SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 3 Juni 2026 – Angel Eye & Cataract Centre telah mengintegrasikan ZEISS CIRRUS PathFinder ke dalam alur kerja pemeriksaan kataraknya dengan memanfaatkan pencitraan retina berbantuan kecerdasan buatan (AI) untuk evaluasi praoperasi dan perencanaan pengobatan.

Sistem ini menganalisis hasil pemindaian retina dan makula, menilai kualitas gambar secara real-time, serta menandai area yang memerlukan tinjauan klinis lebih mendalam selama konsultasi katarak. Teknologi ini dirancang untuk mendukung proses peninjauan pencitraan retina sekaligus mengurangi risiko terlewatnya detail klinis yang penting.

Penerapan teknologi ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas menuju penggunaan alat oftalmologi berbasis AI seiring klinik-klinik mata menghadapi meningkatnya permintaan layanan katarak pada populasi lanjut usia. Di Singapura, di mana kasus katarak dan gangguan retina terkait usia semakin umum terjadi, evaluasi retina memainkan peran penting dalam perencanaan operasi dan penilaian hasil penglihatan pascaoperasi.

Integrasi teknologi ini juga dilakukan setelah Direktur Medis sekaligus Konsultan Senior Bedah Mata, Dr. Allan Fong, menyelesaikan program “AI for Healthcare” yang diselenggarakan oleh NUS Yong Loo Lin School of Medicine. Program tersebut berfokus pada penerapan AI dalam berbagai bidang, termasuk alur kerja klinis, perencanaan perawatan, dan layanan pasien.

Di Angel Eye, Dr. Allan Fong menggunakan ZEISS CIRRUS PathFinder selama proses pemindaian mata untuk meninjau hasil Optical Coherence Tomography (OCT) dan mengidentifikasi kelainan retina yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Alat penilaian OCT ini dilatih menggunakan lebih dari 75.000 gambar OCT B-scan dan telah divalidasi oleh para spesialis retina.

Karena beberapa kondisi retina dapat berkembang tanpa gejala yang jelas dan berpotensi memengaruhi hasil penglihatan setelah operasi katarak, pencitraan retina sebelum operasi menjadi bagian penting dalam evaluasi pasien. Dengan mengidentifikasi perubahan retina sejak dini sebelum tindakan operasi, sistem ini dapat memberikan informasi tambahan yang mendukung pemilihan lensa intraokular (IOL) serta perencanaan operasi yang lebih tepat.

Teknologi ini juga berpotensi membantu menyederhanakan proses pemeriksaan melalui pengecekan kualitas gambar secara langsung dan mengurangi kebutuhan pemindaian ulang. Hal ini mendukung proses evaluasi katarak yang lebih konsisten, terutama pada kasus di mana temuan pada retina dapat memengaruhi perencanaan operasi.

“Bahkan temuan retina yang sangat kecil sekalipun dapat memengaruhi perencanaan operasi katarak dan hasil penglihatan pasien,” ujar Dr. Fong. “Pencitraan berbantuan AI memberikan lapisan dukungan tambahan selama proses evaluasi, khususnya saat menilai pasien yang akan menjalani operasi. Namun demikian, penilaian klinis tetap menjadi elemen utama dalam setiap tahap perawatan.”

Ke depan, Angel Eye & Cataract Centre akan terus mengeksplorasi berbagai teknologi yang mendukung intervensi lebih dini, perencanaan perawatan yang lebih personal, serta peningkatan kualitas layanan pasien pada bidang katarak dan kesehatan retina.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:
https://angeleye.com.sg/ai-guided-zeiss-cirrus-pathfinder/


Tentang Angel Eye & Cataract Centre

Angel Eye & Cataract Centre adalah pusat layanan oftalmologi yang berbasis di Singapura dan berfokus pada operasi katarak, bedah refraktif, evaluasi retina, serta layanan kesehatan mata yang komprehensif. Klinik ini dipimpin oleh Dr. Allan Fong, seorang dokter mata dengan pengalaman lebih dari 26 tahun di bidang oftalmologi dan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Katarak dan Oftalmologi Komprehensif di Singapore National Eye Centre (SNEC).