SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 3 Juni 2026 – Handshake Finance, perusahaan fintech berbasis di Singapura yang membangun infrastruktur escrow-as-a-service untuk industri jasa yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi, telah menutup putaran pendanaan pra-seed sebesar S$500.000. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat ekspansi perusahaan di pasar awalnya, yaitu sektor renovasi dan desain interior di Singapura, dengan ambisi jangka panjang untuk memperluas platform ke berbagai industri jasa lain yang masih menghadapi masalah struktural dalam kepercayaan pembayaran.
Berawal dari Pengalaman Pribadi
Handshake Finance diluncurkan pada September 2025 oleh Christopher Chan dan Lee Jun Xian. Keduanya memiliki pengalaman langsung melihat kesenjangan kepercayaan dalam industri jasa.
Teman dekat Jun kehilangan S$80.000 akibat pembayaran di muka kepada perusahaan renovasi yang bangkrut di tengah proyek. Pada saat yang sama, teman Christopher membayar uang muka untuk rumah sewaan yang bahkan belum pernah ia lihat, namun kemudian diketahui bahwa listing tersebut palsu. Kedua kejadian ini menunjukkan kegagalan struktural yang sama: dalam industri jasa, selalu ada pihak yang menanggung risiko, dan ketika kepercayaan rusak, sangat sedikit jalan pemulihan bagi kedua belah pihak.
Kedua pendiri ini bertemu sebagai teman sekelas di universitas di London, dan kemudian kembali menghadapi masalah tersebut dengan latar belakang yang saling melengkapi. Christopher Chan berkarier di bidang fintech, merancang alur pembayaran yang patuh regulasi pada infrastruktur yang diatur otoritas. Sementara itu, Lee Jun Xian berasal dari modal ventura (venture capital) dengan pengalaman membangun perusahaan tahap awal dari nol hingga berkembang.
Kepercayaan sebagai Fondasi, Bukan Fitur Tambahan
Handshake beroperasi di atas infrastruktur pembayaran setara perbankan yang disediakan oleh mitra yang diatur oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS). Seluruh alur pembayaran sepenuhnya berada dalam regulasi MAS, dan dana disimpan di DBS dalam rekening escrow terpisah. Bagi para pendiri, hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama bisnis.
“Kami mencoba menyelesaikan kesenjangan kepercayaan struktural di industri jasa. Tetapi sebelum itu semua, pengguna harus mempercayai kami terlebih dahulu,” ujar Christopher Chan, Co-Founder Handshake Finance. “Memastikan setiap aliran dana sepenuhnya patuh regulasi, dan bahwa pengguna merasa aman menyerahkan uang mereka dalam transaksi yang sering kali bernilai besar dalam hidup mereka, adalah prioritas utama kami. Semua hal lain dibangun di atas itu.”
Menutup Kesenjangan Kepercayaan di Berbagai Industri Jasa
Setiap transaksi jasa bernilai tinggi memiliki kelemahan struktural yang sama: entah pelanggan membayar sebelum pekerjaan dilakukan, atau penyedia jasa bekerja sebelum menerima pembayaran. Selalu ada pihak yang menanggung risiko. Di berbagai industri—mulai dari renovasi dan desain interior hingga perencanaan acara, agensi kreatif, dan layanan profesional—risiko tersebut sepenuhnya jatuh ke satu pihak, dan ketika kepercayaan rusak, sangat sedikit solusi bagi kedua belah pihak.
Handshake Finance dibangun untuk menutup kesenjangan tersebut. Platform ini menahan dana pelanggan dalam sistem escrow dan melepaskannya kepada penyedia jasa berdasarkan pencapaian tahap pekerjaan (milestone) yang disepakati. Dengan demikian, pembeli terlindungi dari risiko pembayaran di muka, sementara penyedia jasa tetap memiliki kepastian untuk melaksanakan pekerjaan. Model ini dirancang untuk dapat diterapkan di berbagai industri jasa yang memiliki masalah kepercayaan pembayaran serupa.
Mengapa Renovasi dan Desain Interior Menjadi Pasar Awal
Industri renovasi merupakan sektor dengan kegagalan struktural paling dalam. Industri ini tidak memiliki kewajiban lisensi atau kerangka regulasi yang ketat. Siapa pun dapat membuka layanan sebagai desainer interior tanpa sertifikasi resmi, sehingga pemilik rumah tidak memiliki cara yang andal untuk menilai akuntabilitas sebelum menandatangani kontrak.
Tidak ada pula standar pembayaran yang jelas. Pemilik rumah umumnya membayar hingga 50% dari total proyek di awal, dengan dana langsung diberikan kepada desainer interior sebelum pekerjaan dimulai. Jika proyek terhenti atau perusahaan tutup, perlindungan dan jalur pemulihan sangat terbatas. Di sisi lain, desainer interior menghadapi masalah sebaliknya: pembayaran akhir dari pemilik rumah yang menahan sebagian besar dana dapat ditunda atau ditahan akibat sengketa, yang dapat menghapus hingga setengah margin proyek.
Delapan Bulan Mendengar Sebelum Menulis Satu Baris Kode
Sebelum menulis perangkat lunak apa pun, tim Handshake menghabiskan delapan bulan untuk berbicara dengan lebih dari 80 desainer interior dan pemilik rumah di Singapura guna memahami hambatan nyata di kedua sisi transaksi. Hasilnya memperkuat keputusan untuk memulai dari sektor ini: nilai transaksi tinggi, norma pembayaran yang bermasalah, sisi penyedia yang tidak teregulasi, serta tidak adanya platform yang melindungi kedua belah pihak.
Riset tersebut membentuk cara produk ini dibangun. Setelah kontrak renovasi ditandatangani, sistem AI Handshake secara otomatis menghasilkan struktur transaksi yang mencakup rincian pekerjaan, jadwal pembayaran, dan sub-tahapan untuk menghilangkan ambiguitas. Pemilik rumah menempatkan dana dalam escrow, bukan membayar langsung di muka kepada desainer interior.
Pembayaran kemudian dilepaskan kepada desainer seiring progres pekerjaan berdasarkan pencapaian milestone yang disepakati, dengan pelepasan sub-milestone yang memungkinkan arus kas lebih cepat tanpa mengurangi perlindungan bagi pemilik rumah. Platform ini juga menggantikan proses administrasi manual berbasis spreadsheet yang masih umum digunakan oleh banyak perusahaan desain interior, serta menyediakan mediasi gratis dan penilaian independen jika terjadi sengketa.
Lebih dari 40 Perusahaan Terdaftar dan Dua Kemitraan Strategis Ditandatangani
Saat ini, lebih dari 40 perusahaan desain interior telah bergabung di platform Handshake. Perusahaan ini juga telah menjalin kemitraan dengan Renonation.sg dan Network SG, dua marketplace renovasi terbesar di Singapura, untuk meningkatkan kesadaran dan adopsi di ekosistem yang lebih luas.
“Sangat menyenangkan melihat dukungan sebesar ini, dan kami sangat antusias dengan apa yang akan datang,” ujar Lee Jun Xian, Co-Founder Handshake Finance. “Kami memang tidak terbatas pada satu industri, tetapi saat ini kami sangat fokus memperbaiki sektor renovasi terlebih dahulu. Penipuan yang masih sering terjadi di sektor ini harus dihentikan, dan pengalaman transaksi bagi semua pihak perlu diperbaiki sebelum kami memperluas fokus ke industri atau pasar berikutnya.”
Pemilik rumah dan desainer interior dapat mempelajari lebih lanjut atau mengajukan akses melalui handshake.finance.
Tentang Handshake FinanceHandshake Finance adalah perusahaan fintech berbasis di Singapura yang membangun infrastruktur escrow-as-a-service untuk industri jasa yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi. Platform ini menyimpan dana pelanggan dalam rekening escrow terpisah dan melepaskannya berdasarkan pencapaian tahapan pekerjaan (milestone) yang telah disepakati, sehingga melindungi pembeli dari risiko pembayaran di muka sekaligus memberikan kepastian bagi penyedia jasa untuk menyelesaikan pekerjaan.
Seluruh alur pembayaran sepenuhnya berada dalam pengawasan regulasi Otoritas Moneter Singapura (MAS), dan dana disimpan di DBS. Saat ini, Handshake berfokus pada pasar awalnya di Singapura, yaitu sektor renovasi dan desain interior, dengan rencana untuk memperluas platform ke berbagai industri jasa lainnya serta ke kawasan Asia Tenggara.






