menambahkan bahwa masih akan ada lebih banyak perjanjian yang ditandatangani.
“Kerja sama tersebut mencakup sektor penerbangan, keuangan dan perdagangan, inovasi dan teknologi, ekonomi digital, pembangunan hijau, serta berbagai bidang lainnya,” kata Lee. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah maskapai penerbangan Hong Kong berencana membuka penerbangan langsung ke Almaty pada kuartal pertama tahun 2027.
“Saya percaya Kazakhstan dapat menjadi pusat penghubung bagi Hong Kong untuk menjangkau pasar Asia Tengah. Sebaliknya, Hong Kong dapat menjadi gerbang bagi Asia Tengah menuju kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara,” ujar Lee.
“Dengan memperkuat kerja sama antara kedua pusat ekonomi ini, kita dapat membangun model kolaborasi antarpusat (hub-to-hub cooperation) yang saling menguntungkan.”
Pada hari pertama kunjungannya di Astana, 1 Juni, Lee bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Kazakhstan, termasuk Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Perdana Menteri Olzhas Bektenov, serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi Nasional Serik Zhumangarin.
Lee mencatat bahwa Kazakhstan saat ini secara aktif mendorong berbagai reformasi di banyak sektor guna mempercepat pertumbuhan ekonominya.
“Sebagai salah satu dari tiga pusat keuangan utama dunia, serta pusat pengelolaan kekayaan lintas batas terbesar dan pusat bisnis renminbi lepas pantai terbesar di dunia, Hong Kong dapat menyediakan berbagai dukungan yang beragam dan fleksibel, termasuk dalam hal pendanaan serta alokasi aset untuk mendukung reformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur Kazakhstan,” kata Lee.
Kepala Eksekutif Hong Kong tersebut juga mendorong perusahaan-perusahaan Kazakhstan untuk memanfaatkan keunggulan Hong Kong yang lahir dari prinsip “satu negara, dua sistem”.
“Berdasarkan prinsip unik ini, Hong Kong memiliki sistem ekonomi, sosial, hukum, legislatif, dan peradilannya sendiri. Kami merupakan satu-satunya yurisdiksi hukum umum (common law) di Tiongkok. Kami juga memiliki mata uang sendiri tanpa pembatasan arus modal maupun kontrol devisa. Selain itu, kami merupakan wilayah pabean yang terpisah,” ujar Lee.
“Prinsip ‘satu negara, dua sistem' memberikan Hong Kong akses yang tak tertandingi ke pasar Tiongkok Daratan. Dengan memanfaatkan konektivitas global serta layanan profesional kelas dunia yang kami miliki, Hong Kong merupakan batu loncatan dua arah yang ideal bagi ekspansi bisnis Anda.”

Lee juga mengunjungi Astana International Financial Centre (AIFC) dan Astana Hub, sebuah kawasan teknologi dan inovasi setempat, untuk mempelajari pengalaman Kazakhstan dalam mengembangkan sektor keuangan nonperbankan serta perkembangan terbaru negara tersebut di bidang kecerdasan buatan (AI).
Dalam kunjungan tersebut, Lee turut menyaksikan pertukaran nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara berbagai organisasi dari kedua belah pihak bersama Gubernur Astana International Financial Centre, Renat Bekturov.
Sebelum meninggalkan Kazakhstan pada 3 Juni, Lee mengunjungi Nazarbayev University dan menyoroti makna historis dari perjalanan tersebut.
“Di sinilah, tepatnya di Nazarbayev University, Astana, pada tahun 2013, Presiden Xi Jinping pertama kali mengemukakan gagasan visioner untuk membangun Sabuk Ekonomi Jalur Sutra (Silk Road Economic Belt), yang kini dikenal sebagai Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI),” kata Lee.
Tahun lalu, dalam Belt and Road Summit ke-10 yang diselenggarakan di Hong Kong, universitas tersebut menandatangani nota kesepahaman dengan Hong Kong University of Science and Technology sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dalam kerangka BRI. Pada hari yang sama, Nazarbayev University juga menandatangani nota kesepahaman dengan Education University of Hong Kong dan Hong Kong Polytechnic University.
“Perjanjian-perjanjian ini akan semakin memperdalam kolaborasi akademik dan penelitian.”
“Hong Kong merupakan satu-satunya kota di dunia yang memiliki lima universitas yang masuk dalam 100 universitas terbaik dunia. Ekosistem talenta ini semakin diperkuat oleh reputasi global kami. Tahun lalu, Hong Kong menempati peringkat pertama di Asia dan peringkat keempat dunia dalam World Talent Ranking,” tambahnya.
Setelah menyelesaikan agenda di Kazakhstan, Lee akan melanjutkan kunjungannya ke Uzbekistan untuk menjalani tahap kedua dari misi diplomasi dan ekonomi Hong Kong di kawasan Asia Tengah.
https://www.brandhk.gov.hk/
https://www.linkedin.com/company/brand-hong-kong/
https://x.com/Brand_HK/
https://www.facebook.com/brandhk.isd
https://www.instagram.com/brandhongkong






