HANOI, VIETNAM – Media OutReach Newswire – 29 Mei 2026 –  Saat pasar Asia tradisional seperti Singapura dan Thailand mulai mendekati titik jenuh, Vietnam mempercepat kebangkitannya sebagai destinasi baru untuk Experience Economy, dengan ekosistem terpadu dari Vietnam Exposition Center (VEC) yang muncul sebagai jembatan strategis menghubungkan Vietnam dengan dunia.

Pertumbuhan pesat Experience Economy sedang membentuk ulang persaingan di industri MICE global, mencakup pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran. Di tengah perkembangan ini, Vietnam semakin memposisikan dirinya sebagai pusat regional baru. Inti dari perubahan ini adalah Vietnam Exposition Center (VEC), yang dengan skala rekor dan ekosistem serba ada-nya, menetapkan standar infrastruktur acara baru sekaligus membuka peluang bagi budaya Vietnam untuk tampil di panggung global.

Bangkitnya Experience Economy

Industri acara kini tidak lagi sekadar hiburan, tetapi telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi—tren yang semakin tercermin dalam kinerja pasar Vietnam.

Dalam konferensi tingkat tinggi menghubungkan industri pameran, acara, dan periklanan Vietnam 2026 yang diadakan di VEC pada 8 Mei, Jason Yan, Partner M Square Capital, dana investasi di balik merek festival EDM global Ultra Worldwide, menyatakan bahwa pasar hiburan langsung Vietnam telah melampaui pendapatan USD 50 juta. Lebih dari 700 acara berskala besar kini diselenggarakan setiap tahun, menghasilkan dampak ekonomi lebih dari USD 1 miliar dari pengunjung internasional.

Hanya pada 2025, Vietnam menyelenggarakan lebih dari 800 acara musik dengan berbagai skala, sementara pendapatan hak cipta musik meningkat 200%. Menurut Yan, angka-angka ini menunjukkan bahwa Vietnam memasuki periode pertumbuhan pesat dalam Experience Economy.

Momentum ini tidak hanya terbatas pada hiburan langsung. Dr. Cấn Văn Lực, Kepala Ekonom BIDV, mencatat bahwa pasar MICE Vietnam telah mencapai sekitar USD 6 miliar, sementara industri periklanan tumbuh menjadi USD 3,5 miliar. Dengan pertumbuhan tahunan diproyeksikan sekitar 12%, Vietnam semakin dilihat memasuki “periode emas” bagi industri pengalaman (experiential industries).

Pada saat yang sama, pasar itu sendiri sedang berevolusi. Konsumen kini tidak hanya membeli tiket acara, tetapi mencari pengalaman imersif dan terintegrasi. Merek global pun melihat lebih dari sekadar tempat, memprioritaskan platform yang mampu memberikan “Return on Experience” yang berarti.

Peran Strategis VEC sebagai Penghubung

Menangkap aliran investasi dari Experience Economy membutuhkan lebih dari sekadar permintaan konsumen. Infrastruktur berskala besar tetap esensial, dan selama bertahun-tahun, ini menjadi salah satu kendala yang mencegah Vietnam menggelar acara internasional besar. Kemunculan VEC semakin mengubah persamaan itu.

Berlokasi di Cổ Loa, Hanoi, VEC adalah proyek landmark seluas 900.000 meter persegi, menjadikannya salah satu kompleks pameran terbesar di Asia Tenggara. Di pusat lokasi ini terdapat Kim Quy Exhibition Hall, pusat seluas 13 hektar yang dirancang dengan kemampuan operasional fleksibel, mampu menampung pameran dan acara yang menyambut jutaan pengunjung.

Kompleks ini dilengkapi dengan sistem konferensi dan jamuan VinPalace, fasilitas parkir hingga 10.000 kendaraan yang terintegrasi dengan stasiun pengisian VinFast, serta akses transportasi cepat menuju pusat Hanoi. Keseluruhan elemen ini menciptakan ekosistem pengalaman yang mulus sesuai standar internasional.

Keunggulan organisasi dan operasional kelas dunia Vingroup telah terbukti melalui mega-event legendaris, paling terkenal membawa G-Dragon dalam “Übermensch” World Tour ke Vietnam melalui brand 8Wonder. Memanfaatkan keahlian terbukti ini, VEC dirancang untuk mengeksekusi generasi berikutnya dari aktivasi berskala besar. Ke depan, cetak biru operasional ini akan diperluas ke ekosistem Vingroup, terutama dengan proyek VEC Can Gio di Ho Chi Minh City, Blue Wave Theater—venue berkapasitas 60.000 yang akan menjadi terbesar di Asia Tenggara.

Keterangan Foto: Tampilan perspektif Blue Wave Theater—teater terbesar di Asia Tenggara, yang terletak di dalam Vietnam Exposition Center di Can Gio, Kota Ho Chi Minh (VEC Can Gio).

Membangun Ekosistem Acara Serba Ada di Seluruh Negeri

Kemampuan serba ada VEC sebagian besar terkait langsung dengan integrasinya dalam ekosistem Vingroup yang lebih luas. Acara di VEC dapat memanfaatkan platform seperti Vincom, Vinpearl, VinWonders, Vinhomes, dan jaringan mobilitas hijau Green SM, yang kini beroperasi di 34 provinsi dan empat negara.

Dengan demikian, VEC berkembang lebih dari sekadar venue mandiri menjadi platform yang menghubungkan perdagangan, pariwisata, hiburan, dan budaya dalam satu ekosistem pengalaman terpadu.

Ekosistem infrastruktur yang lebih luas juga mencakup Stadion Hùng Vương berkapasitas 135.000 dan Stadion PVF berkapasitas 60.000, dilengkapi sistem atap retractable yang dapat dibuka atau ditutup dalam hitungan menit.

Sementara banyak venue tradisional Asia, termasuk Stadion Nasional Singapura dan Stadion Rajamangala di Thailand, semakin menghadapi keterbatasan kapasitas dan infrastruktur yang menua, jaringan venue generasi berikutnya dari Vingroup menempatkan Vietnam sebagai pemain lebih kompetitif di pasar acara regional.

Kehadiran pemimpin MICE global di Vietnam semakin dilihat sebagai cerminan potensi pasar dan kesiapan operasional VEC.

Jason Yan menyebut Vietnam sebagai “titik pertemuan energi tak terbatas bagi masa depan industri budaya,” menekankan bahwa mewujudkan potensi ini membutuhkan operator yang mampu mengelola venue berskala besar. Menurutnya, ekosistem yang dikembangkan Vingroup dan VEC memberikan kepercayaan operasional yang diperlukan bagi Ultra Worldwide untuk memperluas produksi festival besar ke Vietnam.

Geoff Dickinson, CEO dmg events, memiliki perspektif serupa, mencatat bahwa keputusan korporasi global dan pemimpin politik memilih sebuah destinasi “tidak pernah kebetulan,” melainkan hasil strategi jangka panjang yang “sengaja dirancang.”

Menurut Dickinson, kemunculan VEC, dikombinasikan dengan visi pengembangan Vietnam yang lebih luas, menciptakan apa yang ia sebut sebagai “badai sempurna” bagi bisnis internasional yang mencari peluang jangka panjang di pasar.

Dari perspektif ini, upacara peluncuran Ekosistem Pameran, Acara, dan Periklanan Vietnam di VEC pada 8 Mei menandai lebih dari sekadar tonggak kemitraan baru antara VEC dan mitra internasional. Ini juga menandai fase baru bagi industri budaya Vietnam.

Didukung oleh infrastruktur berskala besar, kemampuan operasional yang meningkat, dan ekosistem terpadu Vingroup, VEC semakin memposisikan dirinya sebagai platform strategis yang menghubungkan Vietnam dengan Experience Economy global sambil mewujudkan visi “Membawa Vietnam ke dunia dan membawa dunia ke Vietnam.”

Tentang Vietnam Exposition Center (VEC)

Vietnam Exposition Center (VEC) adalah kompleks pameran terbesar di Asia Tenggara, dengan luas lebih dari 90 hektare. Sebagai destinasi untuk berbagai acara besar berskala nasional dan internasional, VEC mengusung misi “Membawa Vietnam ke dunia dan membawa dunia ke Vietnam,” berfungsi sebagai gerbang tempat keunggulan global bertemu dan identitas Vietnam menjangkau audiens di seluruh dunia, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan sektor-sektor ekonomi utama serta memperkuat posisi Vietnam di panggung global.

Website: https://vec.global/en
Email: inquiry@vec.global